Mengenal Minyak Bumi, Sumber Daya Alam Penting dalam Kehidupan Manusia

Bagikan :
minyak bumi adalah

Bumi yang kita kenal hijau dan biru, telah banyak menyediakan berbagai kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Mulai dari kebutuhan akan makanan, minuman, bahan bakar, sampai pakaian segala bahan nya telah tersedia di Bumi.

Salah satu sumber daya alam yang telah banyak digunakan dalam peradaban manusia adalah minyak bumi atau crude oil. Perannya sebagai sumber daya alam utama telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dunia. 

Lantas apa itu minyak bumi? Bagaimana bisa kekayaan alam tersebut dapat terbentuk dan berada di dalam perut bumi? Apa saja manfaat dan kegunaannya? Serta daerah belahan dunia mana saja yang menjadi penghasilnya?

Berikut uraian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Mari baca dengan seksama. 

Apa Itu Minyak Bumi?

Secara umum, ada dua jenis Sumber Daya Alam berdasarkan sifatnya. Dua jenis sumber daya alam itu, yaitu:

a. Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui: air, tanah, udara, padi, kelapa, sawit, nuklir.

b. Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui: minyak bumi, batubara, gas alam, emas.

Minyak Bumi (crude oil) adalah sumber daya yang terbentuk secara alami dari dekomposisi fosil-fosil organisme laut. Organisme laut tersebut adalah berbagai macam tumbuhan dan hewan laut yang telah mati dan terkubur dalam laut, dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun, fosil tersebut akan terdekomposisi secara alami dan membentuk minyak bumi. Salah satu hasil kekayaan alam paling besar ini memiliki nama lain Emas Hitam. Hal ini merujuk pada komposisi teksturnya yang berupa cairan kental berwarna coklat gelap atau bahkan terkadang kehijauan. Cairan kental nan gelap tersebut mudah terbakar dan terlindung berada lapisan atas kerak bumi.  

Baca juga: Residu dalam Hasil Olahan Minyak Bumi

Proses Terbentuknya Minyak Bumi

Minyak bumi berasal dari dekomposisi fosil organisme laut. Oleh sebab itu, minyak bumi (crude oil) juga dikenal sebagai bahan bakar fosil. Dalam proses pembentukan dan perubahan komposisi fosil tersebut, proses ini memerlukan waktu yang lama. Lebih dari ribuan bahkan jutaan tahun. Berikut rincian tahapan terbentuknya sumber daya alam ini:

1. Jasad organisme laut terkubur dalam tanah laut dan lapisan terluar kerak bumi

Dalam proses ini jutaan tahun lalu, organisme laut telah hidup dan tercipta, mereka menjalankan rantai ekosistem, hidup dan mati. Proses ini berjalan selama ribuan tahun, jasad organisme laut terbaring dalam dasar laut, mereka terkubur secara alami. Dan inilah yang kemudian menjadi bahan pembentukan minyak bumi (crude oil). Organisme laut yang menyumbang bahan paling banyak untuk membentuk minyak bumi adalah fosil dari alga dan plankton yang terkubur dalam tanah. 

2. Proses dekomposisi selama jutaan tahun

Setelah organisme laut terkubur secara alami, maka akan terjadilah dekomposisi yang ter-subsidence secara perlahan. Dalam proses dekomposisi ini, endapan sedimen juga membantu percepatan pembusukan materi organik yang telah tertimbun. 

3. Pengendapan Hasil dekomposisi

sedimen

Hasil awal dari dekomposisi tersebut akan terus mengendap dan terdorong oleh volume endapan yang semakin bertambah seiring berjalanya waktu. Bertambah beratnya sedimen dan material yang menimbun di atasnya, mampu mendorong hasil dekomposisi awal tersebut lebih dalam mendekati perut bumi. Semakin tertimbun lebih dalam maka fossil organisme-organisme tersebut akan mengalami tekanan dan mendapat perubahan suhu yang semakin tinggi atau semakin panas. Proses inilah yang kemudian menghadirkan perubahan senyawa kimia dari material dekomposisi organik tersebut. 

4. Endapan Menghasilkan bintik atau biji senyawa minyak dan gas

Perubahan material dalam endapan sedimen yang terus terkubur dalam-dalam menuju perut bumi inilah yang kemudian menyusun campuran bahan hidrokarbon dengan komposisi kompleks. 

