Mengenal Bahan Bakar Diesel dan Pemanfaatannya dalam Dunia Industri

Bagikan :
bahan bakar diesel

Salah satu dari sekian fraksi minyak bumi yang sering dipakai dalam keseharian manusia adalah solar atau yang biasa disebut dengan diesel. Pada dasarnya bahan bakar diesel adalah bahan bakar yang hanya bisa dipakai oleh mesin diesel. Harga nya yang cenderung lebih murah serta karakteristik bahan bakar yang berbeda dengan bensin, menjadikan diesel sebagai bahan bahan bakar andalan berbagai ragam mesin. Mulai dari mesin kendaraan sampai bahkan mesin-mesin industri. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu diesel? Apa perbedaan diesel dengan bensin? Bagaimana cara kerja diesel? Apa saja jenis-jenis diesel? Dan apa saja macam pemanfaatan diesel? Akan dijawab dengan komprehensif pada artikel di bawah ini. Mari baca seksama!

Apa Itu Diesel (Solar)?

Diesel dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai solar. Diesel adalah cairan bahan bakar yang terbentuk dari molekul hidrokarbon kompleks dengan titik didih 150°C sampai 380°C pada proses destilasi minyak bumi. Kualitas bahan bakar diesel atau solar ditentukan oleh seberapa tinggi angka setana dalam kandungan diesel tersebut. Dimana rentang angka setana berada pada kisaran pengukuran angka 1-100. Semakin tinggi nilai setana sebuah hasil olahan diesel, maka ia akan semakin cepat terbakar dan memiliki kemurnian yang tinggi. 

Diesel dengan setana yang tinggi bekerja semakin efektif dan efisien sehingga menghasilkan emisi yang rendah. Berbanding terbalik, bahan bakar solar dengan setana yang rendah tidak dapat menjalankan mesin dengan efektif. Diesel dengan setana rendah memperlambat kinerja mesin sehingga menghasilkan nilai emisi yang jauh lebih tinggi. Sehingga dapat menimbulkan pencemaran bagi lingkungan. Banyak negara di dunia telah menetapkan standar angka setana bagi solar. Standardasi tersebut, yakni mewajibkan pengolahan dan penggunaan solar dengan setana minimum pada angka 40-51.

Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Diesel

Diesel atau solar hanya digunakan pada mesin diesel. Bahan bakar ini diperoleh dari destilasi fraksi minyak bumi yang memiliki tingkat volatil rendah. Atau dapat dikatakan, fraksi diesel tidak mudah menguap jika dibanding dengan bensin. Oleh sebab itu, diesel mempunyai tekstur yang lebih tebal serta unsur energi yang lebih padat. Pada mesin diesel, bahan bakar dinyalakan bukan oleh percikan api, seperti pada mesin bensin. Pembakaran mesin diesel terjadi oleh panas dari udara yang dikompresi di dalam silinder. Panas udara tersebut berasal dari ahan bakar yang disuntikkan dalam bentuk semprotan ke udara panas terkompresi.

Dengan volume yang sama, diesel melepaskan lebih banyak energi pada pembakaran dibanding bensin, sehingga mesin diesel umumnya menghasilkan penghematan bahan bakar yang lebih baik daripada mesin bensin. Selain itu, produksi solar memerlukan langkah pemurnian yang lebih sedikit daripada bensin, sehingga harga eceran solar atau diesel secara tradisional lebih rendah daripada bensin (tergantung pada lokasi, musim, dan pajak dan peraturan).

Di sisi lain, bahan bakar diesel, setidaknya seperti yang diformulasikan secara tradisional, menghasilkan jumlah yang lebih besar dari polutan udara tertentu seperti sulfur dan partikulat karbon padat. Langkah-langkah pemurnian ekstra dan mekanisme kontrol emisi yang diterapkan untuk mengurangi emisi tersebut dapat bertindak untuk mengurangi emisi dan meningkat nilai setana. 

Baca juga: Mengenal Perbedaan Solar dan Biosolar

Jenis Bahan Bakar Diesel di Indonesia

Berbagai negara di dunia, penggunaan bahan bakar ini tentu berbeda sesuai dengan teknik olahan dan kebutuhan negara tersebut. Di Indonesia, segala hasil pengolahan minyak bumi yang menjadi bahan bakar dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara, yakni PT. Pertamina. Dalam mengelola dan mengemas bahan bakar solar, Pertamina memproduksi tiga macam jenis bahan bakar diesel, berdasarkan angka setana dan kandungan sulfur yang terkandung di dalamnya:

1. Pertamina Dex

Diesel jenis Pertamina Dex merupakan pengolahan bahan bakar diesel dengan angka setana yang tinggi, yakni 53. Angka tersebut sesuai dengan angka standar internasional yang telah ditetapkan di berbagai negara, bahkan melebihi nilai minimum yang telah ditetapkan. Dengan angka setana 53, Pertamina Dex dipercaya mampu meningkatkan tenaga dan kinerja mesin. Selain itu, tingkat kemurniannya yang tinggi juga mampu menjaga lingkungan dengan emisi gas buang yang rendah. Selain emisi rendah dan tenaga yang lebih kuat, Pertamina Dex memiliki pembakaran yang lebih sempurna. Sehingga, menghasilkan suara mesin yang jauh lebih halus. Tingkat kandungan sulfur pada Pertamina Dex juga tergolong rendah. Sehingga dapat mencegah percepatan korosi tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar menuju mesin. 

