Apabila Anda bekerja di bidang pertambangan atau geologi, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah reservoir. Operasi dan rekayasanya menjadi salah satu dari “ilmu bawah tanah” pada industri minyak dan gas. Komponen ini juga sering ditemukan pada proses eksplorasi maupun pengeboran.
Lantas, apa fungsi reservoir? Kita mengetahui bahwa migas terbentuk dari fosil tanaman dan binatang yang tertimbun di bawah tanah. Fosil yang ada akan terendapkan, entah di lingkungan darat maupun laut. Seiring berjalannya waktu, sedimentasi tersebut akan berubah menjadi batuan induk.
Hidrokarbon yang terbentuk kemudian bermigrasi ke atas hingga tertahan oleh susunan batuan tertentu. Susunan itulah yang disebut reservoir, yaitu formasi batuan berpori yang mampu menampung fluida hidrokarbon berupa minyak dan gas. Bersama lapisan penutup di atasnya, formasi ini berperan sebagai “perangkap” atau “jebakan” bagi hidrokarbon.
Dalam tulisan ini, kami akan mengupas tuntas pengertian reservoir, jenis-jenisnya, fungsi, dan struktur yang meliputinya. Mari simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Reservoir?
Reservoir adalah wadah atau tempat untuk menampung sesuatu. Hal ini bisa berupa air bersih maupun minyak dan gas alam. Meskipun sama-sama berupa fluida, media penampungan keduanya berbeda dan tentunya memiliki karakteristik tersendiri.
Akumulasi migas dilakukan dengan menggunakan batuan berpori sebagai media penampung. Ruang dalam pori-pori tersebut saling terhubung dan menampung minyak mentah, sementara lapisan batuan kedap di atasnya menahan agar hidrokarbon tidak lolos ke permukaan. Sehingga, komponen ini tidak berjenis tipikal seperti kolam atau danau.
Komponen ini juga bisa disebut dengan reservoir hidrokarbon. Selain itu, terdapat pula istilah offshore dan onshore pada reservoir migas. Offshore terletak di area laut atau lepas pantai, sedangkan onshore merupakan terletak di daratan.
Untuk mendapatkan wadah tersebut, dibutuhkan waktu jutaan tahun. Sebabnya adalah minyak dan gas memerlukan waktu untuk bermigrasi ke batuan. Hal ini dikarenakan massa jenis minyak dan gas lebih rendah daripada air.
Perbedaan densitas tersebut menyebabkan minyak dan gas bermigrasi ke atas hingga tertahan lapisan penutup, sehingga posisinya berada di atas air formasi. Gas kemudian menempati bagian paling atas karena densitasnya paling ringan, disusul minyak di bawahnya. Minyak dan gas baru akan mengalir keluar dari batuan ketika sumur dibor.
Reservoir memiliki wujud yang tidak beraturan, baik luas dan ukurannya. Terkadang ia hanya mengandung minyak saja, gas saja, ataupun keduanya. Gas yang terproduksi bersama minyak dari sumur yang sama disebut associated gas.
Walaupun begitu, karakteristik suatu reservoir sangat dipengaruhi oleh karakteristik batuan penyusunnya, fluida yang menempatinya, dan kondisi komponen itu sendiri.
Baca Juga: Peran Kilang Minyak Sebagai Tempat Penyulingan Minyak Mentah
Komponen Reservoir
Reservoir minyak dan gas alam terdiri dari banyak batuan yang berpori-pori dan bersifat permeable. Akibatnya, ia memiliki lapisan permukaan tersendiri. Hal ini akan mempengaruhi tekanan internal atau eksternal yang dimilikinya. Berikut empat komponen yang membangun struktur tersebut:
1. Batuan Reservoir
Batuan sedimen umumnya berperan sebagai komponen ini. Ia merupakan wadah dari minyak bumi, gas, dan fluida lainnya serta berpengaruh pada besarnya porositas dan permeabilitas.
Porositas adalah perbandingan volume pori-pori terhadap volume batuan keseluruhan. Sementara, permeabilitas adalah kemampuan dari medium berpori untuk mengalirkan fluida yang dipengaruhi oleh ukuran butiran, bentuk butiran serta distribusi butiran.
2. Lapisan Penutup
Agar dapat menahan fluida di dalamnya, reservoir harus memiliki penutup di bagian luar lapisannya. Oleh karenanya, lapisan penutup juga bisa disebut sebagai penyekat fluida.
Komponen ini bersifat kedap atau impermeabel dan terletak pada bagian atas atau tepinya. Sehingga, lapisan penutup dapat mengakumulasikan minyak di bawahnya.
3. Perangkap
Perangkap adalah bentuk susunan batuan yang membuat lapisan reservoir beserta penutupnya melengkung cekung ke bawah. Bentuk inilah yang menahan minyak bumi dan gas alam agar terkumpul di bagian teratas reservoir dan tidak terus bermigrasi ke tempat lain.
4. Kondisi
Tekanan dan temperatur akan sangat berpengaruh terhadap performa reservoir dan komponen yang ada di dalamnya. Maka dari itu, sifat fisik minyak dan gas alam ketika diproduksikan ke permukaan dapat berbeda-beda tergantung kondisi tekanan dan temperatur di reservoir.
