Mengetahui Lebih Lanjut Terkait LPG sebagai Bahan Bakar Rumah Tangga

Bagikan :
LPG

Anda sudah pasti acap kali mendengar istilah LPG dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang anda ketahui bahwa LPG sangat lekat kehadirannya di lingkungan masyarakat luas. Selain itu, anda tentunya sudah mengetahui bahwa LPG adalah salah satu kebutuhan pokok yang paling banyak dicari dan digunakan dalam kehidupan masyarakat.

Bagaimana tidak, sejatinya elpiji memainkan peran yang cukup penting dalam masyarakat. Hal tersebut karena gas minyak cair ini digunakan sebagai bahan bakar ketika memasak. Oleh karena itu, bahan bakar ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Akan tetapi, apakah anda mengetahui apa itu LPG? Bagaimana awal mula LPG ditemukan? Apa saja jenis dan sifat-sifat dari bahan bakar ini? Lalu, apa bahayanya? Pada artikel ini, kami akan membahas tuntas terkait jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Simak selengkapnya ya!

Pengertian

Pengertian LPG
© Unsplash

LPG (Liquified Petroleum Gas) atau yang biasa kita ketahui dengan sebutan elpiji adalah kumpulan senyawa gas hidrokarbon yang berada dalam bentuk cair. Pada dasarnya, senyawa ini berbentuk gas pada kondisi atmosfer. Akan tetapi, karena telah mengalami penurunan suhu dan penambahan tekanan, maka senyawa tersebut akan berubah wujud menjadi cair. Oleh karena itu, kumpulan senyawa ini disebut dengan LPG atau gas minyak cair.

Menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), LPG adalah gas bumi yang telah melalui proses pencairan dengan komponen utama yang berupa propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji dapat berasal dari proses penyulingan minyak mentah atau dari kondensasi gas bumi dari kilang minyak bumi. Proses dalam mengolah gas bumi menjadi elpiji yaitu absorpsi dan kriogenik.

Dilansir dari laman calor.co.uk, LPG adalah gas hidrokarbon yang berbentuk cair. Elpiji adalah bahan bakar yang tidak berwarna, rendah karbon, dan sangat efisien. Bahan bakar ini terdiri dari 2 jenis komponen  utama yaitu propana (C3H8) dan butana (C₄H₁₀). Di sisi lain, bahan bakar ini memiliki berbagai kegunaan dalam kehidupan, seperti untuk memasak, menghangatkan rumah, dan lain sebagainya.

Proses pencairan pada minyak bumi perlu dilakukan karena volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil daripada dalam bentuk gas dengan berat yang sama. Oleh karena itu, gas minyak cair ini didistribusikan dalam bentuk cair di dalam tabung logam yang bertekanan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya ekspansi panas dari cairan di dalamnya. Selain itu, titik didih dari gas elpiji sangatlah rendah sehingga ia akan mudah menguap apabila penyimpanannya bukan di dalam tabung logam bertekanan.

Sejarah Singkat

Pada mulanya, suatu industri gas alam memiliki masalah terkait senyawa yang terkandung di dalam gas tersebut. Masalah tersebut tak lain karena senyawa propana dan butana. Hal ini karena kedua senyawa tersebut tidak stabil, mudah menguap, dan membentuk tekanan uap ketika proses distribusi dan penyimpanan gas alam.

Pada tahun 1910, Dr. Walter Snelling selaku ilmuwan dan peneliti yang bekerja di United State Geological Survey mulai melakukan sebuah eksperimen terkait kedua senyawa tersebut. Tak membutuhkan waktu lama, pada tahun 1911, Snelling berhasil membuat sampel propana dan butana. Dia juga mulai mendapatkan gamabran terkait cara distribusi dan penyimpanan kedua senyawa tersebut. Oleh karena itu, Snelling mendapatkan hak paten terkait metode yang ia gunakan dalam membuat elpiji.

