Heavy Fuel Oil adalah salah satu bahan bakar yang sangat dibutuhkan oleh mesin utama kapal laut. HFO memiliki beberapa keuntungan yang tidak semua bahan bakar kapal miliki, seperti harganya yang murah karena proses penyulingannya yang berbeda.
Artikel ini nantinya akan membahas tentang apa itu Heavy Fuel Oil, massa jenis, harga, perbedaannya dengan MDO atau Marine Diesel Oil, dan juga fungsi peralatan yang digunakan untuk memanfaatkan Heavy Fuel Oil. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Heavy Fuel Oil?
Heavy Fuel Oil adalah bahan bakar minyak berat yang digunakan di mesin diesel utama laut yang merupakan residu dari penyulingan minyak bumi. Karena sangat kental, HFO harus disimpan dan dialirkan pada suhu tinggi. Konsekuensi pemakaiannya adalah kandungan NOx, SOx, dan CO2 yang tinggi di dalam gas buang.
Mesin utama kapal sering menggunakan heavy fuel oil karena harganya yang murah.

Minyak bakar ini bukan fraksi distilat, melainkan residu berwarna hitam yang tertinggal di dasar kolom distilasi. Memiliki kekentalan yang tinggi adalah salah satu karakteristik dari heavy fuel oil. Industri besar biasanya menggunakan HFO untuk pembakaran langsung sebagai bahan bakar pada steam power station.
HFO mempunyai viskositas (ukuran kekentalan atau ketahanan zat cair terhadap aliran) yang cukup berbeda dari bahan bakar yang lain. Untuk bisa memproses handling dari bahan bakar Heavy Fuel Oil, biasanya diperlukan suatu sistem supaya mesin bisa tetap beroperasi dengan baik.
Heavy Fuel Oil mengandung air dan abu. Air di dalamnya dapat berupa air bebas yang terpisah ketika diendapkan, maupun air yang terikat secara kimiawi dan jauh lebih sulit dipisahkan.
Kemudian abu yang ada pada Heavy Fuel Oil merupakan mineral yang tidak bisa terbakar, tertinggal sesudah proses pembakaran, dan reaksi atau perubahan yang menyertainya sudah selesai. Abu memiliki peran untuk menurunkan mutu bahan bakar karena bisa menurunkan nilai kalor.
Baca Juga: Ketahui Kegunaan Biosolar B35 Hingga Perbedaannya dengan B30
Massa Jenis Heavy Fuel Oil
HFO sama dengan bahan bakar yang lain yaitu memiliki massa jenis. Massa jenis sendiri adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Bahan bakar jenis ini memiliki densitas maksimum 1010 kg/m3 pada 15°C serta viskositas maksimum pada angka 700 mm2/s (cSt) di suhu 50°C menurut ISO 8217.
Harga Bahan Bakar HFO
Melansir dari indiamart.com, harga bahan bakar ini pernah tercatat sekitar 42 Rupee India per liter. Angka itu hanya gambaran kasar, karena harga HFO mengikuti pasar bunker global, umumnya dikutip per metrik ton, dan berubah setiap hari.
Perbedaan HFO dan MDO
HFO atau Heavy Fuel Oil dan MDO atau Marine Diesel Oil memiliki persamaan dan perbedaan yang cukup telihat.

Untuk persamaan, keduanya sama-sama bahan bakar minyak. Namun, HFO bukan fraksi distilat (produk yang menguap lalu diembunkan kembali), melainkan residu berwarna hitam yang tertinggal di dasar kolom distilasi.
Heavy Fuel Oil mempunyai viskositas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis bahan bakar yang lain, sedangkan MDO mempunyai viskositas yang lebih rendah hingga 12 cSt. Sehingga, MDO tidak membutuhkan proses pemanasan. Sementara, HFO memerlukan pemanasan sebelum digunakan untuk bahan bakar dalam mesin.
Kapal niaga besar dengan mesin diesel putaran rendah umumnya memakai HFO, sedangkan kapal berukuran lebih kecil dan mesin bantu di kapal lebih banyak memakai MDO.
Baca Juga: Kenali 7 Proses Pengolahan Minyak Bumi
Fungsi dari Komponen Sistem Pembakaran HFO Kapal
Kapal dan kendaraan laut biasanya menggunakan Heavy Fuel Oil. HFO tentu membutuhkan peralatan pada sistem pembakarannya, agar dapat menggerakkan propulsi kapal. Propulsi sendiri merupakan mekanisme yang menggerakkan kapal ke depan atau belakang dengan gaya dorong. Berikut kami berikan informasi mengenai komponen atau alat di dalam sebuah sistem bahan bakar HFO di kapal.
1. Settling Tank
Karena di dalam kandungan Heavy Fuel Oil terdapat kotoran yang tidak sengaja ikut terbawa, maka tugas dari alat ini adalah untuk mengendapkan air serta kotoran tersebut. Selain itu, alat ini juga bisa menyuplai bahan bakar minimum selama 24 jam pada saat tangki settling sudah terisi penuh.
2. Bunker/Storage Tank/Tank Penyimpanan
Tangki ini menampung seluruh persediaan bahan bakar kapal selama berlayar, dan dari sinilah bahan bakar dialirkan ke rangkaian sistem berikutnya.
