Kenali Penyumbang Emisi Karbon & Kiat Preventif Pemanasan Global

Bagikan :
gambar emisi karbon

Emisi karbon adalah penyebab polusi udara terbesar di dunia. Emisi karbondioksida dihasilkan dari bahan bakar minyak. Kebutuhan dan penggunaan bahan bakar minyak yang semakin besar cenderung menghasilkan polusi udara di kota-kota besar dunia. Seperti contohnya di Indonesia, yakni Kota Jakarta.

Volume kendaraan yang besar dalam waktu 24 jam, siang, malam, sampai pagi membuat setidaknya 1,13 kg emisi karbon terlepaskan keluar udara bersih. Hal inilah yang kemudian, kita sering mendengar, bahwa udara Jakarta tidak lagi bersih, terlihat buram, dan tidak sehat untuk makhluk hidup di bawahnya. 

Emisi karbon dalam jumlah besar di banyak belahan dunia inilah yang menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global. Emisi karbon adalah penyebab isu-isu perubahan iklim terus berkumandang di media pemberitaan dan dalam wacana-wacana kehidupan masa depan. Bagaimana jika masa depan nanti, manusia dihadapkan dengan masalah serius akibat dari emisi karbon yang mencemari kebersihan udara. 

Untuk menanggapi masalah serius ini, pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak upaya untuk menekan upaya emisi karbon di Indonesia. Salah satunya adalah pengesahan Perpres Presiden Jokowi tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). dalam Perpres tersebut pemerintah berkomitmen dalam upaya menurunkan emisi CO2 dengan target penurunan 41% pada tahun 2030 mendatang. Pada pertemuan Conference of the Parties (COP), Presiden meminta dukungan dari kalangan Internasional untuk merealisasikan niat baik ini.

Lantas apa itu emisi karbon? Bagaimana kondisi emisi karbon Indonesia? Apa faktor penyumbang emisi karbon terbesar? Apa saja dampak emisi karbon? Dan Bagaimanakah cara mengurangi emisi karbon? 

Pertanyaan-pertanyaan diatas, merupakan pertanyaan umum tentang wacana sosialisasi peningkatan kepedulian manusia terhadap emisi karbon. Dalam artikel dibawah ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab dengan cukup informatif. Mari baca dengan seksama!

Apa itu Emisi Karbon?

Menurut Cambridge Dictionary, emisi adalah pengiriman keluar sejumlah zat-zat sisa berupa gas, panas, sampai cahaya dari suatu senyawa atau objek. Oleh sebab itu, kata ini seringkali kita dengar digunakan dalam julukan emisi panas, emisi cahaya, sampai karbon. Lantas apa itu emisi karbon?

Emisi karbon adalah pelepasan senyawa karbondioksida ke lapisan atmosfer. Emisi karbon adalah pengeluaran gas-gas sisa dari hasil pembakaran senyawa CO2 dari bahan bakar minyak, seperti solar, bensin, LPJ, batu-bara, dan bahan bakar lainya. 

Di berbagai negara, penyumbang emisi karbon terbesar umumnya dari karbondioksida hasil pembakaran bahan bakar pada transportasi dan mesin-mesin industri, seperti pesawat, mobil, sepeda motor, pabrik, pembangkit listrik, sampai rokok. 

“Anthropogenic greenhouse gas emissions have increased since the pre-industrial era, driven largely by economic and population growth, and are now higher than ever. This has led to atmospheric concentrations of carbon dioxide, methane and nitrous oxide that are unprecedented in at least the last 800,000 years. Their effects, together with those of other anthropogenic drivers, have been detected throughout the climate system and are extremely likely to have been the dominant cause of the observed warming since the mid-20th century.

IPCC, 2014: Climate Change 2014: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I, II and III to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Core Writing Team, R.K. Pachauri and L.A. Meyer (eds.)]. IPCC, Geneva, Switzerland, 151. dalam ourworldindata.org

Lantas bagaimana emisi karbondioksida bisa menimbulkan pencemaran udara? Pada dasarnya, emisi CO2 berasal dari hasil pembakaran mesin tersebut akan terbang mengudara menuju lapisan-lapisan atmosfer. Dalam lapisan atmosfer itulah, emisi karbondioksida akan terkonsentrasi bersama dengan senyawa lainnya seperti nitrogen dioksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC) membentuk gas rumah kaca. 

Gas-gas rumah kaca inilah yang kemudian menimbulkan fenomena efek rumah kaca. Efek rumah kaca tersebut membuat panas matahari terjebak di atmosfer bumi dan menyebabkan suhu bumi menjadi hangat. 

