Residu dalam Hasil Olahan Minyak Bumi

Bagikan :
residu minyak bumi

Secara umum, pengolahan bahan baku dengan teknologi proses akan menghasilkan produk dan residu. Begitu juga dengan pengolahan minyak bumi yang menghasilkan residu minyak bumi.

Residu secara luas dapat berarti senyawa kimia hasil limbah yang merupakan sisa dari proses bahan baku menjadi berbagai produk. Residu dalam hasil olahan minyak bumi sedikit berbeda dengan residu yang berasal dari senyawa kimia organik.

Suharto dalam bukunya yang berjudul Bioteknologi dalam Bahan Bakar Non Fosil mengatakan bahwa residu yang tidak melalui pengolahan lanjut tidak memiliki nilai ekonomi, nilai sosial, dan nilai lingkungan. Residu itu pada akhirnya akan menjadi limbah (waste).

Lalu, apa sebenarnya residu dalam hasil olahan minyak bumi itu? Bagaimana nilai residu itu? Apa saja kegunaan residu itu? Agar Anda lebih memahami dan mengetahui tentang residu dalam hasil olahan minyak bumi, mari simak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Residu dalam Hasil Olahan Minyak Bumi?

Dalam proses pengolahan minyak bumi, residu (hasil pengolahan) adalah fraksi kelima atau fraksi paling bawah yang berisi hidrokarbon rantai panjang dengan titik didih paling tinggi. Residu minyak bumi adalah produk samping atau produk sisa kilang minyak yang murah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Jenis minyak dan jenis proses pemurnian (refinery) mempengaruhi komposisi residu. Setiap minyak mentah akan menghasilkan jumlah residu dan sifat residu yang berbeda. Titik didih residu berkisar >510 derajat celcius atau >950 derajat fahrenheit.

Pada kilang minyak, minyak mentah (crude oil) dimasukkan ke dalam kolom distilasi atmosferik sehingga akan menghasilkan beberapa fraksi minyak bumi dengan rentang titik didih yang berbeda. Totalnya ada lima fraksi dengan urutan titik didih paling rendah sampai yang paling tinggi.

Fraksi atas dapat bermanfaat sebagai bahan bakar, sedangkan fraksi bawah yang berupa residu harus melalui pengolahan lebih lanjut pada tahap kedua agar menjadi berbagai senyawa karbon lainnya, aspal dan lilin. Biasanya, residu dijual dengan harga yang sangat murah.

Residu mengandung komponen naftenik, aromatik, dan hidrokarbon tak jenuh. Dalam pengolahan petroleum, residu berbentuk cair. Pada suhu kamar, yakni antara 20 sampai dengan 30 derajat celcius, umumnya residu itu berbentuk padat. 

Dengan pengolahan lebih lanjut, residu petroleum masih dapat berguna dalam industri Petrokimia. Residu dapat menjadi beberapa jenis bahan baku yang bermanfaat dalam kehidupan manusia. Pada bagian selanjutnya, kami akan mengulas beberapa bentuk hasil pemanfaatan dari residu olahan minyak bumi.

Baca juga: Update Harga Solar Industri B30 & MFO Periode 15 – 30 April 2022

Penggunaan Residu Minyak Bumi

Setelah pengolahan lanjutan, residu dalam pengolahan minyak bumi pada nyatanya masih dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan manusia, ada empat jenis residu hasil pengolahan minyak bumi yang berguna, yaitu aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax).

Berikut uraian mengenai aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax) agar Anda lebih lanjut mengetahui mengenai keempat residu yang berguna dalam kehidupan manusia ini.

1. Aspal

Salah satu residu minyak bumi yang paling banyak berguna dalam kehidupan sehari-hari adalah aspal. Ketika minyak bumi pertama kali masuk ke dalam menara distilasi dan dipanaskan pada suhu lebih dari 500 derajat celcius, minyak bumi akan membentuk aspal.

Fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih di bawah 500 derajat celcius akan menguap ke atas menara distilasi dan mengalami pemanasan kembali. Sebaliknya, fraksi yang memiliki titik didih di atas 500 derajat celcius akan berkumpul menjadi residu. 

Residu itulah yang kemudian mengalami pemrosesan lanjutan menjadi aspal. Aspal berguna sebagai penghalus jalan. Selain berguna sebagai bahan pengeras jalan raya, aspal juga berguna untuk melapisi kebocoran atap, pipa, dan batu baterai.

Aspal merupakan bitumen setengah padatan berwarna hitam pekat. Bitumen itu terdiri atas partikel kolbim aspalten yang terdispersi dalam resin dan konstituen minyak. Aspalten akan pisah dari resin dan konstituen minyak melalui cara pelarutan dalam nafta. 

Dalam pelarutan itu, hanya resin dan konstituen minyak yang larut. Aspalten tidak larut dalam nafta dan mengendap sebagai serbuk yang berwarna hitam. Serbuk hitam itulah yang disebut dengan aspal.

Baca juga: Mengenal Destilasi: Proses Pemisahan Penting dalam Kimia Industri

2. Oli (Minyak Pelumas)

Minyak pelumas atau oli adalah bagian minyak mentah yang memiliki titik didih tinggi, tetapi di bawah aspal, sekitar 400 derajat ke atas. Oli adalah residu minyak bumi yang digunakan pada logam-logam mesin kendaraan agar tidak cepat aus.

Minyak pelumas terdiri atas senyawa hidrokarbon seperti alkana, sikloalkana, aromatik, dan sejumlah senyawa oksigen yang mengandung oksigen dan belerang. Fraksi minyak pelumas dapat dipisahkan dari residu lainnya dengan cara distilasi hampa.

Minyak pelumas berfungsi sebagai lapisan minyak antara dua permukaan yang saling bergesekan. Misalnya, pada mesin kendaraan bermotor. Dalam mesin itu, keberadaan minyak pelumas berguna untuk mengurangi panas hasil gesekan antara kedua permukaan mesin.

Baca juga: Perbedaan Bilangan Oktan dan Bilangan Setana pada BBM

3. Malam (Petroleum Wax)

Malam (petroleum wax) merupakan residu proses perengkahan atau juga dari minyak mentah (crude oi). Kandungan jumlah atom C malam sekitar 20 sampai dengan 75 buah. 

Malam dapat dibagi menjadi dua, yaitu malam parafin (paraffin wax) dan malam kristal mikro (microcrystalline wax). Malam parafin diperoleh dari distilasi parafin ringan, sedangkan malam kristal mikro dari distilasi parafin fraksi berat. Dua-duanya berbentuk padat.

Malam dalam industri dapat berguna sebagai bahan pelapis kemasan, lilin, semir, perekat bahan korek api, dan bahan kosmetik. Selain itu, malam juga berguna untuk kain batik, isolasi listrik, dan sebagai komponen dalam tinta cetak.

Kesimpulan

Residu dalam pengolahan petroleum atau crude oil merupakan fraksi kelima yang berisi hidrokarbon rantai panjang dengan titik didih paling tinggi. Residu dalam pengolahan minyak bumi adalah produk samping atau produk sisa kilang minyak yang murah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan proses pengolahan lanjut, residu yang awalnya bernilai jual rendah dan tidak banyak berguna dapat menjadi hal yang bermanfaat. Dalam kehidupan manusia, ada tiga jenis residu hasil pengolahan minyak bumi yang berguna, yaitu aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax).

Ketiga jenis residu hasil pengolahan minyak bumi memiliki cirinya masing-masing. Selain itu, baik aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax) memiliki kegunaan dan fungsinya sendiri yang berbeda satu sama lain.

Solar Industri siap untuk menyediakan pembelian bio solar B30 non-subsidi, jasa bunker service, dan pembuatan tangki solar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk pemesanan lintas negara, silakan hubungi kontak kami yang telah tersedia.

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.