Mengenal Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Geografi

Bagikan:
Sistem Informasi Geografis atau dikenal dengan SIG adalah kumpulan sistem informasi yang berguna dalam pembuatan peta serta pembangunan. Komponen pada Sistem Informasi Geografis adalah software, hardware, data dan manusia maupun organisasi.
Sistem informasi geogragfis GIS
Daftar Isi

Sistem Informasi Geografis adalah sistem berbasis komputer yang mengelola informasi keruangan, mulai dari peta sampai citra satelit. Pemetaan merupakan salah satu keluaran utamanya. 

Dengan peta topografi, citra satelit, GPS, serta alat lain, berbagai peta disusun dan bermacam jenis informasi dikumpulkan. Seperti halnya peta digital yang biasa kita pakai sehari-hari, Sistem Informasi Geografis menyimpan lapisan-lapisan informasi di balik tampilan petanya.

Pengertian Sistem Informasi Geografis 

SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, memanggil kembali, serta menampilkan data geografis. Data geografis itulah yang diolah SIG menjadi informasi siap pakai untuk mengambil keputusan.

Seringkali pengemudi mobil menggunakan GPS untuk navigasi. GPS mobil akan memandu Anda dari tempat Anda berada atau lokasi saat terkini ke tempat yang ingin Anda tuju atau lokasi tujuan. Di dalam GPS mobil, ada SIG yang bekerja mengenali posisi geografis Anda saat ini. Sistem itu juga menghitung dan menyusun daftar arah belokan demi belokan sehingga Anda dapat mengikutinya untuk mencapai tujuan.

Sebagai contoh lain, otak Anda pun bekerja menyerupai Sistem Informasi Geografis. Jika seseorang menanyakan arah dari kantor menuju rumah Anda, Anda dapat mengingat kembali nama jalan serta belokannya, ke kiri atau ke kanan. Anda bahkan dapat menggambar peta sederhana atau menuliskan petunjuk arah belokan demi belokan dengan bantuan penanda atau landmark.

Untuk mempermudah, Anda juga dapat mengilustrasikan contoh di atas di lingkungan Anda yaitu, memandu pendatang baru ke sekeliling daerah dekat dari rumah Anda.

Baca Juga: Apa Itu AMDAL? Tujuan, Manfaat, Prosedur dan Dokumennnya

Komponen Sistem Informasi Geografis 

1. Software 

Tujuan utama perangkat lunak Sistem Informasi Geografis adalah mengumpulkan, memproses, serta menyajikan data geografis. Perangkat ini memudahkan pengguna untuk mengakses, memodifikasi, menggunakan, dan menampilkan data GIS.

2. Data 

Data adalah bagian terpenting dari Sistem Informasi Geografis. Sistem manajemen basis data dipakai dalam SIG untuk mengintegrasikan data spasial dengan sumber data lainnya. Data spasial digabungkan dengan data tabular atau atribut sehingga terbentuk data SIG yang utuh. Data spasial dalam sistem ini dapat berupa vektor maupun raster.

3. Method 

Prosedur yang lebih mementingkan sisi manajemen Sistem Informasi Geografis. Alur pelaporan, titik pemeriksaan, dan mekanisme lain bertujuan memastikan mutu SIG tetap tinggi. 

SIG yang efektif menggunakan model dan prosedur operasi yang khas, beroperasi dengan rancangan baik, dan dengan menyesuaikan kepada aturan bisnis masing-masing organisasi. Metode yang dipakai untuk memasukkan, mengevaluasi, serta melakukan kueri terhadap data itulah yang menentukan kualitas dan validitas produk akhirnya.

4. Hardware 

Sistem komputer yang menjalankan perangkat lunak SIG memiliki istilah sebagai perangkat keras.

Ini menjalankan program dan terhubung ke unit penyimpanan disk drive, yang beroperasi untuk menyimpan data.

5. People 

Pengguna SIG mampu menangani semua pekerjaan dalam perangkat lunak Sistem Informasi Geografis. Pengguna dapat mematuhi spesifikasi dan desain teknis. Tanpa orang yang menjalankan sistem serta menyusun strategi untuk menggunakannya untuk memecahkan masalah di dunia nyata, penggunaannya tentu akan terbatas. Dalam hal ini, Analis dan insinyur SIG adalah orang yang menggunakan SIG.

Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis 

1. Tahap Masukan Data

Pengumpulan data dapat menggunakan berbagai metode dan sumber serta mengirim ke dalam SIG. Metode yang paling populer adalah pencitraan digital, yang menggantikan citra fotogrametri tradisional dengan representasi area lebih baik dan pengumpulan data yang lebih baik. 

