Pirolisis adalah: Alat, Jenis, & Bedanya dengan Gasifikasi

Bagikan:
Pirolisis adalah proses mengubah bahan ataupun sampah menjadi produk cairan dengan memanfaatkan pembakaran suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Hasil yang didapatkan dari proses tersebut adalah minyak tanah, bensin dan solar.
pirolisis
Daftar Isi

Pernahkah Anda mendengar istilah Pirolisis? Ya, pirolisis adalah sebuah teknik yang banyak digunakan untuk menjadi salah satu solusi penggunaan bahan bakar alternatif.

Hal tersebut menjadi salah satu proses penting dalam menjaga kelestarian sumber daya alam di bumi. Selain penghematan bahan bakar minyak, umat manusia juga perlu untuk menjaga ekosistem lingkungan dari sampah plastik.

Sampah plastik menyebabkan pencemaran lingkungan hidup secara besar-besaran, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di hampir seluruh negara di dunia.

Plastik menjadi produk serbaguna yang ringan, fleksibel, murah dan dapat sekali pakai buang. Berkat kemudahan tersebut seluruh dunia berlomba-lomba untuk menghasilkan banyak produk berbahan dasar plastik.

Produsen mulai memberi perspektif kepada masyarakat sejak tahun 1950 bahwa mereka dapat menggunakan plastik yang diproduksi secara massal sebagai barang sekali pakai atau throwaway living. Banyak orang memakai barang-barang berbahan dasar plastik. Hal tersebut menimbulkan permasalahan baru berupa penumpukan sampah plastik.

Terlebih lagi, sangat banyak barang di sekitar kita yang memakai bahan dasar plastik, mulai dari perabotan sampai kemasan produk. 

Pemakaian bahan plastik ini meningkatkan jumlah sampah plastik secara signifikan. Sampah plastik mencemari seluruh tempat di dunia mulai dari daratan, sungai hingga laut.

Asal Usul Pirolisis

Jurnal Science mengutip bahwa 24-34 juta metrik ton polusi plastik memasuki wilayah laut di tiap tahunnya yang mencapai 11% dari total sampah plastik dunia.

Para peneliti juga mengungkapkan perkiraan bahwa keadaan ini akan semakin memburuk dalam satu dekade mendatang dengan jumlah peningkatan mencapai 35 hingga 90 juta ton pada tahun 2030.

Selain itu, organisme pengurai di alam tidak dapat menguraikan sampah plastik karena sifatnya yang non-biodegradable, sehingga sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai dengan sendirinya.

Hal ini membuat pemerintah memberikan kebijakan daur ulang sampah plastik dengan memisahkan sampah berbahan dasar plastik dengan sampah lainnya untuk selanjutnya pihak terkait mendaur ulang kembali.

Pemerintah kini sedang memaksimalkan pengelolaan sampah berbasis 3R, yakni reduce, reuse, recycle untuk mengatasi permasalahan sampah plastik. Selain itu, berdasarkan riset yang Pertamina lakukan, mereka telah berhasil mengonversi sampah plastik menjadi minyak dengan metode pirolisis.

Pihak pengolah akan mengolah lebih lanjut minyak hasil pirolisis sampah plastik menjadi produk siap pakai sesuai dengan hasil karakteristiknya seperti gasoline, solar hingga pelarut atau solvent

Pada artikel ini, akan memberikan pembahasan mengenai apa itu pirolisis, alat, jenis, hingga proses pengolahannya.

Pengertian Pirolisis

Pirolisis secara harfiah berasal dari bahasa Yunani, yaitu pyr yang berarti api dan lysis yang berarti memisahkan.

Artinya, pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi yang berlangsung tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas. Proses ini disebut juga devolatilisasi.

Dengan kata lain, pirolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa adanya oksigen. Pirolisis tergolong metode yang relatif ramah lingkungan karena berlangsung tanpa pembakaran terbuka, meskipun tetap menyisakan arang dan gas yang perlu dikelola.

Metode ini dapat mereduksi limbah plastik hingga 90%. Para peneliti atau produsen menggunakan proses pirolisis biomassa untuk menghasilkan bio-oil yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Proses ini juga menghasilkan gas, minyak, dan arang sebagai produk samping.

Alat Pirolisis

alat pirolisis adalah
Contoh Mesin atau Alat Pirolisis (Sumber: kencanaonline.com)

Alat pirolisis adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menguraikan bahan organik menjadi beberapa produk. Nah, berikut ini beberapa alat atau komponen pirolisis:

1. Reaktor

Alat pertama adalah reaktor yang mana sebuah wadah untuk menampung bahan baku yang nantinya akan dipanaskan.

