Minyak FAME: Pengertian, Proses, Manfaat, dan Kegunaannya

Bagikan:
FAME adalah bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi. Minyak FAME di Indonesia digunakan sebagai campuran pada Biosolar dengan beberapa jenis seperti B20, B30 dan B100.
FAME (fatty acid methyl ester)
Daftar Isi

FAME adalah singkatan dari fatty acid methyl ester yang biasa kita sebut sebagai biodiesel. Minyak FAME digunakan sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar fosil dan telah banyak digalakkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari gerakan energi terbarukan.

Penyebabnya adalah sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis sehingga kita perlu mencari alternatif lain. Penggunaan bahan bakar biodiesel ini berkontribusi dalam peningkatan terhadap kemandirian sumber daya energi.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang minyak FAME, simak artikel di bawah ini yang akan membahas minyak FAME dan seluk-beluknya.

Apa Itu Minyak FAME

Minyak FAME berasal dari minyak nabati mentah yang kaya akan fatty acid (asam lemak) dengan kadar 61-62% dan saat ini digunakan sebagai bahan campuran biodiesel. FAME adalah bahan turunan dari CPO (crude palm oil) yang telah melalui proses pengolahan secara fisika dan kimia.

Karakteristik fisik dari fatty acid methyl ester mirip dengan bahan bakar fosil, namun kandungannya bergantung pada minyak sayur yang digunakan. FAME juga kandungan fisik yang mirip dengan dengan diesel konvensional. FAME tidak bersifat toksik dan merupakan bahan bakar yang biodegradable.

Proses Produksi

Berikut adalah beberapa bahan yang bisa digunakan sebagai bahan baku dari minyak FAME, yaitu:

  • Minyak jelantah
  • Lemak hewan
  • Minyak kedelai
  • Minyak biji rami (rapeseed)
  • Minyak bunga matahari (sunflower)
  • Minyak kelapa

Minyak FAME memiliki formula molekul CH3(CH2)nCOOCH3. Bahan-bahan ini diolah dan menghasilkan minyak FAME melalui proses transesterifikasi. Transesterifikasi adalah proses reaksi reversible yang dilakukan dengan mencampurkan reaktan.

Transesterifikasi dilakukan dengan menggunakan basa kuat atau asam kuat sebagai katalis. Di dunia industri, sodium atau potassium methanolate adalah senyawa kimia yang umum digunakan sebagai katalis. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Reaksi kimia dari FAME (fatty acid methyl ester)
Reaksi Transesterfikasi

Proses transesterifikasi adalah proses yang melibatkan 3 gugus alkoksi dari glyceryl backbone yang berasal dari trigliserida (lemak). Gugus tersebut bereaksi dengan metanol menghasilkan 3 molekul ester yang kaya akan lemak dan gliserol bebas sebagai by-product. Dalam reaksi di atas, kalium hidroksida berperan sebagai katalisator.

Baca juga: Mengenal Minyak Bumi, Sumber Daya Alam Penting dalam Kehidupan Manusia

Karakteristik Minyak FAME

Karakteristik FAME (fatty acid methyl ester)
Marine oil © Unsplash

Setelah Anda mengetahui proses produksi minyak FAME, bagaimana karakteristik minyak ini sehingga bisa dianggap sebagai bahan bakar alternatif. Berikut ini adalah karakteristik minyak FAME adalah:

1. Densitas

Parameter ini untuk mengukur kualitas dari bahan bakar biodiesel. Densitas memberi pengaruh terhadap nilai kalori dan kekuatan yang dihasilkan saat proses pembakaran bahan bakar yang memiliki hubungan erat dengan alkil ester. Semakin panjang gugus karbon, maka densitas biodiesel semakin meningkat dan mengurangi derajat saturasi molekul. 

Minyak FAME memiliki densitas sebesar 0,88 kg/l pada suhu 20℃ sedangkan diesel konvensional memiliki densitas 0,83 kg/l pada suhu yang sama.

2. Viskositas

Viskositas yang tinggi akan menimbulkan kehilangan gesekan yang terjadi dalam pipa, sehingga perlu melakukan pemompaan lebih keras. Hal ini akan menyulitkan saat proses filter yang kemudian akan berdampak pada kemungkinan adanya pengotor yang berkumpul dan proses fogging bahan bakar. Namun viskositas yang rendah juga dapat menyebabkan lubrikasi yang tipis dan dapat menyebabkan kerusakan pada alat pembakar.

Minyak FAME memiliki viskositas 7,5 mm2/s pada suhu 20℃ sedangkan diesel konvensional memiliki viskositas 5,0 mm2/s pada suhu 20℃.

