Energi Panas Bumi dan Segudang Prospeknya Untuk Masa Depan

Bagikan :
energi panas bumi

Cobalah untuk mengingat-ingat pelajaran sains di bangku sekolah. Pernahkah Anda mendengar energi panas bumi? Jika belum, mungkin akan terkesan rumit dan sulit untuk dipahami. Tetapi sebenarnya itu sangat sederhana.

Bumi terdiri dari banyak lapisan. Permukaan yang kita tinggali sekarang yaitu kerak bumi, memang tampak keras dan terasa dingin. Namun apabila kita menggali sedikit lebih dalam, maka suhu akan menjadi lebih panas layaknya matahari. Panas di dalam bumi tersebut bersifat terbarukan karena tidak akan pernah habis.

Pembicaraan mengenai energi memang tidak ada habisnya. Jangan salah, hal ini sangat krusial supaya manusia tidak kehabisan sumber daya di masa mendatang. Kabar baiknya, panas bumi berperan sebagai energi potensial yang kemudian dapat menyelamatkan kita semua.

Kali ini kami akan membahas tuntas mengenai energi panas bumi, manfaatnya bagi kehidupan kita, tipe-tipe panas bumi, serta kekurangan dan kelebihannya. Untuk Anda yang penasaran dan ingin mengetahuinya lebih lanjut, simak selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Panas Bumi?

Energi panas bumi disebut juga energi geothermal. Panas bumi adalah energi yang terbentuk dalam kerak bumi akibat lempeng tektonik yang bergesekan. Wujudnya berupa air panas, uap air atau batuan bersama mineral ikutan, dan gas lainnya. Semuanya tidak dapat dipisahkan secara genetik. 

Lantas, apa yang menyebabkan munculnya energi panas bumi? Semakin dalam lapisan bumi, maka temperaturnya akan semakin panas. Ini akan bertambah rata-rata sebanyak 25 °C tiap kilometernya. Hingga saat ini, temperatur di pusat bumi masih belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan suhunya antara 4.000 sampai 6.000 °C.

Karena letaknya ada di perut bumi, pemanfaatannya memerlukan proses penambangan. Caranya adalah dengan mengebor bagian pada lokasi panas bumi untuk membebaskan uap. Kemudian air dingin akan dipompakan ke dalam sumur injeksi.

Teknis pendayaannya memang tergolong cukup rumit. Mengutip Ditjen EBTKE dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, air dari permukaan Bumi akan meresap pada batuan reservoir. Air tersebut akan dipanaskan oleh magma sehingga berubah menjadi uap (fluida thermal) dengan suhu 40-310’C.

Fluida thermal kemudian dibor untuk menggerakkan turbin atau generator sehingga menghasilkan listrik. Layaknya sebuah siklus, uap tersebut diinjeksikan kembali ke dalam reservoir melalui sumur reinjeksi. Dengan demikian, panas akan terus berputar dan energi dapat digunakan secara berkelanjutan.

Panas bumi tergolong sebagai energi potensial yang terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro, dan biomassa. Sumber energi dapat segera dipulihkan kembali dan prosesnya sustainable karena tidak melibatkan bahan bakar nuklir maupun fosil.

Baca juga: Mengenal Biosolar, Potensi Sumber Energi Alternatif Masa Depan

Manfaat Panas Bumi

Panas Bumi adalah salah satu sumber energi paling sering dicari saat ini. Di Indonesia sendiri, geothermal diproduksi di beberapa lokasi dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Berikut berbagai manfaat geothermal:

1. Ramah Lingkungan

Dibandingkan dengan sumber energi konvensional seperti batu bara, geothermal menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, partikel berbahaya, dan zat beracun lainnya yang mengakibatkan efek rumah kaca. Pemasangan pembangkit cukup dilakukan sekali dan selanjutnya akan bertahan hingga 80 sampai 100 tahun. 

Hal tersebut merupakan upaya untuk menghindari perubahan iklim atau global warming. Fakta bahwa tidak ada bahan bakar fosil yang digunakan juga berarti pemberdayaannya akan meminimalisir resiko kebakaran atau kecelakaan kerja. 

Di samping itu, kebutuhan air bersih untuk makhluk hidup juga tidak akan terganggu. Hal ini dikarenakan mengingat fluida thermal bukan berasal dari air permukaan, namun dari reservoir dengan kedalaman 1.500 s.d. 2500 meter.

2. Jumlahnya Tak Terbatas

Energi panas bumi selalu tersedia. Baik siang maupun malam, apapun musim dan kondisi cuacanya. Pembangkit listrik tenaga panas bumi rata-rata menghasilkan energi sekitar 8.600 jam setahun. Terbukti pada tahun 2007, sekitar 10 megawatt dari pembangkit listrik tenaga bumi menyumbang sekitar 0.3% total energi listrik di dunia. 

Pengirimannya konstan sehingga dapat bekerja dengan kapasitas penuh tanpa henti. Ini berarti bahwa jumlah energi yang dihasilkan akan setara dengan daya dikalikan dengan jam penggunaan. 

Berbeda lagi sistem tenaga surya, hidroelektrik, dan udara, yang jarang bekerja pada kapasitas penuh. Jadi, akan lebih banyak energi yang dihasilkan untuk daya nominal yang sama.

