Efek Rumah Kaca: Arti, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasinya

Bagikan:
Efek rumah kaca adalah proses meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi akibat menipisnyaa lapisan atmosfer bumi. Hal ini biasanya dapat mengakibatkan cuaca di bumi semakin panas karena sinar matahari tidak lagi dilindungi oleh lapisan atmosfer.
Efek Rumah Kaca
Daftar Isi

Pernahkah anda mendengar istilah efek rumah kaca? Mungkin anda sudah sangat familiar dengan istilah tersebut karena biasanya sudah mulai dibahas sejak masih duduk di bangku sekolah. Efek rumah kaca ini terjadi karena adanya gas-gas hasil dari aktivitas manusia yang terperangkap di atmosfer bumi. 

Hal tersebut menyebabkan berbagai macam dampak yang krusial untuk kelangsungan hidup makhluk hidup ke depannya. Oleh karena itu, kita patut untuk menanggulangi masalah ini sejak dini sebelum berdampak lebih lanjut.

Lantas, mungkin anda bertanya-tanya apa itu efek rumah kaca? Bagaimana proses terjadinya? Apa saja penyebab dan dampaknya? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ayo simak lebih lanjut karena kami akan membahas semuanya pada artikel ini!

Pengertian Efek Rumah Kaca

Secara harfiah, efek rumah kaca berarti efek yang ditimbulkan selayaknya rumah kaca yaitu gelombang panas yang masuk tidak dapat keluar karena akan terpantul kembali ke dalam oleh dinding-dinding kaca sekitar. 

Menurut KBBI, efek rumah-kaca adalah efek pemanasan dari atmosfer ke bumi karena atmosfer menyerap dan memancarkan kembali sinar inframerah. Hal ini dapat kita simpulkan bahwa efek rumah kaca merupakan efek pemantulan kembali dari atmosfer ke bumi yang berupa gelombang panas atau inframerah.

Pemantulan tersebut terjadi karena adanya gas rumah kaca. Gas rumah kaca merupakan gas yang berasal dari aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara, penggunaan alat transportasi dengan bahan bakar fosil, asap pabrik, dan lain-lain. 

Gas-gas ini terlepas bebas di udara dan kemudian terperangkap di lapisan atmosfer bumi. Adapun contoh dari gas-gas tersebut yaitu karbon monoksida (CO), karbon dioksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, metana, chlorofluorocarbon (CFC), dan lain sebagainya.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

proses terjadinya efek rumah kaca
Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca (Sumber: dlh.slemankab.go.id)

Selayaknya ketika anda berada di dalam mobil, panas yang masuk melalui kaca mobil akan menyebabkan anda merasa agak sedikit gerah karena suhu di dalam mobil meningkat. Panas tersebut sejatinya akan dipantulkan kembali keluar mobil, tetapi ia terpantul kembali ke dalam mobil karena adanya lapisan kaca.

Kaca di dalam mobil menjadi lapisan yang membuat panas tidak dapat keluar dan terperangkap di dalamnya. Hal ini berlaku sama dengan efek rumah kaca yang terjadi pada bumi.

Matahari memancarkan gelombang panas secara langsung menuju bumi. Bumi menerima gelombang panas tersebut sehingga suhu bumi menghangat. Menganggapi hal tersebut, bumi juga mengeluarkan panas dan melepasnya secara bebas ke laur angkasa. Akan tetapi, panas tersebut terperangkap dan terpantul kembali ke bumi karena ada gas yang terkumpul di atmosfer bumi.

Aktivitas-aktivitas manusia menghasilkan berbagai macam gas-gas yang terlepas bebas di udara. Gas-gas tersebut dapat berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil dari alat transportasi atau aktivitas lain manusia, seperti limbah rumah tangga.

Penyebab Efek Rumah Kaca

Seperti yang telah kami sampaikan di atas, efek ini disebabkan oleh berbagai macam aktivitas manusia. Berikut ini akan kami paparkan terkait penyebab-penyebabnya, antara lain:

1. Deforestasi Hutan

Deforestasi hutan efek rumah kaca
Contoh Hutan yang terdeforestasi (Sumber: Unsplash)

Penyebab pertama dari efek rumah kaca yaitu deforestasi hutan. Deforetasi hutan adalah kegiatan penebangan pohon di hutan atau penggundulan hutan.