Reaktor terbuat dari bahan seperti baja, stainless steel, atau keramik. Perbedaan jenis proses menentukan variasi bentuknya.

2. Pemanas

Pemanas nantinya berfungsi untuk memanaskan reaktor hingga mencapai suhu yang diinginkan.

Dalam proses pirolisis ini, pemanas bisa berupa kompor gas, tungku listrik, maupun elemen pemanas lainnya.

3. Kondensor

Berikutnya, ada kondensor yang mana berfungsi untuk mendinginkan uap dari hasil pemanasan reaktor. Uap ini nantinya dapat mengembun dan berubah menjadi cairan.

4. Penampung

Alat selanjutnya adalah penampung yang bertujuan untuk menampung produk cair dari hasil pirolisis. Alat penampung ini terbuat dari bahan yang tahan terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk cair.

5. Sistem kontrol

Selanjutnya, alat pirolisis adalah sistem kontrol yang mana berfungsi untuk mengatur suhu, tekanan, hingga aliran gas dalam reaktor.

Pada umumnya, terdapat dua jenis sistem kontrol yang digunakan, yakni berupa sistem manual dan otomatis.

Jenis-Jenis Pirolisis Berdasarkan Proses

Perlu Anda ketahui, bahwa proses pirolisis ini bisa dibedakan berdasarkan prosesnya. Pada umumnya proses ini berjalan pada suhu ratusan derajat Celsius, dengan lama proses yang berbeda-beda menurut jenisnya.

Nah, berikut ini jenis-jenis pirolisis berdasarkan proses yang perlu Anda ketahui:

1. Flash Pyrolysis

Pertama, ada jenis flash pyrolysis yang ditandai dengan devolatilisasi sangat cepat dan laju pemanasan yang tinggi.

Suhu reaksinya sangat tinggi, umumnya di atas 800 derajat Celsius, dengan waktu tinggal gas yang sangat singkat, yakni kurang dari satu detik.

Proses ini menjanjikan untuk memproduksi padatan, cairan, dan gas, dengan hasil bio-oil dari biomassa yang dapat mencapai 75 persen.

2. Fast Pyrolysis

Kedua, terdapat fast pyrolysis yang memanaskan biomassa sampai sekitar 500 derajat Celsius tanpa oksigen. Biasanya, produk bio-oil dari proses ini berupa cairan berwarna coklat tua.

3. Slow Pyrolysis

Terakhir, ada jenis slow pyrolysis yang tergolong dalam proses pirolisis lambat karena memerlukan waktu tinggal uap yang jauh lebih lama, yakni 5 sampai 30 menit.

Proses ini sudah lama digunakan untuk meningkatkan produksi arang pada suhu rendah. Adapun produk yang dihasilkan adalah biochar yang cukup banyak dengan ukuran kecil.

Proses Pirolisis Sampah Plastik

Proses pirolisis sampah plastik diawali dengan memanaskan plastik pada suhu 400 derajat celcius tanpa oksigen untuk membuat plastik meleleh dan berubah menjadi gas. Saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek.

Kemudian masuk pada proses pendinginan yang dilakukan pada gas tersebut sehingga gas akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya akan menjadi bahan bakar baik berupa bensin ataupun bahan bakar diesel. Untuk menghasilkan bahan bakar yang bagus maka perlu ditambahkan katalis.

Selain itu beberapa parameter juga turut berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan seperti suhu, waktu dan jenis katalis

Selanjutnya, operator akan membagi mesin yang mereka gunakan untuk proses pirolisis menjadi dua bagian yang sebuah pipa menghubungkan di bagian tengahnya. Para insinyur menamai mesin ini MD Plast yang akan mengolah 15 hingga 20 kilogram sampah plastik padat yang operator memasukkannya dalam tabung reaktor.

Setelah menyiapkan sampah plastik dan meletakkan tabung reaktor di atas kompor, pengguna membakar sampah plastik selama kurang lebih empat jam.

Setelah menyelesaikan proses pembakaran, sistem meneruskan uap hasil proses melalui pipa pendingin, lalu uap tersebut mengembun dan berubah menjadi zat cair. Zat cair itulah yang kemudian diolah menjadi bahan bakar minyak. 

Namun proses tidak berhenti sampai situ saja, setelah menjadi zat cair akan masuk proses pemanasan lagi untuk mengubah minyak tersebut menjadi minyak tanah, bensin atau solar.

Sistem memisahkan partikel minyak ke dalam tiga slot, lalu mengeluarkannya melalui keran. Ketika pengguna mengisi tabung reaktor penuh dengan sampah plastik dan menjalankan proses pirolisis, sistem dapat menghasilkan 800 mililiter atau 0,8 liter BBM sintetis.