Baca juga: Harga Pertamina Dex dan 3 Unggulan Utamanya

2. Dexlite

Sedikit berbeda dengan Pertamina Dex, Dexlite mempunyai nilai setana pada angka 51. Dexlite merupakan hasil olahan destilasi minyak bumi yang dicampur dengan minyak nabati sebesar 30%. Meskipun dicampur dengan minyak nabati, Dexlite mempunyai tenaga yang besar. Dexlite merupakan penerapan dari program Pertamina untuk mengurangi penggunaan minyak bumi pada kendaraan dan industri. Oleh sebab itu, Pada penggunaanya, Dexlite saat ini banyak digunakan pada mesin diesel dengan putaran tinggi, seperti pada sektor pertambangan, perkapalan, kendaraan pribadi, dll.

3. Solar

Produk selanjutnya adalah solar. Solar adalah hasil pengolahan diesel dari pertamina yang memiliki angka setana minimum, yakni hanya pada angka 48. Selain memiliki angka setana yang lebih rendah, solar juga mengandung kandungan sulfur yang lebih tinggi dibandingkan dengan dexlite ataupun pertamina dex. Biasanya solar sering digunakan sebagai bahan bakar angkutan umum dan kendaraan logistik. Seperti bus dan truk. 

Pemanfaatan Bahan Bakar Diesel

Pada umumnya, diesel digunakan untuk menggerakkan mesin dengan putaran tinggi. Namun, untuk mengetahui lebih detail apa saja jenis pemanfaatan-nya, yaitu sebagai berikut:

1. Kendaraan Umum

Sejak tahun 1920-an, kendaraan bus dan truk telah menggunakan solar sebagai bahan bakar utama mereka. Bahkan sampai saat ini pun, solar tidak dapat digantikan. Namun, untuk kendaran pribadi, tidak semua memakai diesel sebagai bahan bakar utama. 

2. Kereta Api

kereta api

Setelah dahulu menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama kereta api, saat ini kereta api modern telah berganti bahan bakar yakni menggunakan diesel sebagai bahan bakar utamanya. 

3. Pesawat Terbang

Penggunaan diesel sebagai bahan bakar pesawat sempat tercetus pada tahun 1930 an. Pada era itu, banyak muncul rancangan pesawat dengan menggunakan diesel sebagai bahan bakar utama. Hal ini dikarenakan karena harganya yang murah, irit, tidak mudah terbakar, dan maintenance yang mudah. Namun seiring berjalanya waktu, diesel tidak lagi digunakan dalam pesawat terbang karena dinilai mempunyai massa yang terlalu berat.

Hal ini dapat dibandingkan dengan kebutuhan pesawat besar yang ada. Seperti contohnya, pada era 1930 an tersebut produk pesawat terbang hanya berupa pesawat penumpang kecil yang diterbangkan dengan satu baling-baling. Pesawat jenis ini tentu tidak digunakan untuk perjalanan yang jauh dan juga tidak menampung beban yang berat oleh sebab itu ia menggunakan diesel. Namun, pesawat terbang modern saat ini identik dengan ukuran yang besar, menampung banyak penumpang dan barang, serta digunakan untuk melakukan perjalanan yang jauh ke berbagai belahan dunia.

Massa diesel yang berat jika digunakan sebagai bahan bakar pesawat modern makan akan menambah beban dari pesawat dan dapat merugikan performa penerbangan pesawat tersebut. Oleh sebab itu pesawat terbang saat ini menggunakan avtur sebagai bahan bakar yang dinilai memiliki massa yang jauh lebih ringan namun dengan tenaga yang sama dengan diesel. 

4. Kendaraan Militer

kendaraan militer

Karakteristik dari solar yang tidak mudah terbakar menjadikan ia sebagai pilihan utama untuk menjadi bahan bakar berbagai kendaraan militer. Solar sebagai bahan bakar kendaraan militer telah diinisiasi semenjak pasca perang dunia ke 2. Membuktikan bahwa pada perang pertama dan kedua, kendaraaan militer masih menggunakan bensin petroleum sebagai bahan bakarnya. 

5. Traktor dan Mesin Alat Berat

Hampir sama dengan kendaraan militer, penggunaan diesel sebagai bahan bakar utama mesin traktor dan alat berat juga distandarisasi pada pasca perang dunia ke 2. 

Kesimpulan

PT. Megah Anugrah Energi menyediakan berbagai kebutuhan akan bahan bakar diesel melalui produk kami, yakni Biosolar B30 dan Marine Fuel Oil. Biosolar B30 dan Marine Fuel Oil yang menjadi produk unggulan distribusi kami adalah produk yang dikhususkan untuk bahan bakar solar pada mesin-mesin industri. Biosolar B30 dibuat dengan memperhatikan upaya pemerintah menciptakan bahan bakar alternatif pengganti solar/diesel. Dengan membeli Biosolar B30 dan Marine Fuel Oil, maka anda beserta dengan industri telah berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari polusi udara. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait produk dan pemesanan, silahkan kunjungi laman produk kami.

Solar Industri menawarkan paket pemesanan produk bio solar B30, jasa bunker service, dan pembuatan tangki solar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk pemesanan lintas negara, silakan hubungi kontak kami yang telah tersedia. 

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.