Biasanya, hutan akan beralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Perkebunan tersebut bermacam-macam, seperti perkebunan sawit.

Di sisi lain, hutan juga dapat beralih fungsi menjadi pemukiman warga. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan apabila penggundulan hutan dilakukan hanya untuk mengambil pohon-pohon demi kepentingan manusia, seperti pengambilan kayu pohon untuk konstruksi bangunan atau untuk pembuatan kertas dan tisu.

Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya organisme atau makhluk hidup yang melakukan sekuestrasi gas karbon dioksida sehingga kadar gas tersebut akan terus meningkat.

Sekuestrasi merupakan kemampuan tumbuhan dalam menangkap, menyimpan, dan mengubah gas karbon dioksida menjadi oksigen dan energi melalui proses fotosintesis.

Berkurangnya jumlan pohon dapat menyebabkan akumulasi gas karbon dioksida di udara akan semakin tinggi. Hal tersebut dapat membentuk lapisan gas di atmosfer yang dapat menimbulkan emisi gas kaca.

2. Limbah Rumah Tangga

Limbah Rumah Tangga Efek Rumah Kaca
Limbah rumah tangga berserakan (Sumber: Unsplash)

Limbah rumah tangga menjadi salah satu penyebab dari efek rumah kaca karena limbahnya dapat menghasilkan gas metana apabila telah terurai oleh bakteri pengurai. Selain itu, sampah yang dibakar juga dapat menghasilkan gas karbon dioksida yang turut berkontribusi dalam hal ini.

3. Penggunaan Alat Transportasi

Penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat
Polusi udara meningkat (Sumber: Unsplash)

Penyebab lainnya yaitu penggunaan alat transportasi. Saat ini, masih banyak alat transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil dapat menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbon monosida dan nitrogen oksida. Hal tersebut karena tidak terjadi reaksi pembakaran yang sempurna. 

Selain itu, proses pengambilan dan pembuatan bahan bakar ini juga dapat menghasilkan gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan sulfur dioksida sehingga turut berperan dalam menimbulkan efek rumah kaca.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Sulfur Bagi Lingkungan dan Makhluk Hidup

4. Revolusi Industri

Asap yang muncul saat sisa pembakaran industri
Asap sisa pembakaran industri (Sumber: Unsplash)

Penyebab efek rumah kaca yang terakhir adalah revolusi industri. Revolusi industri memang sangat berdampak baik untuk kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, kemajuan ini juga berdampak pada lingkungan sektiar.

Banyaknya industri yang berdiri setelah revolusi industri menyebabkan melonjaknya jumlah gas rumah kaca di udara. Pasalnya, industri pabrik banyak yang menggunakan bahan bakar fosil atau batu bara untuk keperluan industrinya.

Kemajuan ini juga menghasilkan banyak alat yang biasa kita gunakan sehari-hari dan rumah tangga yang sudah canggih dengan menggunakan listrik sebagai sumber utama penggunaannya. Alat-alat tersebut yaitu kulkas, AC, kipas angin, komputer, iPad, kompor listrik, dan lain sebagainya.

Alat tersebu tentunya dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan beraktivitas sehari-hari sehingga banyak orang yang akan menggunakana alat tersebut. Hal tersebut dapat berdampak pada terjadinya efek rumah kaca karena masih banyak pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara. Selain itu, penggunaan kulkas dan AC juga akan menghasilkan gas CFC yang juga tergolong ke dalam gas rumah kaca.

Dampak dari Efek Rumah Kaca

Anda telah mengetahui penyebabnya dan kali ini akan dijelaskan apa saja dampak yang akan timbul dari efek rumah kaca ini. Simak berikut ini!

1. Global Warming

Efek pemasan global
Pemanasan Global (Sumber: Freepik)

Dampak pertama yang akan timbul yaitu global warming atau pemanasan global. Global warming adalah meningkatnya rata-rata suhu bumi sebagai akibat dari efek rumah kaca. Beberapa dekade terakhir, suhu bumi terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah gas rumah kaca.

Pemanasan global dapat menyebabkan berbagai hal krusial yang terjadi pada manusia, seperti meningkatnya permukaan air laut karena gletser mulai meleleh dan perubahan iklim. Selain itu, global warming juga menyebabkan cuaca mulai sulit untuk diprediksi.