5. Senyawa tersebut terakumulasi di batuan kedap

Alamiahnya, sedimen yang mengendapkan bahan minyak bumi atau crude oil, adalah sedimen berpori baik. Endapan minyak dan gas mulai terkumpul dan terbentuk dari peleburan akibat panasnya suhu dari perut bumi di pori-pori sedimen tersebut. Oleh karena tekanan gravitasi, minyak yang terkumpul dalam pori-pori sedimen akan terus bergerak secara perlahan. Akibat perbedaan densitas, maka gerakan tersebut akan memisahkan unsur-unsur minyak, gas, dan air yang terkandung dalam sedimen. Akumulasi dari pemisahan minyak dan gas di pori-pori sedimen selanjutnya akan terangkat lagi menuju ke permukaan karena memiliki massa yang lebih ringan daripada air.  

6. Jadilah deposit minyak bumi dalam laut

Naiknya minyak dan gas tersebut akan menyerupai rembesan yang kemudian secara alamiah akan terperangkap dalam batuan reservoir, terumbu karang, sampai antiklin. Dari perangkapan inilah akhirnya deposit itu akan menumpuk dalam laut dan akhirnya dapat diambil penambang. Senyawa kimia yang membentuk bumi dari proses yang panjang tersebut meliputi unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen, sulfur, halogenida, dan logam. 

Pengolahan Minyak Bumi

pengolahan minyak bumi

Untuk mengolah sumber minyak menjadi bahan bakar, para penambang harus melakukan pengeboran kerak bumi terlebih dahulu. Dari pengeboran ini, biasanya minyak bumi akan diangkat dan tercampur dengan gas alam.

Setelah dipisahkan dari campuran dengan gas alam, maka akan terbentuk menjadi cairan kental hitam dan berbau yang kemudian disebut dengan minyak mentah. Minyak mentah ini tidak dapat berguna secara langsung.

Minyak mentah akan melalui proses penjernihan/pemurnian (purifying) dengan destilasi bertingkat atau penyulingan minyak. Dari proses penyulingan inilah kemudian olahan itu dapat dibagi ke dalam fraksi-fraksi sesuai dengan acuan titik didih tiap senyawa hidrokarbon. 

Fraksi dan Pemanfaatan Minyak Bumi

Tiap rantai jenis hidrokarbon dalam minyak bumi (crude oil) memiliki titik didih yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai fraksi, yang dalam pemanfaatanya memiliki ragam manfaat yang berbeda. Berikut penjelasan ragam fraksi:

1. Gas (titik didih -160 sampai -30 derajat celcius)

LPG Minyak Bumi

Pemisahan gas dan minyak bumi merupakan tahapan sangat awal dalam fase penyulingan. Sebelum dipanaskan lebih lanjut gas dapat dengan mudah menguap. Salah satu contoh dari pemanfaatan fraksi gas inilah kegunaanya sebagai bahan bakar kompor gas LPG. 

Baca juga: Mengenal Gas Alam Sebagai Suplai Vital Energi Dunia

2. Petroleum Eter (titik didih 30 – 90 derajat celcius)

Petroleum eter merupakan hasil olahan dengan tingkat titik didih yang paling rendah dalam urutan kedua. Oleh sebab itu, petroleum eter masuk dalam kategori hasil olah minyak bumi (crude oil) yang mudah terbakar dan bisa dibeli dengan harga murah. Petroleum eter sering berguna sebagai bahan pengganti pentana dalam pelarut nonpolar. 

3. Bensin (titik didih 70 – 140 derajat celcius)

bensin

Pada titik didih ini mampu menghasilkan bensin yang memiliki campuran kimia unsur isomer-isomer heptana dan oktana. Hasil olahannya berupa bensin yang berguna sebagai bahan bakar utama kendaraan / transportasi bermotor saat ini.

4. Nafta (titik didih 80 – 170 derajat celcius)

Plastik Minyak Bumi

Nama lain nafta adalah bensin berat. Nafta merupakan hasil olahan yang dalam pemanfaatanya berguna sebagai bahan baku berbagai macam industri petrokimia. Yakni industri yang memproduksi plastik, karet sintesis, deterjen, obat, cat, serat sintesis, kosmetik, dan zat aditif. 

5. Kerosin dan Avtur (titik didih 180 – 250 derajat celcius)

avtur

Kerosin atau yang biasa masyarakat Indonesia kenal sebagai minyak tanah merupakan hasil olahan minyak bumi yang memiliki titik didih lebih tinggi dari bensin dan nafta. Pada zaman dahulu minyak tanah sering berfungsi sebagai bahan utama dalam menyalakan kompor tanah ataupun lampu tanah di rumah-rumah. Namun untuk saat ini, kerosin atau minyak tanah telah berkembang lebih lanjut menjadi avtur. Avtur inilah yang kemudian saat ini berguna sebagai bahan bakar utama pesawat terbang sampai bahkan mesin jet.