3. FO Fuel Transfer Pump
Pompa roda gigi ini berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki penyimpanan ke settling tank untuk diendapkan.
4. Filter
Filter merupakan alat yang berfungsi menyaring kotoran yang sudah tercampur dengan bahan bakar.
5. Heater Tank (Pemanas Tank)
Heater tank adalah pemanas bahan bakar yang berfungsi menjaga viskositas bahan bakar.
6. Centrifuges Purifier
Purifier sentrifugal memisahkan air dan kotoran halus dari bahan bakar dengan gaya sentrifugal. Biasanya dipasang dua set bertipe sama agar satu unit tetap bekerja ketika unit lainnya diservis.
Baca Juga: Jenis dan Perkembangan Bahan Bakar Kapal Laut
7. FO Feed Pump
FO Feed Pump memiliki fungsi untuk memindahkan bahan bakar dari settling tank ke service tank dan menggunakan pompa jenis roda gigi.
8. Supply Pump
Pompa ini dimanfaatkan untuk mengalirkan zat cair yang memiliki temperatur tinggi.
9. Service Tank
Selain terdapat heater tank di dalamnya, tangki ini juga memiliki fungsi untuk menyuplai bahan bakar ke mesin selama beroperasi serta memiliki kapasitas 8 – 12 jam.
10. Circulating Pump
Circulating pump berguna untuk mengangkut dan meneruskan bahan bakar dari supply pump dan juga dari venting box. Alat ini berguna untuk mengalirkan zat cair yang mempunyai temperatur tinggi.
11. Fuel Flow Filter
Alat ini berfungsi untuk pembersihan manual atau tipe duplex (automatic filter) dengan pembersihan manual by-pass filter.
12. Fuel Oil Heater
Fuel Oil Heater memiliki fungsi untuk memanaskan bahan bakar sebelum masuk mesin sesuai dengan temperatur yang menjadi standar. Tipe heater yang biasanya adalah plate heat exchanger type atau tube type.
13. Fuel Oil Venting Box
Fungsi dari alat ini adalah menampung bahan bakar cair yang sudah terpakai dari mesin, kemudian ditampung untuk selanjutnya dialirkan, dan masuk kembali ke mesin.
14. Auto Deaerating Valve
Auto Deaerating Valve berperan memisahkan udara dan gas yang terbawa di dalam bahan bakar sebelum bahan bakar disirkulasikan kembali.
Kesimpulan
Sudah tidak bisa dipungkiri, kebutuhan akan pengolahan minyak bumi untuk keperluan bahan bakar armada laut sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan atau industri dunia. Walaupun bahan bakar dunia selalu mengalami kenaikan ataupun penurunan harga, bahan bakar untuk segala kendaraan akan tetap dibutuhkan untuk keberlangsungan pengiriman barang.
Itu tadi beberapa informasi tentang bahan bakar HFO yang bisa kami berikan secara detail. Solar Industri juga menyiapkan dengan baik mengenai kebutuhan pengisian bahan bakar serta Biosolar B40. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa memesan produk-produk kami lainnya di website kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Heavy Fuel Oil?
Heavy Fuel Oil atau HFO adalah bahan bakar minyak berat berwarna hitam yang merupakan residu dari proses penyulingan minyak bumi. HFO banyak dipakai pada mesin diesel utama kapal laut dan pembangkit listrik tenaga uap karena harganya jauh lebih murah dari bahan bakar distilat.
Berapa massa jenis dan viskositas Heavy Fuel Oil?
Menurut standar ISO 8217, HFO memiliki densitas maksimum 1010 kilogram per meter kubik pada suhu 15 derajat Celsius dan viskositas maksimum 700 milimeter persegi per detik atau centistoke pada suhu 50 derajat Celsius.
Apa perbedaan HFO dan MDO?
HFO adalah residu yang sangat kental dan wajib dipanaskan sebelum masuk mesin. MDO atau Marine Diesel Oil adalah bahan bakar distilat dengan viskositas jauh lebih rendah, sekitar 11 sampai 12 centistoke, sehingga tidak perlu pemanasan awal.
Mengapa Heavy Fuel Oil harus dipanaskan sebelum digunakan?
Karena viskositasnya sangat tinggi, HFO hampir tidak mengalir pada suhu kamar. Pemanasan di heater tank dan fuel oil heater menurunkan kekentalannya sampai batas yang bisa dipompa dan diatomisasi dengan baik oleh injektor mesin.
Apa saja komponen sistem bahan bakar HFO di kapal?
Rangkaiannya mencakup storage tank, transfer pump, settling tank, purifier sentrifugal, service tank, feed pump, supply pump, circulating pump, filter, fuel oil heater, venting box, dan auto deaerating valve.
Mengapa kapal masih banyak memakai HFO?
Alasan utamanya adalah harga. HFO merupakan residu kilang sehingga jauh lebih murah dibanding bahan bakar distilat, dan mesin diesel putaran rendah kapal besar dirancang mampu membakarnya. Konsekuensinya, emisi SOx, NOx, dan partikulatnya lebih tinggi.





