Inilah Petroleum Eter, Salah Satu Fraksi Minyak Bumi

Bagikan:
Petroleum eter memiliki sifat mudah menguap, mudah terbakar dan tidak berwarna dengan rumus kimia C6H14. Pemanfaatannya banyak dijumpai di industri untuk pembersih mikroskop, pelarut non-polar dan bahan pembuatan obat. Pemanfaatannya tersebut tetap perlu diawasi karena jika menggunakan dosis terlalu tinggi dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia.
petroleum eter
Daftar Isi

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah petroleum. Namun, pernahkah Anda mendengar terkait petroleum eter? Cairan ini dapat dengan mudah Anda temui pada laboratorium kimia sebagai zat pelarut. 

Oleh karenanya, biasanya kemasannya memiliki deskripsi yang menjelaskan rentang didih, mulai dari 30–50 °C, 40–60 °C, 50–70 °C, 60–80 °C, dan seterusnya. Hal ini memudahkan para pemasok untuk mengetahui seberapa kuat penguapan dan residu dari proses produksinya.

Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas serba-serbi petroleum eter. Mulai dari pengertian, struktur pembentuk, rumus kimia, perbedaannya dengan eter, fungsi, kegunaan, hingga efek sampingnya. Yuk, simak tulisannya di bawah ini!

Apa Itu Petroleum Eter?

Petroleum eter adalah bagian dari hidrokarbon cair yang mudah menguap, mudah terbakar, dan tidak berwarna. Terkadang orang-orang menyebutnya sebagai benzin, benzine, petroleum benzine, canadol, light ligroin, dan skellysolve.

Rumus kimia-nya adalah C6H14 dengan titik didih sebesar 30 hingga 70° C. Ia terdiri dari hidrokarbon alifatik yang mengubah menguap serta pentana dan isoheksana. 

Fraksi minyak bumi yang berupa petroleum eter umumnya digunakan untuk pelarut atau bahan untuk pembersih. Walaupun berfungsi sebagai pelarut, densitasnya lebih rendah dari massa jenis air sehingga sulit larut dalam air dan cenderung mengapung.

Proses pembuatannya melalui penyulingan minyak bumi. Beberapa bagian dari distilat yang merupakan perantara antara nafta yang lebih ringan dengan minyak tanah yang lebih berat. Massa jenis molekul ini berkisar antara 0,6 hingga 0,8, namun semua tergantung pada komposisinya.

Campuran molekul ini dapat terdegradasi secara cepat pada media manapun. Di udara, mereka bereaksi dengan radikal hidroksil melalui proses fotokimia dengan perkiraan waktu 3-8 hari. Di tanah, mereka memiliki mobilitas tinggi sehingga penguapan diperkirakan akan berlangsung dengan signifikan. 

Waktu volatilisasi pada air akan berbeda tergantung tempatnya. Di sungai, karena terdapat arus maka hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam. Sementara, di danau bisa mencapai 4 hari. Sementara, campuran petroleum eter tidak larut dalam air dan hidrolisis diperkirakan tidak signifikan.

Baca Juga: Berkenalan dengan Bahan Bakar Fosil: Pengertian Hingga Keuntungan 

Perbedaan Eter dan Petroleum Eter

Jangan samakan benzine dengan benzena. Benzine adalah campuran alkana, seperti pentana, heksana, dan heptana. Sementara, benzena adalah petroleum eter (C6H14) yang terdiri dari siklik dan hidrokarbon aromatik.

Demikian juga petroleum eter adalah molekul. Ia tidak bisa disamakan dengan senyawa organik yang disebut eter.

Oleh karena itu, perbedaan utama antara eter dan petroleum eter adalah bahwa eter terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen dengan ikatan –O- eter, sedangkan petroleum eter adalah campuran senyawa hidrokarbon. 

Di sisi lain, keduanya sangat berbeda dari segi produksinya. Petroleum eter adalah produk dari proses pemurnian minyak bumi, sementara eter diproduksi melalui dehidrasi alkohol antarmolekul.

Menurut Differencebetween.com, ketika mempertimbangkan kelarutan dalam air, beberapa molekul eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air dan larut dalam air. Sedangkan, senyawa hidrokarbon ini tidak bisa membentuk ikatan hidrogen dan tidak larut dalam air. 

Baca Juga: Mengenal Istilah Refinery (Pemurnian) dalam Industri Perminyakan

Manfaat Petroleum Eter dan Kegunaannya

Setelah memahami bagaimana gambaran umum dari molekul yang satu ini, Anda juga perlu mengerti pemanfaatannya di kehidupan sehari-hari dan bagi industri. Berikut penjelasannya:

1. Petroleum

Petroleum eter banyak digunakan oleh perusahaan farmasi dan dalam proses manufaktur. Ia diproduksi menjadi obat inhalansia yang terdiri dari hidrokarbon ringan. 

Ekstraksi bagian udara dari ageratum conyzoides dalam molekul ini memainkan peran penting untuk isolasi stigmasterol dan beta sitosterol.

2. Zat Pembersih

Untuk membersihkan lensa mikroskop atau permukaan optis, tentu memerlukan bahan yang tidak sembarangan. Salah satunya dengan mencampurkan bahan petroleum eter dan 2-propanol.

Anda hanya perlu mengusapkannya dengan tisu pembersih lensa, kertas yang menyerap carian, atau kapas medis.

3. Pelarut Non-Polar

Molekul ini memiliki kegunaan sebagai pelarut non-polar untuk lemak, minyak, varnish, dan karet. Biayanya cenderung lebih rendah daripada pelarut organik lainnya. 

Molekul ini umumnya melarutkan lebih banyak lipid non-polar daripada dietil eter dan memiliki potensi yang lebih kecil untuk pembentukan peroksida.

Baca Juga: Minyak Tanah Sebagai Bahan Bakar Kompor sampai Pesawat Jet

Efek Samping Petroleum Eter

Walaupun memiliki kegunaan yang bermanfaat bagi industri, manusia juga tetap akan terancam jika terpapar oleh molekul ini. Ia dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing jika terhirup. 

Dalam dosis yang lebih tinggi, ia dapat mengganggu konsentrasi sehingga menyebabkan depresi sistem saraf pusat, dan kehilangan kesadaran. 

Gejala konsumsi mungkin termasuk mual, muntah, serta gejala pusing, kantuk dan depresi sistem saraf pusat. Apabila hal ini terjadi, maka senyawa tersebut dapat tersedot ke paru-paru, dan mengakibatkan risiko pneumonitis kimia.

Baca Juga: Gas Metana: Berbahaya atau Bermanfaat?

Kesimpulan

Petroleum eter atau C6H14 merupakan salah satu fraksi dari minyak bumi. Molekul ini berbentuk cairan tanpa warna yang berasal dari penyulingan. Tentunya, ia berbeda dengan zat kimia lain seperti eter ataupun benzena.

Kegunaannya mudah kita temukan pada laboratorium maupun industri sebagai bahan pelarut atau pembersih. Walaupun begitu, paparannya juga berefek buruk bagi manusia. Sehingga, kita harus waspada ketika berhadapan cairan ini.

Solar Industri menjadi supplier resmi Pertamina dengan menyediakan pembelian Bio Solar B30 dan Marine Fuel Oil (MFO) non-subsidi. Silakan kunjungi laman kami untuk mendapatkan harga khusus dari tim kami.

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.