6. Solar (titik didih 270 – 350 derajat celcius)

Diesel Minyak Bumi

Solar merupakan hasil olahan minyak bumi yang berguna sebagai bahan bakar utama mesin diesel. Hasil olahan ini memiliki titik didih yang lebih tinggi dari avtur. 

Baca juga: Mengenal Biosolar, Potensi Sumber Energi Alternatif Masa Depan

7. Oli (titik didih 350 – 500 derajat celcius)

Pelumas mesin kendaraan atau oli juga merupakan hasil olahan minyak bumi. Pada umumnya, oli tidak bisa bercampur dengan air dan sangat licin dan lengket. 

8. Aspal (titik didih 525 derajat celcius)

aspal

Semakin tinggi titik didih yang minyak bumi, maka hasil dari olahan tersebut akan semakin bersifat lengket dan semakin tahan air atau tidak bisa tercampur dengan baik (memiliki tingkat adhesive yang semakin tinggi). Cairan yang dihasilkan pun ketika dalam keadaan dingin, akan mudah mengental dan membeku karena memiliki tingkat viskoelastis seperti karet. Oleh sebab itu, aspal berguna sebagai bahan utama pembuatan jalan raya.

Karakteristiknya yang elastis namun mampu merekatkan dengan erat dapat dengan baik menggabungkan susunan batu dalam jalan raya dan menghasilkan jalan yang aman bagi pengendara. Tidak hanya semakin adhesive, semakin tinggi titik didih juga semakin menghitamkan warna dari olahan minyak bumi sehingga aspal berwarna hitam pekat.  

Selain manfaat dari tiap fraksi minyak bumi, minyak bumi juga bermanfaat sebagai sumber bahan bakar panas dalam pembangkit listrik. Dalam perannya sebagai bahan bakar pembangkit listrik, minyak bumi berfungsi sebagai penghasil uap panas untuk menggerakkan turbin. 

Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

Peta Minyak Bumi

Posisi geografis Indonesia yang merupakan didominasi oleh lautan, berada di zona tropis khatulistiwa menciptakan Indonesia sebagai salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia dengan urutan ke 21. Indonesia sendiri dipercaya memiliki 60 cekungan endapan minyak bumi dimana di bagian wilayah barat Indonesia merupakan cekungan dengan kategori (mature field). Atau dalam kata lain cekungan sumber tersebut berada di wilayah barat, Yakni Sumatera dan Jawa, sudah tereksploitasi dan hampir terkuras habis. tercatat terdapat 36 titik cekungan di wilayah barat. Sedangkan, di wilayah timur Indonesia, terdapat 29 cekungan yang dinilai potensial dengan kandungan hidrokarbon untuk dijelajahi. 

Berikut merupakan daftar wilayah persebaran daerah penghasil Minyak di Indonesia:

1. Wilayah Barat

  • Pulau Sumatera:
    • Aceh (Lhokseumawe, Peureulak)
    • Sumatera Utara (Tanjung Pura)
    • Riau (Sungai Pakning & Dumai)
    • Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)
  • Pulau Jawa:
    • Jatim/Jawa Timur (Wonokromo, Delta Sungai Brantas)
    • Jabar/Jawa Barat (Majalengka & Jatibarang)

2. Wilayah Timur

  • Pulau Kalimantan:
    • Kalbar/Kalimantan Barat (Balikpapan & Pulau Tarakan)
    • Kaltim/Kalimantan Timur (Pulau Bunyu)
    • Kalsel/Kalimantan Selatan (Amuntai, Tanjung, dan Rantau)
  • Maluku:
    • Pulau Seram
  • Papua:
    • Papua Barat (Klamono, Sorong)
    • Teluk Bituni (Babo)

Baca juga: Mengenal Minyak dan Gas (Migas) dan Industrinya

Kesimpulan

Mengingat kategori minyak bumi sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui serta eksploitasi yang telah dilakukan, kami PT. Megah Anugerah Energi menjadi distributor hasil olahan bahan bakar alternatif yakni Biosolar B30 dalam ikut serta mengurangi penggunaan -nya. Oleh sebab itu, untuk penawaran produk dan harga serta pemesanan lebih lanjut, kunjungi laman produk kami.

Solar Industri menawarkan paket pemesanan produk bio solar B30, jasa bunker service, dan pembuatan tangki solar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk pemesanan lintas negara, silakan hubungi kontak kami yang telah tersedia. 

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.