Pada 1920an, proses produsi gas minyak cair belum mulai. Akan tetapi, penjualan gas ini mencapai 223 ribu galon di Amerika Serikat pada tahun 1922 dan meningkat hingga mencapai 400 ribu galon pada 3 tahun berikutnya. Pada tahun 1918, gas minyak ini digunakan pertama kali sebagai bahan bakar mesin (pada truk). Pada tahun 1929, tingkat penjualan bahan bakar meningkat hingga 10 juta galon di Amerika Serikat. Sejak saat itu, penggunaan elpiji terus mengalami peningkatan.

Jenis-jenis

Berdasarkan spesifikasinya, elpiji terbagi menjadi tiga jenis yaitu LPG campuran, propana, dan butana. Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Berikut ini adalaah penjelasan terkait masing-masing jensi elpiji, antara lain:

1. Campuran

Jenis yang pertama yaitu elpiji campuran. Sesuai dengan namanya, gas minyak ini terdiri dari senyawa campuran yaitu propana dan butana. Untuk elpiji yang dipasarkan oleh Pertamina tergolong ke dalam elpiji campuran. Elpiji jenis ini biasanya digunakan untuk kepentingan rumah tangga, seperti memasak.

2. Propana

Propana adalah salah satu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari 3 atom C (karbon) dan 8 atom H (hidrogen). Senyawa ini memiliki titik didih yang sangat rendah yaitu -42oC. Biasanya, propana digunakan untuk kepentingan di luar ruangan. Selain itu, propana juga biasa digunakan untuk kepentingan komersial, seperti pemanas sentral, memasak, dan transportasi.

3. Butana

Komponen utama lainnya dari elpiji adalah butana. Butana sendiri memiliki struktur kimia dengan 4 atom C dan 10 atom H (C₄H₁₀). Titik didih butana lebih tinggi daripada propana yaitu -2oC sehingga butana cocok untuk digunakan sebagai bahan bakar portable. Selain itu, butana menghasilkan energi yang lebih banyak daripada propana. Butana juga dapat digunakan sebagai propellant dan refrigerant.

Sifat-sifat

Setelah mengetahui terkait pengertian, sejarah singkat dan jenis-jenis LPG. pada bagian ini, kami akan menjelaskan kepada anda terkait sifat-sifat dari gas elpiji. Berikut adalah sifat dari gas elpiji, antara lain:

  • Titik didih sangat rendah
  • Tidak berwarna
  • Tidak beracun
  • Bau menyengat
  • Mudah terbakar (flammable)
  • Cairan mudah menguap
  • Gas lebih berat dari udara sehingga cenderung menempati daerah rendah
  • Didistribusikan dalam tabung logam silinder yang bertekanan

Bahaya

Dalam penggunaan suatu produk, tentunya terdapat risiko bahaya yang mungkin terjadi selama menggunakannya. Pada LPG, terdapat kemungkinan terjadinya kebocoran tabung atau instalasi terkait. Apabila terdapat api di tempat tersebut, maka akan terjadi kebarakan. Tekanan gas elpiji cukup tinggi sehingga akan segera menyebar luas ketika terjadi kebocoran. 

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwasanya gas elpiji tidak berbau sehingga dapat membahayakan penggunanya apabila terjadi kebocoran karena sulit terdeteksi. Menanggapi hal tersebut, Pertamina selaku produsen gas LPG menambahkan bahan kimia berupa mercaptan. Bahan kimia tersebut memiliki bau yang khas dan menusuk hidung sehingga kebocoran yang mungkin saja terjadi dapat terdeteksi dengan mudah.

Kesimpulan

LPG atau Liquified Petroleum Gas adalah gas minyak yang terdiri dari senyawa hidrokarbon dan berbentuk cair. Komponen utama dari elpiji adalah propana dan butana. Berdasarkan spesifikasinya, elpiji terbagi menjadi tiga jenis yaitu campuran, propana, dan butana. 

Terdapat beberapa sifat dari gas elpiji, seperti tak berwarna, titik didih rendah, tidak beracun, mudah terbakar (flammable), dan lain sebagainya. Selain itu, adapun bahaya dari penggunaan gas ini. Semoga artikel ini dapat membantu anda memahami LPG. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Solar Industri menyediakan Jasa Bunker Service dan pembelian Biosolar B30 non-subsidi resmi Pertamina. Cek laman resmi kami terkait informasi penawaran dan harga khusus!

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.