3. Cocok Diterapkan di Indonesia

Pemerintah Indonesia sudah lama mencanangkan program-program mandiri energi. Namun, banyak orang tidak sadar bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di dunia. Sayangnya, pemanfaatannya tersebut belum dieksplorasi dengan baik.

Dilansir dari Coaction.id, Indonesia termasuk dalam deretan ring of fire. Dengan demikian, energi geothermal kita diperkirakan menghasilkan sebesar 28 gigawatt listrik. Jumlah ini sangatlah besar dibanding dengan negara-negara lain di dunia.

Bahkan, Indonesia memiliki dua potensi geothermal berwujud vulkanik dan non vulkanik. Potensi non vulkanik ini justru tersebut belum dimaksimalkan. Letaknya berada di sekitar Sumatera Timur, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Baca juga: Perbedaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Diesel (PLTD)

Tipe Energi Panas Bumi

Fluida thermal geothermal memiliki wujud yang berbeda-beda. Konsistensi antara suhu uap dan cairannya tidak selalu sama akibat prosesnya. Tekanan injeksi air menuju reservoir dapat pula dilakukan berbagai metode stimulasi. Menurut Wikipedia, berikut tipe-tipe energi panas bumi:. 

1. Reservoir Didominasi Uap

Tipe ini tergolong memiliki uap super panas karena suhunya mencapai 240 °C hingga 300 °C. Panas akan terjebak pada lapisan kondensat di atas sehingga batas-batas reservoir harus memiliki permeabilitas buruk guna mencegah terisinya reservoir oleh air.

2. Reservoir Didominasi Cairan

Dibandingkan sebelumnya, reservoir ini memiliki temperatur yang cenderung rendah, yakni antara 20 hingga 350 °C. Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi di Gunung Wayang Windu, Bandung. 

Baca juga: Mengenal Minyak dan Gas (Migas) dan Industrinya

Kekurangan Panas Bumi

Sayangnya, pemanfaatan energi pada industri selalu dibarengi dengan kekurangan atau kelemahan yang tidak dapat dihindari. Apabila Anda ingin menerapkan sumber energi geothermal, maka Anda harus mempertimbangkan hal seperti itu. Berikut kami paparkan kekurangan panas bumi:

1. Biaya Modal Tinggi

Bagi para pebisnis baru yang berpikir untuk menggunakan energi panas bumi, umumnya biaya menjadi permasalahan utama. Untuk situs berukuran sedang, pemberdayaannya memerlukan biaya hingga 300 juta rupiah yang dapat dibayar selama 5 hingga 10 tahun.

Dalam beberapa kasus, lokasi energi panas bumi terletak jauh dari populasi, sehingga membutuhkan jaringan sistem distribusi yang luas. Ini hanya menambah biaya keseluruhan yang cukup signifikan untuk menerapkan pembangkit tenaga panas bumi.

2. Hanya Cocok Pada Lokasi Tertentu

Segala sesuatu yang berhubungan dengan situs energi geothermal tidak bisa ditentukan sembarangan. Pembangkit harus dibangun pada tempat di mana energi dapat diakses dan tidak boleh mengganggu pemukiman. Jika tidak, partikel-partikel yang beracun akan membahayakan manusia.

Tentunya, letaknya harus berada di sekitar lempeng tektonik dimana terdapat temperatur tinggi dan sumber geothermal. Namun tidak menjadi masalah jika Anda tinggal di area yang mudah dijangkau energi panas buminya, seperti Islandia atau Indonesia.

3. Memicu Gempa Bumi

Energi geothermal juga mempengaruhi kestabilan tanah. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur bumi akibat penggalian. Jika memaksa air masuk ke kerak bumi untuk membuka celah, maka hal ini akan berisiko pada eksploitasi sumber daya yang lebih besar. 

Apabila permasalahan ini semakin intens dan tidak ditangani secara benar, maka akan memicu gempa bumi di sekitar. Proses ini merupakan hydraulic fracturing. Namun, karena sebagian besar pembangkit geothermal jauh dari pusat populasi, implikasi dari gempa bumi akan relatif kecil.

Kesimpulan

Dewasa ini, kita sudah memiliki teknologi seperti pembangkit listrik tenaga energi panas bumi untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Ini adalah terobosan mutakhir karena faktanya, bahan bakar fosil tidak bersifat sustainable dan memiliki banyak kekurangan untuk makhluk hidup. 

Ini akan membantu mempercepat transisi dari sumber energi tidak terbarukan yang merugikan planet ini ke sumber energi terbarukan yang dapat membantu keberlanjutan planet kita. Lantas, jika bumi menyimpan potensi sebesar itu, mengapa kita tidak menggunakannya?

Energi panas bumi juga menyimpan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangannya. Kita harus memanfaatkannya dengan bijak dan optimal supaya mendapat keuntungan sambil menyelamatkan bumi. 

Solar Industri menyediakan proses pembelian produk Bio Solar B30 dan Marine Fuel Oil (MFO) untuk kebutuhan bunker service dan industri lainnya. Kunjungi blog kami untuk mendapatkan update berita terbaru seputar harga solar industri.

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.