Mengenal Pentingnya Sulfur Bagi Lingkungan dan Makhluk Hidup

Bagikan :
apa itu sulfur

Apakah Anda familiar dengan senyawa sulfur atau belerang? Ya, keduanya adalah hal yang sama. Sulfur memiliki peran penting bagi keberlanjutan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia. Bahkan, dalam tubuh manusia sendiri terdapat sekitar 140 gram darinya.

Jika Anda pernah bepergian ke pemandian air panas, mungkin Anda sempat mencium bau aneh yang khas. Bau tersebut berasal dari belerang. Senyawa ini juga menjadi penyebab aroma menyengat pada bawang putih, telur busuk, dan urin manusia. Meskipun begitu, unsur pembentuk aslinya tidak berbau.

Lantas, mengapa bisa begitu? Kali ini, kami menyajikan tulisan mengenai pengertian sulfur, rumus kimia, hingga manfaatnya. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Sulfur?

Sulfur adalah unsur kimia non-logam yang diidentifikasi dengan huruf S. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yaitu sulpur. Namun, orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan belerang. Warnanya berupa kuning terang dan baunya khas layaknya telur busuk.

Walaupun begitu, wujud murni dari sulfur adalah padatan rapuh yang tidak berasa, tidak berbau, dan berwarna kuning pucat. Senyawa ini bereaksi dengan semua jenis logam, kecuali emas dan platinum. Sifatnya tidak larut dalam air dan bukan konduktor listrik yang baik. 

Belerang dapat dengan mudah Anda temukan di dekat sumber air panas atau gunung berapi. Jutaan ton belerang diproduksi setiap tahun, sebagian besar untuk pembuatan asam sulfat, yang banyak digunakan dalam industri.

Senyawa ini kini dijadikan sebagai komoditas berharga untuk memproduksi berbagai produk termasuk pupuk dan bahan kimia lainnya. Ia juga merupakan nutrisi penting bagi tanaman, hewan dan manusia karena mengandung protein yang melimpah.

Menurut Britannica.com, di endapan bawah tanah terdapat belerang murni yang berwujud layaknya kubah. Hal ini muncul akibat aktivitas bakteri pada mineral anhidrit. 

Sementara, kumpulan belerang di daerah vulkanik berasal dari gas hidrogen sulfida yang dihasilkan di bawah permukaan bumi dan diubah menjadi belerang melalui reaksi dengan oksigen di udara.

Namun, sulfur menurunkan gas yang bernama sulfur dioksida atau SO2. Sulfur dioksida dihasilkan melalui proses pembakaran bahan bakar fosil. Contohnya antara lain minyak mentah, batu bara, dan bijih logam. Gas ini mudah larut dalam air dan memiliki bau yang tajam.

SO2 berfungsi sebagai pembangkit listrik dalam kegiatan industri. Walaupun begitu, dampaknya cukup berbahaya bagi lingkungan di sekitar. Ia mengakibatkan iritasi pernafasan, hujan asam, kerusakan tanaman, hingga pengaratan.

Baca Juga: Apa itu Hidrokarbon? Pengertian Hingga Urgensinya

Rumus Kimia Sulfur

Senyawa ini memiliki lambang S dalam tabel periodik. Tiga asam amino (sistein, sistin, dan metionin) dan dua vitamin (biotin dan tiamin) adalah senyawa organosulfur. Banyak kofaktor juga mengandung sulfur termasuk glutathione dan thioredoxin dan besi-sulfur protein. Berikut ringkasan rumus kimianya:

Nomor atom (Z) 16

Golongan 16 (kalkogen), blok-p

Periode 3

Kategori unsur nonlogam

Bobot atom standar (±) (Ar) 32.065(5)

Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p4

       per kelopak

       2, 8, 6

Baca Juga: Gas Metana: Berbahaya atau Bermanfaat?

