Seputar Karbon: Pengertian, Fungsi, Ciri Khas dan Dampak Emisinya

Bagikan:
Senyawa karbon mengatur suhu bumi, menopang kehidupan mahluk hidup, dan menyediakan energi yang menjadi bahan bakar penggerak ekonomi global.
Gambar arang atau batu bara yang merupakan senyawa karbon
Daftar Isi

Jika kita mendengar kata karbon, maka hal yang terlintas di kepala adalah polusi. Namun faktanya, karbon juga memiliki segudang manfaat untuk kehidupan. Simak selengkapnya tentang karbon pada artikel ini!

Pengertian Karbon

Karbon adalah unsur kimia yang identik dengan simbol C dan memiliki nomor atom 6. Unsur ini memiliki jumlah massa atom 12,01 u. Karbon atau Carbon bersifat nonlogam dan tetravalen, yang berarti unsur ini dapat membentuk ikatan kimia kovalen dengan empat elektron. 

Unsur ini berada dalam kelompok 14 dari tabel periodik. Carbon menyumbang sekitar 0,025% dari kerak bumi. Berdasarkan data,Carbon adalah elemen paling melimpah ke-15 di kerak Bumi dan, berdasarkan massanya, carbon merupakan elemen paling melimpah keempat di alam semesta, setelah hidrogen, helium, dan oksigen.

Fungsi Karbon

ilustrasi emisi karbon dari industri
Ilustrasi Emisi Carbon dari Kawasan Industri (From Unsplash)

Carbon adalah elemen yang sangat serbaguna dan penting dengan berbagai fungsi dan peran dalam berbagai aspek kehidupan dan alam. Berikut adalah beberapa fungsi utama carbon:

1. Blok Bangunan Kehidupan

Carbon adalah unsur dasar dari kehidupan. Unsur ini membentuk tulang punggung molekul seperti protein, karbohidrat, lipid (lemak), dan asam nukleat (DNA dan RNA).

2. Penyimpanan dan Transfer Energi

Senyawa carbon berfungsi sebagai sumber energi utama bagi organisme hidup. Melalui proses seperti respirasi seluler dan fotosintesis, molekul berbasis carbon menyimpan dan melepaskan energi, sehingga memungkinkan terjadinya proses kehidupan. 

3. Dukungan Struktural

Senyawa berbasis carbon berkontribusi pada struktur dan stabilitas organisme hidup. Sebagai contoh, carbon membentuk kerangka protein, menentukan bentuk dan fungsinya.

4. Regulasi Iklim

Carbon memainkan peran penting dalam sistem iklim bumi. Karbon dioksida (CO2) adalah gas rumah kaca yang menahan panas dari matahari dan membantu menjaga kestabilan suhu di planet ini. Namun, emisi CO2 yang berlebihan dari aktivitas manusia berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.

5. Siklus Karbon

Carbon adalah komponen penting dari siklus carbon, yaitu pergerakan carbon melalui atmosfer, tanah, lautan, dan organisme hidup di bumi. Siklus ini melibatkan proses-proses seperti fotosintesis, respirasi, penguraian, dan pembentukan bahan bakar fosil.

6. Pembentukan Bahan Bakar Fosil 

Selama jutaan tahun, sisa-sisa tanaman dan hewan yang kaya akan carbon, terkena panas dan tekanan sehingga membentuk bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam. Bahan bakar ini adalah sumber energi utama untuk aktivitas manusia.

7. Reaksi Kimia

Sifat ikatan carbon yang unik memungkinkannya membentuk ikatan yang stabil dengan berbagai macam elemen, sehingga memungkinkan pembentukan reaksi kimia yang tak terhitung jumlahnya. Unsur ini membentuk dasar kimia organik, yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa yang mengandung carbon.

8. Aplikasi Industri

Carbon digunakan secara luas di berbagai industri. Unsur ini merupakan komponen kunci dalam pembuatan baja, karena carbon ditambahkan ke besi untuk membuatnya lebih kuat. Serat carbon digunakan dalam industri kedirgantaraan, otomotif, dan konstruksi karena sifatnya yang ringan dan berkekuatan tinggi.

Selain itu, bahan berbasis carbon digunakan dalam baterai, elektronik, dan proses pemurnian air.

9. Proses Geologi

Karbon terlibat dalam proses geologi seperti pelapukan batuan, pembentukan batu kapur dan batuan sedimen, dan pengaturan tingkat pH di badan air.

Baca Juga: Oksigen, Sifat Kimia dan Fisika, Fungsi, dan Sejarahnya

Ciri Khas Karbon

Berikut adalah beberapa ciri khas karbon:

1. Kekuatan Ikatan

Carbon memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom unsur lain. Hal ini memungkinkan carbon membentuk rantai dan struktur yang kompleks dan beragam, termasuk ikatan rangkap ganda dan cincin.

2. Keberlimpahan

Carbon adalah unsur yang sangat melimpah di alam. Unsur ini merupakan unsur yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan dan berperan penting dalam banyak senyawa yang ditemui di alam.

