
Apakah Marine Gas Oil itu? Pernahkah anda mendengar istilah Marine Gas Oil?
Marine Gas Oil sendiri merupakan salah satu jenis bahan bakar mesin kapal. Pemilihan bahan bakar kapal sangat memengaruhi kinerja mesin kapal, salah satunya adalah Marine Gas Oil. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi tentang Marine Gas Oil!
Apa Itu Marine Gas Oil
Marine Gas Oil (MGO) merupakan bahan bakar laut yang terdiri dari distilat. Distilat sendiri adalah semua komponen minyak mentah yang menguap dalam distilasi fraksional. Komponen kemudian dikondensasi dari fase gas menjadi fraksi cair.
MGO mirip dengan bahan bakar diesel tetapi memiliki kepadatan yang lebih tinggi. Bahan bakar jenis ini tidak memerlukan pemanasan selama penyimpanan, tidak seperti HFO.
Melansir dari situs oil tanking, Marine Gas Oil diproduksi dengan berbagai tingkat kandungan sulfur, meskipun kandungan sulfur maksimum yang diizinkan untuk Marine Gas Oil berada di bawah kandungan sulfur pada bahan bakar minyak berat. MGO bersulfur rendah (LS-MGO) memiliki kandungan sulfur kurang dari 0,1%.
Marine Gas Oil digunakan pada mesin penggerak tambahan yang lebih kecil juga mesin kapal dengan kecepatan menengah hingga tinggi. MGO biasanya sering ditemukan pada kapal penangkap ikan, kapal feri kecil, atau kapal derek. Marine Gas Oil yang berbahan dasar hasil sulingan yang lebih ringan, memiliki viskositas yang rendah dan dapat dengan mudah dipompakan ke dalam mesin pada suhu sekitar 20°C.
MGO memiliki warna yang transparan hingga terang. Di Uni Eropa, bahan bakar laut yang bebas cukai wajib ditandai dengan penanda Solvent Yellow 124. Selain itu, minyak pemanas yang pajaknya lebih rendah juga diberi pewarna merah agar tidak disalahgunakan sebagai bahan bakar kapal atau kendaraan.
Baca Juga: Kapal Tongkang, Fungsi, Jenis, dan Gambarnya
Keunggulan Marine Gas Oil
Setelah mengetahui penjelasan tentang MGO, maka selanjutnya tibalah kita dalam pertanyaan, apa saja keunggulan dari MGO? Berikut penjabaran keunggulannya:
1. Efisiensi Biaya
Meskipun bahan bakar MGO biasanya lebih mahal daripada HFO, bahan bakar ini masih dapat memberikan penghematan biaya dalam jangka panjang. Karena MGO menghasilkan emisi yang lebih rendah, kapal yang menggunakan bahan bakar ini memiliki kemungkinan untuk mendapatkan insentif atau diskon biaya pelabuhan atau skema perdagangan emisi.
Selain itu, peningkatan efisiensi MGO dapat menekan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional yang lebih rendah dari waktu ke waktu.
2. Meningkatkan Efisiensi Mesin Kapal
Bahan bakar MGO dapat membantu meningkatkan efisiensi mesin kapal. MGO memiliki nilai kalor per kilogram yang sedikit lebih tinggi daripada HFO dan pembakarannya jauh lebih bersih, sehingga mesin bekerja lebih stabil dengan deposit yang lebih sedikit. Perlu dicatat, kerapatan energi per liternya justru lebih rendah daripada HFO, sehingga penghematan sebenarnya lebih banyak datang dari berkurangnya biaya perawatan dan pemanasan bahan bakar.
Selain kepadatan energinya yang lebih tinggi, MGO juga memiliki viskositas yang lebih rendah daripada HFO, yang berarti MGO mengalir lebih mudah melalui sistem bahan bakar mesin, yang dapat membantu mengurangi keausan pada komponen mesin dan meningkatkan kinerja mesin secara keseluruhan.
3. Mengurangi Emisi
Salah satu keunggulan utama bahan bakar Marine Gas Oil (MGO) adalah menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar laut lainnya. MGO memiliki kandungan sulfur yang lebih rendah, yang berarti MGO menghasilkan lebih sedikit emisi sulfur oksida (SOx) dan partikulat (PM). Hal ini menjadikannya bahan bakar yang ideal untuk digunakan di pelabuhan dan Area Kontrol Emisi (ECA), yang memiliki peraturan ketat untuk membatasi emisi.
Selain mengurangi emisi SOx dan PM, MGO juga menghasilkan tingkat nitrogen oksida (NOx) yang lebih rendah dibandingkan dengan Heavy Fuel Oil (HFO). Emisi NOx memicu hujan asam, kabut asap, dan berbagai masalah kualitas udara lainnya, sehingga menekan emisi zat ini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di kawasan pelabuhan.
Kelemahan Marine Gas Oil
Setelah mengetahui beberapa keunggulan MGO, berikut beberapa kelemahan MGO yang perlu diketahui:
1. Ketersediaan
Kerugian dari bahan bakar MGO adalah ketersediaannya yang terbatas dibandingkan dengan bahan bakar laut lainnya. Bahan bakar MGO biasanya hanya tersedia di pelabuhan-pelabuhan besar dan tidak tersedia secara luas seperti HFO dan MDO. Hal ini dapat menjadi masalah yang signifikan bagi kapal yang beroperasi di daerah terpencil atau pelabuhan yang lebih kecil.
