Mengenal Pengertian Tumpahan Minyak, Dampak, dan Cara Menanganinya

Bagikan:
Tumpahan minyak terjadi di laut akibat melakukan pengeboran minyak bumi, perbaikan kapal dan lain sebagainya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran laut yang mengakibatkan kematian. Salah satu cara untuk mengurangi tumpahan minyak yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme yang dapat mengurai minyak seperti Bacillus subtilis.
Tumpahan Minyak
Daftar Isi

Tumpahan minyak merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang biasa terjadi di lautan. Dalam sebuah industri minyak dan gas, tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi peristiwa kebocoran tangki minyak atau hal lainnya.

Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak bumi dan gas, sekaligus dilintasi jalur pelayaran yang sangat padat. Karena itu, risiko terjadinya tumpahan minyak di perairan Indonesia tergolong tinggi.

Tentunya terdapat berbagai macam penyebab terjadinya tumpahan minyak. Akan tetapi, apakah Anda mengetahui apa itu tumpahan minyak? Apa saja dampak dari terjadinya peristiwa tersebut? Lalu, bagaimana cara menanganinya? Apabila Anda masih belum mengetahuinya, Anda tidak perlu khawatir karena kami akan membahas tuntas semuanya di artikel ini. Simak artikel ini dengan saksama ya!

Pengertian Tumpahan Minyak

Pengertian tumpahan minyak
© Unsplash

Tumpahan minyak (oil spill) adalah salah satu bentuk pencemaran lingkungan laut. Hal tersebut memiliki dampak yang cukup serius pada lingkungan atau ekosistem sekitar. Salah satu situasi yang rawan adalah ketika kapal melakukan bongkar muat atau pengisian bahan bakar, karena pada saat itu kebocoran sambungan dan selang mudah terjadi. Namun tumpahan berskala besar umumnya justru berasal dari kecelakaan kapal tanker dan semburan liar pada sumur lepas pantai.

Terdapat penyebab lain dari terjadinya oil spill ini, seperti kegiatan pengeboran minyak bumi lepas pantai, docking atau perbaikan kapal, scrapping kapal, tabrakan kapal tanker, dan lain-lain. Minyak yang tumpah ke perairan lautan akan menyebar luas ke samudera hingga lepas pantai. Hal tersebut karena terdapat pengaruh sifat fluida (zat cair) dan ombak.

Di sisi lain, terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan minyak tumpah ke lautan, seperti dangkalnya perairan dan muatan kapal sedang dalam kondisi penuh. Sumber pencemar laut lainnya yaitu adanya bilge illegal. Bilge sendiri merupakan saluran pembuangan air, minyak, dan pelumas mesin yang tergolong senyawa limbah. 

Menurut aturan global, bilge harus melalui separator sebelum dibuang ke laut. Hal tersebut bertujuan untuk memisahkan antara minyak dan air. Namun, pada praktiknya, banyak buangan bilge illegal yang tidak memenuhi aturan tersebut dan dibuang begitu saja ke laut.

Menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), tumpahan minyak memiliki berbagai macam bentuk yaitu berbentuk cair atau seperti bola (tarball). Kasus tarball sering kali terjadi di Jakarta, khususnya di Kepulauan Seribu. Pada tahun 2008, didapatkan tar ball sebanyak 4.782 kantong yang setara dengan 49,6 ton.

Dampak Tumpahan Minyak

Seperti yang telah kami kemukakan sebelumnya, oil spill berdampak bagi lingkungan. Nah, pada bagian ini, kami akan menjelaskan terkait dampak apa saja yang akan timbul dari peristiwa oil spill. Berikut ini adalah dampak yang dapat saja timbul, antara lain:

1. Kematian Makhluk Hidup

Untuk kasus minyak tumpah di perairan laut, dampak yang mungkin terjadi pertama adalah kematian organisme laut. Hal tersebut karena minyak bumi dapat menutup akses cahaya untuk masuk ke dalam lautan. Selain itu, minyak yang tumpah memiliki berbagai macam fraksi, seperti fraksi aspaltin, fraksi aromatik, dan fraksi ringan. Fraksi-fraksi tersebut bersifat beracun (toxic) bagi makhluk hidup di laut, seperti ikan, kerang, rumput laut, bahkan plankton.

2. Perubahan Tingkah Laku Organisme

Selanjutnya yaitu terjadi perubahan tingkah laku organisme laut. Riset menunjukkan bahwa konsentrasi minyak berpengaruh pada tingkah laku ikan dan kerang di laut. Udang dan kepiting menggunakan sistem penciuman untuk melakukan aktivitas sehingga paparan senyawa kimia beracun dapat mengganggu aktivitas dan kemampuannya.

3. Bau Lantung (tainting)

Bau ini muncul pada ikan tambak atau keramba yang tidak dapat berpindah menjauhi perairan tercemar. Minyak yang tumpah akan memengaruhi bau dan rasa daging ikan tersebut.

4. Budidaya Perikanan

Minyak yang tumpah dapat menimbulkan dampak pada sektor budidaya perikanan. Pasalnya, oil spill akan merambat di seluruh perairan hingga pesisir pantai. Selain kematian yang terjadi pada organisme tambak, alat tambak pun tidak dapat dipakai lagi apabila telah terkena minyak.