3. Kekuatan Struktur

Carbon dapat membentuk ikatan yang sangat kuat dan stabil dengan atom lain. Hal ini memungkinkan pembentukan struktur padat, serta berbagai polimer yang kuat dan elastis.

4. Keberagaman

Carbon memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan dengan berbagai jenis atom lain, termasuk hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, dan banyak lainnya. Kekuatan ikatan dan fleksibilitas ini memungkinkan carbon membentuk jutaan senyawa organik yang berbeda.

5. Karbon sebagai Komponen Hidrokarbon

Carbon sangat umum terdapat dalam senyawa hidrokarbon, yang terdiri dari carbon dan hidrogen. Hidrokarbon merupakan kelompok senyawa organik yang penting dan mencakup bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

6. Konduktor

Beberapa bentuk carbon seperti grafit dan graphene memiliki sifat konduktor listrik yang baik. Ini menjadikan carbon penting dalam aplikasi teknologi seperti elektronika, baterai, dan pengembangan material konduktor.

Jejak Karbon

Jejak karbon atau carbon footprint mengacu pada jumlah total emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO2), yang dilepaskan secara langsung maupun tidak oleh individu, organisasi, suatu peristiwa, atau produk. Carbon footprint mengukur dampak aktivitas manusia terhadap sistem iklim bumi dan dinyatakan dalam satuan setara dengan (CO2).

Gas rumah kaca, termasuk CO2, memerangkap panas di atmosfer bumi, yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Konsep jejak karbon bertujuan untuk mengukur emisi yang terkait dengan berbagai aktivitas, seperti konsumsi energi, transportasi, proses manufaktur, dan pengelolaan limbah.

Dengan memahami dan mengurangi jejak karbon setiap individu, bisnis, dan pemerintah dapat menentukan langkah untuk mengurangi perubahan iklim dan bertransisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Mengurangi jejak karbon melibatkan kombinasi strategi, termasuk efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, pengurangan limbah, dan perubahan pola konsumsi. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, individu dan organisasi dapat meminimalisir dampak emisi karbon terhadap perubahan iklim dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.

Penting untuk dicatat, meskipun jejak karbon adalah alat yang berguna untuk menilai dan mengelola emisi gas rumah kaca, jejak karbon hanyalah salah satu aspek dari banyaknya dampak lingkungan secara keseluruhan. Faktor-faktor lain seperti penggunaan air, degradasi lahan, dan penipisan sumber daya juga harus dipertimbangkan untuk penilaian keberlanjutan yang komprehensif.

Dampak Emisi Gas Karbon

ilustrasi emisi karbon dari pabrik
Ilustrasi Emisi Carbon dari Pabrik (from Unsplash)

Setelah memahami apa itu jejak karbon, maka kita perlu mengetahui dampak dari emisi karbon itu sendiri.

Berikut beberapa dampak negatif dari emisi gas karbon:

1. Pemanasan Global

Global Warming adalah peristiwa peningkatan suhu rata-rata pada atmosfer bumi. Penyebab utama dari masalah lingkungan ini adalah meningkatnya volume gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana yang dilepaskan oleh pembakaran bahan bakar fosil, emisi dari kendaraan, industri, dan aktivitas manusia lainnya.

2. Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan Ozon melindungi bumi dari bahaya paparan sinar ultraviolet. Lapisan ini ditemukan di daerah atas stratosfer. Menipisnya lapisan ozon mengakibatkan masuknya sinar ultraviolet yang berbahaya ke permukaan bumi yang dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada individu dan juga lingkungan. Penyebab utama dari fenomena ini adalah akumulasi gas rumah kaca alami termasuk klorofluorokarbon, karbon dioksida, metana, dan lain sebagainya.

3. Polusi Udara

Melansir dari situs UN Environment Programme, Polusi udara adalah ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat secara global dan menyumbang sekitar 7 juta kematian dini setiap tahunnya.

Polusi udara dan perubahan iklim sangat erat kaitannya karena semua polutan utama berdampak pada iklim dan sebagian besar memiliki sumber yang sama dengan gas rumah kaca. Meningkatkan kualitas udara kita akan membawa manfaat bagi kesehatan, pembangunan, dan lingkungan.

4. Hujan Asam

Peningkatan jumlah gas rumah kaca di udara dapat menyebabkan hujan asam. Emisi gas rumah kaca bercampur dengan air hujan kemudian menjadi hujan asam. Dengan adanya peristiwa hujan asam, sungai dan danau dapat terkontaminasi sehingga perairan tersebut menjadi tercemar.

Baca Juga: Nitrogen, Fungsi, Unsur, Sifat, dan Manfaatnya

Itulah beberapa informasi mengenai karbon yang dapat kami sampaikan secara detail.

Solar Industri tidak hanya menyediakan informasi terbaru terkait zat kimia ataupun dunia migas (minyak dan gas), tetapi kami juga menawarkan produk Pertamina resmi.

Solar Industri menerima pemesanan Marine Fuel Oil (MFO) dengan harga kompetitif. Selengkapnya, bisa dicek di sini.

Hubungi tim kami hari ini untuk penawaran menarik!

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.