Baca juga: Mengenal Gas Alam sebagai Suplai Vital Energi Dunia

Emisi Karbon Indonesia

Isu emisi karbondioksida dalam jumlah besar dan perubahan iklim bukanlah hal baru bagi Indonesia. Berbagai upaya telah bersama dilakukan oleh pemerintah terkait dengan badan lingkungan Internasional terkait permasalahan emisi CO2 ini. Melalui sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2000 berjudul “Second National Communication”, menyatakan bahwa emisi karbondioksida nasional pada tahun itu telah mencapai angka 556,449 Ggram CO2 ekivalen. Dimana hasil perhitungan jumlah emisi CO2 tersebut dihitung dan diteliti berasal dari seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Perlu diketahui bersama bahwa tidak hanya kendaran, pabrik, dan pembangkit listrik saja yang menyebabkan terjadinya emisi CO2 terus meningkat dari tahun-tahun sampai saat ini. Faktor-faktor penyebab dari setiap individu dan golongan masyarakat juga dapat menghasilkan kumulatif penyumbang emisi karbondioksida.

Baca Juga: Perbedaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Diesel (PLTD)

Seperti contohnya, produk nasi dan sayuran yang ditanam dan dipanen menggunakan pestisida merupakan penyumbang emisi karbondioksida. Tidak hanya itu gas metana yang dihasilkan dari gas-gas metana dari hewan ternak juga penyumbang emisi karbon CO2. Selain itu, puntung rokok, pembakaran sampah, pembakaran hutan, juga merupakan masalah serius sebagai penyumbang emisi karbondioksida. 

Sejatinya emisi karbondioksida, gas rumah kaca, dan fenomena efek rumah kaca dibutuhkan dalam kehidupan manusia untuk menjaga suhu bumi dalam atmosfer agar suhu antara siang dan malam tidak terlalu berbeda jauh. 

Namun, ketika emisi CO2 dan gas rumah kaca yang dikeluarkan terlalu berlebihan maka sebaiknya hal ini justru malah dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi kehidupan manusia.  

“laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) menyatakan bahwa kegiatan manusia lah yang mempercepat kenaikan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir. Akumulasi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir menyebabkan panas berlebih diserap oleh gas rumah kaca di atmosfir. Kelebihan panas yang terperangkap inilah yang kemudian menyebabkan temperatur bumi meningkat. Temperatur yang berubah ini dapat mempengaruhi variabel-variabel cuaca yang ada, seperti kekuatan angin dan intensitas hujan.”

Institute for Essential Services Forum

Penyumbang Emisi Karbon Terbesar

Melalui dokumen “Second National Communication” tersebut menyebutkan bahwa pada kurun waktu 2000 hingga 2005 emisi CO2 meningkat 6,4% per tahunya dengan penyumbang emisi karbon terbesar dihasilkan dari konsumsi bahan bakar fosil. Di tahun 2000 dengan jumlah emisi CO2 sebesar 240,877 Ggram meningkat menjadi 333,438 Ggram pada tahun 2005. 

Konsumsi bahan bakar fosil dari tahap penyulingan minyak bumi dan gas, penggunaanya pada transportasi, pembangkit listrik, dan penggerak mesin industri merupakan penyumbang emisi karbon terbesar. 

Saat ini, setiap tahunya emisi CO2 nasional menyumbangkan 1,13 kg CO2-ek/kapita/hari yakni jika diakumulasikan setara dengan 411,33 kg CO2-ek/kapita/tahun. 

“Carbon dioxide (CO2) makes up the vast majority of greenhouse gas emissions from the sector, but smaller amounts of methane (CH4) and nitrous oxide (N2O) are also emitted. These gases are released during the combustion of fossil fuels, such as coal, oil, and natural gas, to produce electricity.”

epa.gov

Dampak Emisi Karbon

gambar global warming gambar emisi karbon

Emisi CO2 dan gas rumah kaca dengan volume berlebihan tentu membawa banyak dampak buruk bagi segala sektor lingkungan, kesehatan manusia, dan perekonomian. Berikut dampak dari emisi karbon adalah:

1. Lingkungan

Dampak dalam sektor lingkungan dari emisi karbon adalah:

  • Meningakatkan jumlah gas rumah kaca, dan mengakibatkan pemanasan global
  • Peningkatan suhu panas bumi akibat efek rumah kaca, akan mengakibatkan es-es dan gletser di kutub utara dan selatan mencair.
  • Pencairan kutub-kutub akan menyebabkan naiknya permukaan air laut dan meningkatkan potensi banjir di daerah pesisir laut.
  • Banjir dan naiknya permukaan air laut meningkatkan erosi daratan.
  • Pemanasan global ciptakan perubahan musim yang tidak stabil
  • Curah hujan tinggi dan panas tinggi yang dapat menyebabkan kebakaran hutan
  • Buruknya ekosistem alam karena banyak makhluk hidup tidak dapat bertahan dari suhu yang semakin panas.