3. Cetane Number

Cetane number adalah angka yang menunjukkan hasil dari percobaan kualitas pembakaran bahan bakar diesel dengan membandingkan bahan bakar referensi dengan angka setana yang diketahui sebelumnya. Berdasarkan SNI angka setana untuk minyak FAME adalah 51, sedangkan menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk minyak diesel standar adalah 48 dan CCI (Calculate Cetane Index) adalah 45.

Minyak FAME memiliki nilai angka setana sebesar 56 yang lebih besar dari minyak diesel. Hal ini berarti minyak FAME baik digunakan untuk meningkatkan performa penyalaan otomatis pada mesin diesel.

4. Titik Nyala

Titik nyala (flash point) adalah parameter penting yang berkaitan dengan proses pengolahan dan penyimpanan bahan bakar yang apabila tinggi maka membutuhkan pengolahan dan penyimpanan yang lebih aman. Keberadaan metanol dalam proses produksi biodiesel menyebabkan nilai titik nyala biodiesel rendah, sehingga biodiesel mudah terbakar.

Minyak FAME pada suhu 171-180℃, titik nyalanya pada 57℃. Kemudian pada suhu 181-190℃ adalah 58℃ dan pada suhu 191-200℃ adalah 59℃.

5. Emisi

Minyak FAME juga menghasilkan emisi. Bahan baku yang digunakan akan mempengaruhi kadar emisi yang dihasilkan. Apabila menggunakan bahan baku minyak biji rami (rapeseed) nilai emisinya adalah 46 gCO2eq/MJ, sampah sayuran dan minyak hewan sebesar 10 gCO2eq/MJ, dan minyak kelapa 54 gCO2eq/MJ.

Penggunaan Minyak FAME

Minyak FAME, yang selanjutnya kita sebut biodiesel, di Indonesia sebagai bahan bakar terbarukan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM membagi jenis biofuel menjadi 3 jenis, yaitu:

1. B20

B20 adalah jenis biosolar yang merupakan program Pemerintah dengan mencampurkan 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar solar. Produk ini mulai berlaku sejak Januari 2016 mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM nomor 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

2. B30

B30 adalah jenis biosolar yang merupakan program Pemerintah dengan 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar solar. Produk ini mulai berlaku sejak Januari 2020 mengacu pada peraturan yang sama dengan peraturan pada biosolar B20.

3. B100

B100 adalah istilah lain dari biodiesel yang komposisinya adalah minyak FAME melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi yang berasal dari bahan-bahan nabati dan juga minyak hewan.

Manfaat Minyak FAME

Manfaat Fame (fatty acid methyl ester)
Nature © Unsplash

Biodiesel memiliki banyak manfaat karena berasal dari bahan baku yang alami, biodiesel sangat ramah lingkungan dan aman untuk digunakan setiap hari karena menghasilkan emisi yang lebih sedikit dari bahan bakar fosil.

Dilansir dari aprobi.or.id, pada tahun 2020, biodiesel telah berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 22,46 juta ton dan turut berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas lingkungan.

Biodiesel juga dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan menerapkan penggunaan yang sustainable. Di Indonesia saat ini, bahan baku biodiesel berupa minyak kelapa dapat ditemukan sebesar 70% di Pulau Sumatera dan 30% di Pulau Kalimantan.

Baca juga: Mengetahui Berbagai Macam Manfaat Minyak Kelapa Sawit

Kesimpulan

Minyak FAME adalah bakar bahan minyak yang berasal dari minyak nabati mentah yang kaya akan fatty acid (asam lemak) sebesar 61-62%. Minyak FAME memiliki formula molekul CH3(CH2)nCOOCH3 dan dihasilkan melalui proses transesterifikasi, yaitu proses reaksi reversible yang dilakukan dengan mencampurkan reaktan.

Jenis bahan baku yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku minyak FAME adalah minyak jelantah, lemak hewan, minyak kedelai, minyak biji rami (rapeseed), minyak bunga matahari (sunflower), dan minyak kelapa.

Minyak FAME memiliki kadar emisi yang rendah daripada bahan bakar fosil sehingga pada tahun 2020 biodiesel telah berhasil dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 22,46 juta ton dan telah berkontribusi besar pada peningkatan kualitas lingkungan.

Nah, demikian adalah pembahasan tentang minyak FAME. Menarik, bukan? Apabila Anda ingin mengetahui informasi-informasi lainnya, simak terus artikel-artikel lain, ya!

Solar Industri menyediakan pembelian produk BBM Non-subsidi untuk Biosolar B30 dan Marine Fuel Oil untuk membantu kebutuhan suplai industri. Kirimkan penawaran Anda dan cek harga khusus dari kami.

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.