Kami menawarkan produk hasil proses pirolisis menjadi bahan bakar untuk membantu tingkatkan produktivitas kerja Anda. Hasil produk pirolisis yang kami kembangkan berupa minyak olahan dari sampah plastik, selengkapnya cek di sini.

Perbedaan Gasifikasi dan Pirolisis

Mungkin masih banyak yang bertanya, apa sih sebenarnya perbedaan gasifikasi dan pirolisis? Sebab, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, meskipun sama-sama bertujuan untuk menguraikan atau mengolah sampah.

Perbedaan utama antara gasifikasi dan pirolisis terletak pada penggunaan udara yaitu pirolisis berlangsung tanpa udara, sedangkan gasifikasi menggunakan udara dalam prosesnya.

Gasifikasi adalah proses termokimia yang mengubah biomassa menjadi gas yang mudah terbakar dan biasa disebut gas produser (syngas).

Proses gasifikasi ini bahan-bahannya terurai dalam lingkungan dengan sedikit oksigen dan berlangsung pada suhu di antara 800-1200 derajat celcius.

Gasifikasi menghasilkan produk yang juga panas dan mudah terbakar. Kemudian, komponen utama gas mudah terbakar yang terbentuk selama ini meliputi karbon monoksida dan gas hidrogen.

Sementara itu, pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi yang berlangsung tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas.

Kesimpulan 

Pemanfaatan sampah plastik untuk dijadikan sebagai bahan bakar minyak atau BBM dengan menggunakan proses pirolisis sangatlah berdampak positif bagi lingkungan.

Hal ini dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar serta dapat menghasilkan bahan bakar minyak sintetis yang dapat mengurangi penggunaan minyak bumi.

Jika para peneliti dan pelaku industri terus mengembangkan pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan bakar minyak, mereka dapat secara signifikan mengurangi jumlah sampah plastik dan membantu melestarikan alam.

Apabila produk pirolisis dapat berupa bahan bakar yang bisa digunakan untuk beberapa transportasi, maka sebaiknya Anda menggunakan penyimpanan tangki solar untuk menyimpannya.

Sebab, dengan menyimpan bahan bakar, terutama solar, maka kebutuhan industri atau transportasi Anda tidak akan sulit karena sudah tersedia di dalam penyimpanan.

Maka dari itu, Anda bisa memanfaatkan jasa yang ditawarkan oleh Solar Industri. Solar Industri menyediakan jasa pembuatan dan sewa tangki solar dengan berbagai kapasitas untuk kebutuhan industri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu pirolisis?

Pirolisis adalah proses penguraian bahan pada suhu tinggi tanpa oksigen atau dengan oksigen yang sangat terbatas. Namanya berasal dari bahasa Yunani pyr yang berarti api dan lysis yang berarti memisahkan.

Apa saja jenis pirolisis?

Ada tiga, yaitu flash pyrolysis dengan laju pemanasan sangat tinggi dan waktu tinggal gas di bawah satu detik, fast pyrolysis pada kisaran 500 derajat Celsius yang menghasilkan bio-oil paling banyak, serta slow pyrolysis yang berjalan lambat dan menghasilkan arang atau biochar.

Bagaimana proses pirolisis sampah plastik?

Plastik dipanaskan sekitar 400 derajat Celsius tanpa oksigen sampai meleleh dan berubah menjadi gas, sehingga rantai hidrokarbon panjang terpotong menjadi rantai pendek. Gas itu lalu didinginkan hingga mengembun menjadi cairan yang dapat diolah menjadi bensin atau bahan bakar diesel.

Apa saja alat yang dibutuhkan untuk pirolisis?

Lima komponen utamanya adalah reaktor sebagai wadah bahan baku, pemanas untuk menaikkan suhu reaktor, kondensor untuk mengembunkan uap, penampung produk cair, serta sistem kontrol suhu, tekanan, dan aliran gas.

Apa perbedaan pirolisis dan gasifikasi?

Perbedaan utamanya pada pasokan udara. Pirolisis berlangsung tanpa udara sehingga menghasilkan cairan, arang, dan gas. Gasifikasi memakai udara atau oksigen terbatas pada suhu 800 sampai 1.200 derajat Celsius dan menghasilkan syngas berupa karbon monoksida dan hidrogen.

Apa hasil dari proses pirolisis?

Produknya berupa cairan atau bio-oil, gas yang tidak terembunkan, dan padatan berupa arang. Dari sampah plastik, cairannya dapat diolah lebih lanjut menjadi bensin, minyak tanah, atau solar sintetis.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.