Untuk wilayah yang sulit dipetakan dengan cara biasa, seperti kawasan hutan lebat, pemindai laser dan SAR (Synthetic Aperture Radar) menjadi pilihan karena mampu menembus tutupan vegetasi dan awan. Kamera yang mendukung sistem informasi geospasial memberikan hasil digital secara cepat, otomatis, dan langsung.

2. Tahap Pengolahan Data 

Buat ringkasan spasial dengan menghitung elevasi rata-rata setiap DAS, misalnya. Pengetahuan yang lebih besar tentang keadaan di wilayah penelitian tercapai dengan menggunakan data ringkasan.

Penggunaan format non-topologi atau “shapefile” dengan tujuan untuk menyimpan koordinat geometris serta data atribut fitur geografis. Salah satu format data spasial yang dapat Anda kerjakan dan perbarui di ArcGIS adalah shapefile.

Satu shapefile terdiri dari beberapa berkas dengan ekstensi berbeda yang harus berada di folder yang sama, minimal berkas shp, shx, dan dbf. Gabungan berkas itulah yang menyimpan geometri sekaligus atribut fitur yang bereferensi geografis.

3. Tahap Pengeluaran Data

Integrasi Sistem Informasi Geografis selesai ketika data spasial telah diterbitkan melalui ArcGIS Server atau WebGIS sehingga dapat diakses banyak pengguna. Tahap ini berbeda dari tahap membangun data spasial lewat digitalisasi, karena penerbitan hasil lebih dekat ke pekerjaan pengembangan web.

Baca Juga: Mengenal Sumber Daya Alam Mineral di Indonesia

Keunggulan Sistem Informasi Geografis 

1. Memudahkan proses komunikasi

Penggunaan peta dan visualisasi dalam SIG sangat membantu untuk memahami situasi sekaligus menyampaikan temuan. 

Keduanya menjadi bahasa bersama yang memudahkan komunikasi antara berbagai kelompok, divisi, disiplin ilmu, sektor profesional, bisnis, dan masyarakat umum.

2. Pengarsipan informasi geografis yang lebih baik

Tugas utama banyak organisasi adalah menyimpan catatan akurat tentang status dan evolusi geografi. Zonasi, jumlah penduduk, kepemilikan tanah, dan batas administrasi adalah beberapa contoh geografi budaya. 

Contoh geografi fisik mencakup pencatatan sumber daya alam, pengukuran parameter lingkungan, inventarisasi keanekaragaman hayati dan tutupan hutan, serta pemantauan aliran sungai. Dengan dukungan pencatatan yang komprehensif dan alat pelaporan, SIG menawarkan kerangka kerja yang kokoh untuk mengelola sistem semacam ini.

3. Efisiensi yang lebih besar menghasilkan penghematan biaya

Ini terhubung untuk menyelesaikan tujuan. Dalam hal ini misalnya, penghematan tenaga kerja melalui mengotomatisasi atau merampingkan alur kerja. 

Perusahaan ritel besar yang menerapkan Sistem Informasi Geografis untuk merancang rute pengiriman, misalnya, dapat memangkas jarak tempuh dan waktu antar secara berarti. Penghematan seperti itu berdampak langsung pada biaya operasional.

4. Penilaian yang lebih baik

Ini biasanya berkaitan dengan memilih lokasi dengan lebih bijak. Pemilihan lokasi real estat, pemilihan rute atau koridor, zonasi, perencanaan, konservasi, eksploitasi sumber daya adalah beberapa contoh umum. 

Seiring berkembangnya zaman, orang-orang mulai memahami betapa pentingnya pemilihan lokasi bagi keberhasilan suatu perusahaan.

Fungsi Sistem Informasi Geografis 

Sistem Informasi Geografis adalah alat yang dipakai untuk memvisualkan data dalam konteks keruangan, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Pemeriksaan data geospasial memiliki beberapa tujuan.

Kajian tersebut mengacu pada lokasi fitur dan hubungannya dengan fitur lain, di mana fitur tertentu paling sering muncul dan/atau paling jarang, kepadatan fitur dalam suatu area tertentu, apa yang terjadi di dalam Area of Interest (AOI), apa yang terjadi di dekat fitur atau fenomena tertentu, serta bagaimana area tertentu berubah dari waktu ke waktu. 

Selain itu, fungsi SIG adalah menemukan sesuatu di peta. Anda dapat menampilkan pemetaan lokasi fitur dunia nyata dalam ruang dan hubungan spasialnya.