5. Ekosistem Laut

Tentunya, oil spill berpengaruh terhadap ekosistem laut. Minyak yang tumpah tergolong limbah B3 dan dapat berdampak pada matinya organisme yang ada di pesisir dan laut karena tertutupnya akses cahaya oleh minyak yang mengapung di permukaan air sehingga banyak organisme laut yang akan kesulitan untuk mendapatkan cahaya. Selain itu, minyak yang mengapung dapat mengurangi kadar oksigen dalam air dan menghalangi proses pertukaran gas.

Cara Menangani Tumpahan Minyak

Setelah Anda mengetahui pengertian dan dampak yang akan timbul dari terjadinya tumpahan minyak, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara menangani pencemaran tersebut. Berikut ini adalah cara menangani oil spill, antara lain:

1. Peraturan Pemerintah

Yang pertama adalah kerangka aturan. Untuk menghadapi kejadian tumpahan minyak, pemerintah menerbitkan sejumlah ketentuan penanganan oil spill, seperti Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 54/KEPMEN-KP/2016 tentang Tim Penanggulangan Dampak Tumpahan Minyak terhadap Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

2. Mikroorganisme

Sebelum sampai ke tahap biologis, penanganan lapangan bertumpu pada tindakan mekanis. Sebaran minyak dikurung lebih dahulu dengan oil boom, lalu diangkat dengan skimmer. Bila cuaca dan lokasi memungkinkan, dapat dipakai dispersan untuk memecah lapisan minyak atau pembakaran di tempat yang dikenal sebagai in-situ burning, sedangkan bahan penyerap dipakai untuk sisa lapisan yang tipis.

Cara berikutnya adalah bioremediasi, yaitu memanfaatkan mikroorganisme pengurai hidrokarbon seperti Bacillus subtilis dan bakteri dari marga Pseudomonas. Perlu ditegaskan, bioremediasi bukan tindakan pertama dan bukan sekadar menaburkan bakteri ke laut. Prosesnya berlangsung lambat, hanya efektif pada sisa minyak yang sudah tipis, dan menuntut penambahan nutrien seperti nitrogen serta fosfor agar bakteri dapat bekerja.

Kesimpulan

Tumpahan minyak adalah salah satu jenis pencemaran lingkungan. Terdapat berbagai macam penyebab terjadinya oil spill. Selain itu, ada pula dampak yang timbul dari adanya minyak yang tumpah. Adapun cara menangani tumpahan tersebut, seperti dengan keluarnya aturan pemerintah dan menggunakan mikroorganisme.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Solar Industri menyediakan pembelian bahan bakar Biosolar B40 dan Jasa Bunker Service non-subsidi resmi Pertamina. Apabila Anda tertarik, silakan menghubungi kontak terkait.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu tumpahan minyak?

Tumpahan minyak atau oil spill adalah lepasnya minyak bumi maupun produk turunannya ke lingkungan, terutama ke laut, akibat kecelakaan atau kelalaian. Minyak yang tumpah membentuk lapisan tipis di permukaan air dan menyebar cepat mengikuti angin dan arus.

Apa penyebab utama tumpahan minyak?

Sumbernya bermacam-macam: kecelakaan kapal tanker seperti tabrakan dan kandas, semburan liar atau blowout pada sumur lepas pantai, kebocoran pipa bawah laut, kegagalan saat bongkar muat dan pengisian bahan bakar, kegiatan perbaikan serta pemotongan kapal, dan pembuangan air bilga bercampur minyak secara ilegal.

Bagaimana cara menanggulangi tumpahan minyak?

Langkah pertama adalah mengurung sebaran minyak dengan oil boom, lalu mengangkatnya dengan skimmer. Bila kondisi memungkinkan, dipakai dispersan untuk memecah lapisan minyak, atau pembakaran di tempat yang dikenal sebagai in-situ burning. Penyerap atau sorbent dipakai untuk sisa yang tipis. Bioremediasi dengan bakteri pengurai adalah tahap paling akhir, prosesnya lambat, dan bukan sekadar menaburkan bakteri ke laut.

Apa dampak tumpahan minyak bagi ekosistem laut?

Lapisan minyak menghalangi cahaya dan pertukaran gas sehingga kadar oksigen air turun, sementara fraksi aromatiknya bersifat racun bagi plankton, ikan, kerang, dan larva. Burung serta mamalia laut kehilangan daya insulasi bulunya. Dampak lanjutannya menimpa tambak, alat tangkap, pariwisata pesisir, dan mutu hasil laut yang menjadi berbau minyak.

Apa itu tar ball?

Tar ball adalah gumpalan minyak yang sudah mengalami pelapukan di laut sehingga mengeras menyerupai bola aspal berwarna gelap. Bentuk ini muncul setelah komponen ringannya menguap dan sisanya bercampur air. Tar ball kerap terdampar di pantai jauh dari lokasi tumpahan aslinya.

Aturan apa yang mengatur penanggulangan tumpahan minyak di Indonesia?

Acuan utamanya adalah Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, yang mengatur tingkatan tanggap darurat dan pembagian tanggung jawab. Di sektor kelautan dan perikanan ada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 54/KEPMEN-KP/2016. Di tingkat internasional berlaku Konvensi MARPOL yang mengatur pembuangan minyak dari kapal.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.