2. Kesehatan Manusia 

Dampak dalam sektor lingkungan dari emisi karbon adalah:

  • Pemanasan suhu yang tak terkendali dapat mengakibatkan dehidrasi dan cedera kepala akibat panas
  • Mengakibatkan permasalah pernafasan pada kardiovaskular dan ciptakan sel kanker melalui polusi udara
  • Resiko penularan penyakit meningkat

3. Ekonomi

Dampak dalam sektor ekonomi dari emisi karbon adalah:

  • Produksi pertanian, perkebunan, ekosistem hutan, dan ekonomi pariwisata akan terdampak dari pemanasan global
  • Dampak kesehatan manusia menekan ekonomi dan dukungan sosial
  • Naiknya permukaan air laut, potensi banjir, dan kebakaran hutan dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur publik.

“Global warming would affect environmental conditions, food and water supplies, weather pattern, and sea levels. Based on the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Global Climate Summary, it stated that combined land and ocean temperature since 1880 has increased with an average rate of 0.07 C per decade. The temperature continues rising since 1981, with an average rate of 0.18 C, which is over twice as massive as previous times.”

Khozema Ahmed Ali, Mardiana Idayu Ahmad and Yusri Yusup (2020). Issues, Impacts, and Mitigations of Carbon Dioxide
Emissions in the Building Sector. Environmental Technology Division, School of Industrial Technology, Universiti Sains Malaysia, Penang 11800, Malaysia;

Cara Mengurangi Emisi Karbon

Dalam upaya menyelamatkan bumi dari urgensi pemanasan global, setiap individu manusia haruslah mulai aware terhadap permasalahan ini. Upaya mengurangi emisi CO2 harus dilaksanakan bersama agar tercipta pencegahan pemanasan global secara masif. 

Jejak emisi karbondioksida dalam atmosfer dapat dikurangi dengan melakukan peningkatan efisiensi energi bahan bakar. Tidak hanya gaya hidup dan kebiasaan konsumtif manusia juga harus dirubah. Pengalihan bahan bakar minyak untuk trasnportasi kepada bahan bakar alternatif, seperti biosolar, biofuel, merupakan langkah efektif dalam cara mengurangi emisi karbon. 

“Laju pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, sebenarnya disebabkan oleh adanya permintaan energi dari masyarakat. Permintaan energi ini bisa dari berbagai macam kalangan; industri, rumah tangga, atau yang lainnya. Permintaan energi ini tentu saja dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat. Apabila masyarakat memiliki sifat konsumtif, maka tentu saja energi yang diperlukan akan semakin tinggi. Namun, bila masyarakat bisa mengendalikan gaya hidup mereka yang konsumtif, tentu saja energi yang diperlukan untuk memproduksi barang yang mereka perlukan akan semakin sedikit. Melalui pola berpikir inilah, IESR kemudian menggalakkan kampanye masyarakat rendah karbon.”

Institute for Essential Services Forum

Tidak hanya itu usaha individu untuk lebih memilih menggunakan moda transportasi umum, menggunakan lampu hemat energi, sampai menambahkan insulasi pada bangunan merupakan upaya-upaya individu yang harus digalakkan oleh setiap manusia. Energi terbarukan merupakan hal penting dalam cara mengurangi emisi karbon.  

Baca Juga: Cara Mengolah dan Menghemat Bahan Bakar Minyak Secara Efektif

Kesimpulan

Dalam upaya ikut serta menggalakkan upaya penggunaan biofuel dan biosolar untuk mengurangi emisi karbon, PT. Megah Anugerah Energi sebagai distributor resmi pertamina berkomitmen dalam menyalurkan kebutuhan biosolar sebagai bahan bakar alternatif mesin kendaraan dan mesin-mesin industri di seluruh Indonesia. 

Solar Industri menawarkan paket pemesanan produk bio solar B30, jasa bunker service, dan pembuatan tangki solar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk pemesanan lintas negara, silakan hubungi kontak kami yang telah tersedia. 

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.