Salah satu contoh pada peta lokasi tambang pasir. Kita dapat melihat pola visual pada data dengan menentukan bahwa aktivitas penambangan pasir terjadi di suatu wilayah dengan tipe geologi tertentu.

Dalam aspek geoteknik, Sistem Informasi Geografis dapat dipakai untuk menyediakan data yang memadai mengenai sifat tanah, ukuran pondasi, serta daya dukung beban maksimumnya.

SIG juga memainkan peran utama dalam fungsi GPS. Dengan bantuan Sistem Informasi Geografis, kita dapat memperoleh lokasi yang tepat dari suatu situs berdasarkan koordinat bujur dan lintangnya, sehingga penerapan navigasi menjadi lebih mudah. 

Baca Juga: Apa Itu Energi Tak Terbarukan? Ini Dia Definisi Beserta Contohnya!

Analisis Sistem Informasi Geografis 

1. Analisis Klasifikasi 

Data spasial dikelompokkan melalui proses analisis klasifikasi (spasial). Misalnya, mengelompokkan pola penggunaan lahan menjadi permukiman, pertanian, perkebunan, atau hutan.

2. Analisis Overlay 

Teknik mempelajari dan mengintegrasikan (overlay) dua atau lebih kumpulan data spasial yang berbeda dengan analisis overlay. Misalnya, Anda dapat menganalisis lokasi rawan erosi dengan menggabungkan data kemiringan lereng, jenis tanah, dan tutupan lahan.

3. Analisis Networking 

Jaringan garis dan titik yang saling berhubungan menjadi landasan penelitian ini. Saluran listrik, pipa minyak atau gas, sistem jaringan telepon, serta air minum atau pipa saluran pembuangan adalah tempat umum yang menerapkan analisis jaringan.

4. Analisis Buffering 

Analisis ini menghasilkan zona berbentuk lingkaran atau poligon di sekeliling objek yang menjadi pusatnya. Dengan analisis buffering, Anda dapat menentukan wilayah yang berada dalam jarak tertentu dari sebuah objek, misalnya kawasan dalam radius 500 meter dari sungai.

5. Analisis Tiga Dimensi 

Menyajikan data dalam bentuk tiga dimensi membuat pembacaan kondisi permukaan menjadi jauh lebih mudah. Dengan cara ini, Anda dapat mempelajari daerah rawan bencana secara lebih meyakinkan.

Solar Industri menawarkan pembelian dan sewa tangki solar industri dengan berbagai kapasitas. Cek selengkapnya pada halaman produk kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Sistem Informasi Geografis?

Sistem Informasi Geografis atau SIG adalah sistem berbasis komputer untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan menampilkan data yang memiliki rujukan lokasi di permukaan bumi. Keluarannya dapat berupa peta, tabel, maupun hasil analisis keruangan.

Apa perbedaan SIG dan GPS?

GPS adalah sistem satelit yang menentukan posisi sebuah titik dalam bentuk koordinat lintang dan bujur. SIG adalah sistem yang menyimpan, mengolah, menganalisis, dan memetakan data berkoordinat tersebut. GPS menghasilkan datanya, SIG memberi maknanya.

Apa saja komponen Sistem Informasi Geografis?

Komponennya ada lima, yaitu perangkat keras berupa komputer dan peralatan pendukungnya, perangkat lunak SIG, data spasial beserta data atributnya, metode atau prosedur kerja, serta manusia yang mengoperasikan dan menafsirkan hasilnya.

Apa perbedaan data vektor dan data raster?

Data vektor menyimpan objek sebagai titik, garis, dan poligon, sehingga cocok untuk objek berbatas tegas seperti jalan, sungai, dan batas wilayah. Data raster menyimpan wilayah sebagai petak atau piksel yang masing-masing memiliki nilai, sehingga cocok untuk data yang berubah menerus seperti elevasi, suhu, dan citra satelit.

Apa itu shapefile?

Shapefile adalah format data spasial buatan ESRI yang menyimpan geometri dan atribut objek geografis. Satu shapefile sebenarnya terdiri dari beberapa berkas terpisah yang harus disimpan bersama, minimal berkas berekstensi shp untuk geometri, shx untuk indeks, dan dbf untuk data atribut.

Apa itu analisis buffer dan analisis overlay?

Analisis buffer membuat zona dengan jarak tertentu di sekeliling suatu objek, misalnya wilayah dalam radius 500 meter dari sungai. Analisis overlay menumpangsusunkan dua lapisan data atau lebih untuk menemukan hubungan keruangan di antaranya, misalnya menggabungkan peta kemiringan lereng dengan peta jenis tanah untuk menentukan daerah rawan erosi.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.