Baca Juga: Energi Panas Bumi dan Segudang Prospeknya Untuk Masa Depan
Jenis-Jenis Reservoir
Menurut Kemendikbud, reservoir diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan lokasi dan sifatnya. Namun, kami akan membahas jenis-jenisnya berdasarkan kondisi awal fluida. Berikut rangkumannya:
1. Minyak
Di dalam jenis ini terdapat akumulasi minyak bernilai ekonomis. Namun tidak mutlak terdapat minyak saja, tetapi ada kemungkinan juga akumulasi gas, disebut tudung gas atau gas cap.
Maka dari itu, jenis ini terdiri dari reservoir minyak tidak jenuh, di mana gas masih terlarut di dalam minyak. Serta reservoir minyak jenuh, yakni gas sudah terlepas dari minyak sehingga terdapat fasa minyak dan fasa gas yang terpisah.
2. Gas
Jenis ini mengandung hidrokarbon berfasa gas yang bernilai ekonomis. Terdapat dua kategori dalam klasifikasi tersebut.
Pertama, gas kering atau dry gas, yaitu gas alam yang hampir seluruhnya berupa metana dan hanya mengandung sedikit hidrokarbon berat. Kedua, gas basah atau wet gas, yaitu gas alam yang mengandung cukup banyak hidrokarbon berat sehingga sebagian dapat dipisahkan menjadi cairan gas alam melalui proses pemampatan dan pendinginan.
Baca Juga: Mengenal Offshore, Jenis Kapal, Rig, Platform, dan Contoh Perusahaan
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa reservoir adalah wadah untuk menampung fluida, yakni minyak bumi dan gas alam. Media penyimpanannya berupa batuan berpori, yang kebanyakan adalah batuan sedimen.
Terbentuknya komponen ini memakan waktu yang sangat lama karena bahan mentah melalui proses pengendapan menjadi batuan induk. Sehingga, bentuk, luas, dan ukurannya tidak selalu sama. Ia terdiri dari batuan reservoir, lapisan penutup, dan perangkap, serta dipengaruhi oleh kondisi tekanan dan temperatur.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami segala hal mengenai reservoir migas. Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya!
Solar Industri menyediakan pembelian BBM Non-Subsidi Bio Solar B40 dan Marine Fuel Oil resmi Pertamina. Kami juga menawarkan pembuatan dan sewa tangki solar industri. Kirimkan penawaran segera melalui kontak resmi kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu reservoir minyak dan gas?
Reservoir migas adalah formasi batuan bawah permukaan yang berpori dan permeabel sehingga mampu menyimpan sekaligus mengalirkan hidrokarbon. Reservoir bukan rongga kosong seperti danau atau kolam bawah tanah, melainkan batuan yang ruang antarbutirnya terisi minyak, gas, dan air.
Apa saja syarat terbentuknya reservoir migas?
Diperlukan lima unsur yang lengkap, yaitu batuan induk yang menghasilkan hidrokarbon, jalur migrasi, batuan reservoir yang berpori dan permeabel, lapisan penutup yang kedap agar hidrokarbon tidak lolos ke atas, serta perangkap yang bentuknya menahan hidrokarbon agar terkumpul. Jika satu saja tidak ada, akumulasi ekonomis tidak terbentuk.
Apa perbedaan porositas dan permeabilitas?
Porositas adalah perbandingan volume pori terhadap volume total batuan, jadi menunjukkan seberapa banyak fluida yang dapat disimpan. Permeabilitas adalah kemampuan batuan mengalirkan fluida melalui pori yang saling terhubung. Batuan bisa saja berporositas tinggi tetapi berpermeabilitas rendah apabila pori-porinya tidak saling terhubung.
Apa perbedaan dry gas dan wet gas?
Dry gas atau gas kering hampir seluruhnya berupa metana dan hanya mengandung sedikit hidrokarbon berat, sehingga nyaris tidak menghasilkan cairan ketika didinginkan. Wet gas atau gas basah mengandung cukup banyak hidrokarbon berat seperti etana, propana, dan butana yang dapat dipisahkan menjadi cairan gas alam melalui pemampatan dan pendinginan. Istilah ini tidak berkaitan dengan kandungan air maupun H2S.
Apa itu sweet gas dan sour gas?
Penggolongan ini didasarkan pada kandungan gas asam. Sweet gas mengandung hidrogen sulfida dan karbon dioksida dalam kadar rendah. Sour gas mengandung hidrogen sulfida dalam kadar tinggi sehingga bersifat korosif terhadap peralatan dan sangat beracun, sehingga memerlukan proses pemurnian sebelum dapat disalurkan.
Apa itu associated gas?
Associated gas adalah gas alam yang terproduksi bersama minyak bumi dari sumur yang sama, baik dalam bentuk gas yang terlarut di dalam minyak maupun sebagai tudung gas di atas kolom minyak. Lawannya adalah non associated gas, yaitu gas dari reservoir yang praktis tidak mengandung minyak.