Siklus Sulfur

Terdapat beberapa jenis siklus unsur dalam biogeokimia, salah satunya adalah siklus atau daur sulfur. Singkatnya, proses ini mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Berikut penjelasannya:

  • Atmosfer

Sulfur pada atmosfer kebanyakan berasal dari hasil erupsi gunung vulkanik, pabrik, ataupun pelapukan batuan. Senyawa ini bersentuhan dengan udara sehingga berubah menjadi sulfat atau SO2. Terdapat pula bentuk lain seperti gas H2S atau hidrogen sulfida. Gas ini berasal dari penguraian hewan dan tumbuhan yang mati oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

  • Air Hujan

Di udara, senyawa yang ada terbawa oleh presipitasi. Mereka akan bereaksi dengan oksigen dan air sehingga membentuk asam sulfat atau H2SO4. Unsur ini akan jatuh ke permukaan bumi dan nantinya kita kenal sebagai hujan asam. Penyebab utama terjadinya hujan asam adalah polusi udara dari pabrik atau pembakaran kendaraan bermotor. Namun, fenomena ini akan menyebabkan korosi batu-batuan dan logam.

  • Makhluk Hidup

H2SO4 yang jatuh kedalam tanah oleh bakteri dipecah lagi menjadi ion sulfat yang kembali diserap oleh makhluk hidup. Senyawa ini diambil oleh tanaman dan mikroba hingga berubah bentuk menjadi organik. Lalu, bentuk organik ini dikonsumsi oleh hewan melalui makanan mereka. Dengan demikian, belerang bergerak dalam rantai makanan.

  • Bakteri

Ketika hewan mati, beberapa belerang terlepas melalui dekomposisi. Sementara, beberapa akan masuk ke dalam jaringan mikroba. Mereka diuraikan oleh bakteri menghasilkan sulfur kembali. begitu seterusnya. Proses siklus ini tidak akan pernah terhenti selama salah satu komponen penting penting seperti tumbuhan, hewan, dan manusia masih ada di permukaan bumi ini.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Inilah Konsep Viskositas Dalam Ilmu Fisika

Manfaat Sulfur

Adapun kandungan dalam sulfur memiliki manfaat dan kegunaan tertentu bagi lingkungan di sekitarnya. Bahkan tidak jarang senyawa ini dikomersialisasikan oleh manusia, Berikut pemaparannya:

  • Bagi Industri

Belerang amat banyak dimanfaatkan dalam aktivitas industri sehingga penggunaannya sering dianggap sebagai indikator yang paling menentukan keadaan ekonomi nasional. Hampir semua belerang yang dikumpulkan diolah menjadi asam sulfat. Umumnya ia menjadi bahan utama dalam pembuatan pupuk, yakni fosfat dan amonium sulfat.

Kegunaan penting lainnya antara lain produksi pigmen, deterjen, serat, minyak bumi, lembaran logam, bahan peledak, dan baterai. Di samping itu, sulfur yang tidak diolah menjadi asam sulfat digunakan dalam pembuatan kertas, insektisida, fungisida, zat warna, dan produk lainnya.

  • Bagi Lingkungan

Daur sulfur memiliki dampak positif bagi lingkungan. Ia dapat memperbaiki aroma, warna, serta struktur tembakau, umbi-umbian, dan bawang merah. Hal ini termasuk bentuk dan ukurannya. Sehingga, jumlah belerang dalam tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Ia dapat membantu meningkatkan kandungan protein dan vitamin tanaman, membentuk butiran klorofil, zat gula, serta meningkatkan jumlah anakan produksi pada tanaman padi,

  • Bagi Manusia

Senyawa ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit kulit seperti jerawat, scabies, kudis, alergi, rosacea, dan ketombe. Ia juga dapat berfungsi sebagai obat sesak nafas dan radang tenggorokan. Maka dari itu, orang-orang percaya bahwa mandi di mata air belerang sangat berguna bagi kesehatan.

Kini, senyawa tersebut telah menghasilkan produksi berupa obat luar seperti salep dan lotion. Bahkan, Anda dapat dengan mudah menemukan sabun berkomposisi sulfur di minimarket.

Kesimpulan

Sulfur merupakan senyawa yang memiliki banyak keunikan. Unsur aslinya yang tidak berbau dan cenderung berwarna pucat akan berubah ketika bereaksi dengan unsur lainnya. Walaupun turunannya berbahaya bagi lingkungan atau udara, ia tetap memiliki segudang manfaat bagi sekitar.

Itulah ulasan kami mengenai sulfur. Semoga tulisan ini dapat membantu Anda memahami senyawa yang satu ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Solar Industri menyediakan produk pembelian Bio Solar B30 Non-Subsidi resmi Pertamina, dan membuka jasa bunker service untuk bahan bakar Marine fuel oil dan solar. Jika anda tertarik, segera kirim penawaran kepada kami.

Tags

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.