Mengenal Lebih Lanjut Terkait Gasoline sebagai Bahan Bakar Kendaraan

Bagikan :
Gasoline

Istilah gasoline mungkin sudah familiar di telinga anda atau anda masih belum pernah mendengarnya sama sekali. Gasoline adalah campuran senyawa hidrokarbon yang berwujud cair. Campuran senyawa ini biasa digunakan sebagai bahan bakar pada alat transportasi, baik alat transportasi umum atau pribadi. 

Keberadaan gasoline tentunya memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat. Kekurangan pasokan gasoline dapat berdampak pada kenaikan harga penjualan bahan bakar tersebut sehingga dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dari segi ekonomi. Pasalnya, kenaikan harga gasoline akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Hal tersebut demikian karena gasoline adalah hal yang paling krusial dalam proses distribusi bahan pokok terkait. Berkaitan dengan hal tersebut, apakah anda mengetahui apa itu gasoline? Bagaimana awal mula terciptanya? Bagaimana proses pembuatan gasoline? Apa saja sifat-sifat bahan bakar ini? Lalu, apa perbedaan antara gasoline 92 dan pertamax? Apabila anda belum mengetahuinya, anda tidak perlu khawatir karena kami akan menjelaskan semuanya secara tuntas pada artikel ini. Simak selengkapnya ya!

Pengertian Gasoline

gasoline adalah
© Unsplash

Gasoline adalah bentuk Bahasa Inggris dari bensin. Gasoline adalah campuran dari berbagai senyawa hidrokarbon yang berbentuk cair dan digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin pembakaran internal (internal combustion) pada kendaraan. Bensin berasal dari minyak mentah dan cairan minyak bumi lainnya. Banyak orang yang menyukai bahan bakar ini karena memiliki energi pembakaran yang tinggi dan kapasitas untuk bercampur dengan udara di dalam karburator dengan mudah. 

Bensin memiliki sifat jenuh dengan kandungan atom C (karbon) sebanyak 4 sampai 12 per molekul. Di dalam bensin, biasanya sudah terdapat tambahan tetraethyllead yang berfungsi untuk memperlambat pembakaran. Akan tetapi, penambahan zat tersebut telah berhenti sejak tahun 1980-an karena toksisitas senyawa timbal yang ikut terbuang dalam hasil pembakaran.

Penambahan zat lain yang terdapat di dalam bensin adalah deterjen, anti-icing, dan antioksidan. Penambahan deterjen bertujuan untuk mengurangi penumpukan deposit mesin. Anti-icing berfungsi untuk mencegah terjadinya penumpukan atau penyumbatan karena lapisan kristal karburator. Yang terakhir, antioksidan berfungsi untuk menghambat terjadinya proses oksidasi dan mengurangi pembentukan “gum”.

Sebagian besar gasoline yang berasal dari kilang minyak adalah bahan bakar yang belum selesai. Hal tersebut karena bensin masih membutuhkan pancampuran dengan cairan atau bahan lain untuk membuat bahan bakar yang layak dan memenuhi persyaratan dasar. Selain sebagai bahan bakar, gasoline juga berfungsi sebagai pelarut untuk minyak dan lemak.

Sejarah Singkat

Menurut praduga, minyak bumi pertama kali ditemukan sekitar 5000 tahun yang lalu oleh Bangsa Asyiria, Sumeria, dan Babilonia kuno. Akan tetapi, mereka tidak mengambil minyak bumi dengan cara pengeboran, melainkan mengambil dari rembesan di permukaan tanah. Seiring berkembangnya zaman, Bangsa Arab dan Persia menemukan teknologi destilasi minyak bumi sederhana. 

Pada abad ke-12, lahirlah teknologi destilasi di Eropa Barat karena Bangsa Arab melakukan ekspansi wilayah ke Spanyol. Namun, pada saat itu, minyak bumi masih belum menjadi bahan bakar utama karena masih belum ada mesin yang dapat menggerakkan motor.

Setelah berabad-abad kemudian, Bangsa Spanyol mulai melakukan eksplorasi minyak bumi. Pada abad ke-19, masyarakat Amerika Serikat dan Eropa mulai menggunakan minyak bumi sebagai alat penerangan. Pada awalnya, mesin menggunakan tenaga manusia, hewan, atau bahan bakar kayu. 