2. Musim Kemarau Panjang

Tanah kering akibat efek rumah kaca
Tanah yang kering (Sumber: Unsplash)

Musim kemarau panjang merupakan dampak lanjutan dari global warming. Dampak dari hal ini sangatlah signifikan karena berpengaruh secara langsung dengan keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi. 

Dampak yang timbul dari musim kemarau panjang yaitu kekeringan yang terjadi pada sebagian belahan bumi. Biasanya, sumber mata air akan mulai surut dan berhenti megneluarkan air sehingga hewan, tumbuhan, dan manusia akan mengalami kesulitan untuk memperoleh air.

Hewan dan manusia kemungkinan masih bisa melakukan migrasi ke tempat yang dekat dengan sumber mata air, sedangkan tumbuhan tidak dapat melakukan migrasi dan pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu, ini dapat menyebabkan menurunnya biodiversitas.

3. Menurunnya Biodiversitas

Sebagaimana yang kami sampaikan di atas, kemarau panjang dapat menyebabkan menurunnya biodiversitas makhluk hidup. Biodiversitas akan menurun karena banyak makhluk hidup yang tidak mampu untuk bertahan hidup di suhu yang tinggi.

Di samping itu, sulitnya dalam mendapatkan makanan dan minuman juga dapat menjadi salah satu faktor banyaknya makhluk hidup yang mati. Kematian suatu spesies atau populasi tertentu dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kepunahan sehingga tingkat keanekaragaman hayati dapet menurun.

Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca

Hingga saat ini, masih belum ada cara yang pasti dalam mengatasi hal ini. Hanya saja, terdapat berbagai macam cara yang dapat anda lakukan dalam mengurangi terjadinya efek rumah kaca, seperti di bawah ini:

1. Hemat energi listrik

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan listrik seperlunya saja atau lebih hemat listrik. Sebab, melalui cara ini Anda dapat membantu untuk mengurangi pemakaian batu bara yang mana bisa menimbulkan emisi gas di udara.

2. Beralih ke pupuk organik

Dalam industri pertanian, tentu biasanya kita membutuhkan pupuk supaya tumbuhan bisa berkembang biak. Namun, para petani lebih sering menggunakan pupuk kimia karena dianggap mampu membuat tanaman tumbuh lebih cepat.

Kendati demikian, sebaiknya segera untuk beralih ke pupuk organik supaya membantu mengurangi emisi gas kaca.

3. Melakukan reboisasi

Selanjutnya, cara yang cukup manjur untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah melakukan reboisasi. Sebab, tumbuhan hasil reboisasi ini akan menyerap karbondioksida dan uap air sebagai bahan baku fotosintesis.

4. Membatasi penggunaan plastik

Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan membatasi penggunaan plastik di dalam kehidupan sehari-hari.

Plastik adalah senyawa polimer yang sulit terdegradasi di dalam tanah dan untuk mengurangi limbah harus melakukan pembakaran.

Padahal, pembakaran tersebut nantinya akan menghasilkan gas karbondioksida yang tidak menyehatkan. Maka dari itu, sebaiknya kurangi penggunaan plastik.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai apa itu efek rumah kaca beserta dengan proses terjadinya, penyebab, dampak, hingga cara menanggulanginya.

Pada dasarnya, efek rumah kaca adalah efek yang berasal dari menumpuknya gas rumah kaca di atmosfer. Disebut efek rumah kaca karena efek tersebut memantulkan kembali panas bumi yang seharusnya keluar dari atmosfer bumi.

Hal tersebut terjadi karena adanya gas-gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer, seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), gas metana, dan sebagainya.

Maka dari itu, supaya tidak terjadi pemanasan secara terus menerus di permukaan bumi, Anda harus membantu dengan salah satu caranya adalah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

Bahan bakar tersebut adalah bio solar yang mana terdiri dari 30% campuran biodiesel dan 70% solar, sehingga diklaim lebih ramah lingkungan dari pada jenis lainnya.

Solar Industri menyediakan pembelian produk Bio Solar B30 yang bisa Anda gunakan untuk kebutuhan transportasi setiap hari. Kunjungi laman resmi untuk mendapatkan update penawaran dan informasi terbaru.

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.