Ketersediaan bahan bakar MGO yang terbatas juga dapat menyebabkan masalah rantai pasokan dan potensi penundaan bagi kapal yang membutuhkan bahan bakar ini. Hal ini dapat menjadi masalah bagi kapal yang beroperasi dengan jadwal yang padat.
2. Harga yang relatif tinggi
Melansir dari situs maritimepage, salah satu kelemahan utama bahan bakar MGO adalah biayanya yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar laut lainnya. MGO adalah salah satu bahan bakar laut termahal yang tersedia, dengan harga lebih tinggi per metrik ton dibandingkan dengan Heavy Fuel Oil (HFO) dan Marine Diesel Oil (MDO).
Biaya bahan bakar MGO yang lebih tinggi secara signifikan dapat berdampak pada biaya operasional kapal. Hal ini dapat menjadi masalah bagi kapal yang beroperasi dengan margin keuntungan yang rendah.
Baca Juga: Eksplorasi Minyak dan Gas, Tujuan, Tahapan, dan Contohnya
Harga Marine Gas Oil

Melansir dari situs maritimepage, MGO atau Marine Gas Oil adalah jenis bahan bakar yang umum digunakan dalam industri perkapalan. Harga bahan bakar MGO merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi biaya operasional kapal. Ada beberapa faktor yang memengaruhi harga bahan bakar MGO, antara lain harga minyak mentah, penawaran dan permintaan, serta regulasi.
Sebagai gambaran historis, menurut Ship & Bunker harga bahan bakar MGO di Singapura tercatat $606,00 per metrik ton pada 6 April 2023. Indeks harga G20-VLSFO di 20 pelabuhan bunker terkemuka turun $4/mt menjadi $ 632,50/mt, mencapai level terendah sejak 11 Januari. Harga bahan bakar bunker bersifat fluktuatif dan dapat berfluktuasi berdasarkan kondisi pasar.
Kandungan sulfur juga memengaruhi bahan bakar MGO. International Maritime Organization (IMO) telah menetapkan bahwa mulai 1 Januari 2020, kandungan sulfur maksimum dalam bahan bakar minyak laut harus 0,5%m/m. Sehingga, terjadi pergeseran permintaan ke arah bahan bakar rendah sulfur seperti MGO, yang berakibat pada kenaikan harga bahan bakar MGO.
Faktor lain yang mempengaruhi harga bahan bakar MGO adalah lokasi. Harga bahan bakar MGO dapat bervariasi secara signifikan berdasarkan lokasi dan ketersediaan bahan bakar. Sebagai contoh, harga bahan bakar MGO di Rotterdam tercatat $610,00 per metrik ton pada 6 April 2023 menurut Oil Monster. Angka tersebut hanya gambaran pada tanggal itu, karena harga bunker berubah setiap hari.
Secara keseluruhan, harga bahan bakar MGO merupakan faktor penting yang perlu menjadi aspek pertimbangan oleh perusahaan pelayaran saat membuat perencanaan operasional. Harga bahan bakar MGO dapat berfluktuasi karena berbagai faktor, dan perusahaan pelayaran harus terus memantau kondisi pasar untuk mengoptimalkan operasi mereka dan menekan biaya.
Itulah beberapa informasi mengenai Marine Gas Oil yang dapat kami sampaikan secara detail. Solar Industri menerima pemesanan Bio Solar (B40). Selengkapnya, bisa dicek di sini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Marine Gas Oil?
Marine Gas Oil atau MGO adalah bahan bakar laut berbasis distilat, yaitu fraksi minyak mentah yang menguap saat distilasi lalu diembunkan kembali menjadi cairan. MGO berwarna bening hingga terang dan tidak perlu dipanaskan selama penyimpanan.
Apa perbedaan MGO dan HFO?
MGO adalah bahan bakar distilat dengan viskositas rendah yang dapat langsung dipompa pada suhu sekitar 20 derajat Celsius. HFO adalah residu kilang yang sangat kental dan harus dipanaskan sebelum masuk mesin. Kadar sulfur MGO juga jauh lebih rendah.
Berapa kandungan sulfur Marine Gas Oil?
MGO tersedia dalam beberapa tingkat kadar sulfur. Varian rendah sulfur atau LS-MGO memiliki kandungan sulfur di bawah 0,1 persen, sesuai batas yang berlaku di kawasan pengendalian emisi atau ECA.
Kapal apa yang memakai Marine Gas Oil?
MGO dipakai pada mesin bantu berukuran kecil serta mesin kapal berkecepatan menengah hingga tinggi. Jenis kapal yang umum memakainya adalah kapal penangkap ikan, kapal feri kecil, dan kapal derek.
Apa keunggulan Marine Gas Oil?
Keunggulan utamanya emisi yang jauh lebih rendah, terutama sulfur oksida dan partikulat, sehingga cocok dipakai di pelabuhan dan kawasan ECA. MGO juga tidak memerlukan sistem pemanas, dan viskositasnya yang rendah menekan keausan komponen sistem bahan bakar.
Apa kelemahan Marine Gas Oil?
Dua kelemahan utamanya adalah harga yang lebih tinggi dibanding HFO maupun MDO, dan ketersediaan yang terbatas karena umumnya hanya tersedia di pelabuhan besar.