Setelah James Watt menemukan mesin uap, masyarakat dunia mulai mencari sumber energi yang murah dan praktis. Tak lama kemudian, ditemukan minyak cair yang ada di dalam perut bumi. Minyak tersebut berasal dari peleburan tulang atau fosil makhluk hidup yang telah melalui proses tertentu sehingga menjadi minyak bumi. 

Pada tahun 1859, Edwin L. Drake melakukan pengeboran minyak bumi di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pengeboran ini adalah pengeboran yang pertama kali sehingga Edwin mendapatkan julukan sebagai pelopor industri minyak bumi. Dengan perkembangan teknologi, jenis bahan bakar minyak pun mulai bervariasi. 

Minyak mentah hasil pengeboran memiliki berbagai macam fraksi, seperti bensin, solar, dan lain sebagainya. Proses pembakaran minyak bumi dapat menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan energi. Dari waktu ke waktu, gas CO2 semakin menumpuk di atmosfer dan hal tersebutlah yang menyebabkan terjadi pemanasan global (global warming).

Proses Pembuatan Gasoline

Proses pembuatan gasoline yang pertama kali yaitu destilasi. Pada proses ini, terjadi pemisahan fraksi minyak mentah (crude oil) yang mudah menguap dan lebih berharga. Selanjutnya yaitu proses yang bertujuan untuk meningkatkan hasil bensin dari minyak mentah. Proses ini disebut dengan cracking yaitu memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil.

Jenis pemecahan atau crcking yang digunakan adalah thermal cracking yaitu dengan menggunakan panas dan tekanan tinggi. Metode ini pertama kali digunakan pada tahun 1913, namun tergantikan dengan catalytic cracking pada tahun 1937. Catalytic cracking yaitu salah satu metode penggunaan katalis yang dapat memfasilitasi reaksi kimia dalam menghasilkan lebih banyak bensin.

Adapun metode lain yang digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil dan kualitas bensin, seperti polimerisasi, alkilasi, isomerisasi, dan reformasi. Polimerisasi adalah proses mengubah olefin yang berwujud gas menjadi molekul dengan ukuran yang lebih besar. Contoh olefin yang berbentuk gas yaitu butilena dan propilena.

Alkilasi adalah proses penggabungan antara olefin dan paraffin. Isomerisasi adalah proses konversi senyawa hidrokarbon yang berantai lurus menjadi senyawa hidrokarbon yang berantai cabang. Yang terakhir yaitu reformasi, proses pengaturan ulang struktur molekul menggunakan katalis atau panas.

Sifat-sifat Gasoline

Anda telah mengetahui pengertian gasoline, awal mula terciptanya, dan proses-proses pembuatannya. Nah, pada bagian ini, kami akan memaparkan kepada anda terkait apa saja sifat- dari gasoline ini. Simak berikut ini ya!

  • Mudah terbakar (flammable
  • Mudah menguap pada suhu normal
  • Tidak berwarna dan jernih
  • Memiliki bau
  • Memiliki titik beku yang sangat rendah yaitu -50 oC
  • Titik nyala yang sangat rendah yaitu berkisar antara -15 oC sampai -43 oC
  • Memiliki berat jenis 67,8 oAPI (American Petroleum Institute) atau 0,71-0,77 g/cm3

Kesimpulan

Gasoline adalah zat cair yang berasal dari campuran senyawa hidrokarbon. Gasoline merupakan bahasa inggris dari bensin. Cairan ini biasa digunakan sebagai bahan bakar pada kendaraan. Seperi bahan bakar yang lainnya, bahan bakar ini berasal dari fraksi minyak bumi. Banyak orang yang menggandrungi bahan bakar ini karena murah, praktis, dan dapat menghasilkan energi pembakaran yang tinggi.

Praduga menyebutkan bahwa minyak bumi telah ditemukan sejak 5000 tahun silam. Seiring berjalannya waktu, minyak bumi mulai digunakan sebagai bahan bakar dengan banyak variasi. Minyak mentah hasil pengeboran akan melalui proses destilasi sebelum menjadi bahan bakar yang memenuhi standar. Selain itu, terdapat pula penambahan zat tertenu ke dalamnya, seperti deterjen, anti-icing, dan antioksidan.

Adapun sifat-sifat dari gasoline, seperti mudah terbakar, berbau, tidak berwarna, mudah menguap pada suhu biasa, dan lain sebagainya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda terkait gasoline. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Solar Industri menyediakan pembelian Bio Solar B30 dan jasa bunker service resmi Pertamina non-subsidi. Selengkapnya, Anda dapat cek penawaran kami melalui website resmi kami.

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.