Petrokimia: Pengertian, Sejarah, 8 Bahan Dasar, dan Dampak

Bagikan:
Industri petrokimia memegang peran kunci dalam perekonomian global, menghasilkan produk utama yang digunakan dalam berbagai sektor, termasuk plastik, tekstil, dan obat-obatan.
petrokimia
Daftar Isi

Dalam dunia pertambangan pastinya Anda sering menemukan berbagai macam barang yang dihasilkan. Hasil tersebut bisa berupa batu bara, emas, tembaga, timah, gas alam, minyak bumi, dan masih banyak lagi.

Tahukah Anda apabila minyak bumi atau gas alam dapat dibuat menjadi sebuah bahan kimia? Petrokimia namanya. Lalu apa itu petrokimia? Agar lebih jelasnya, mari kita simak bersama penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Petrokimia?

Pernahkah Anda mendengar istilah petrochemical? Petrochemical adalah istilah bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia berarti petrokimia. Sedangkan petrokimia adalah senyawa kimia yang diperoleh dari minyak bumi atau gas alam. Contoh produk petrokimia adalah plastik, serat sintetis, karet, pelarut, dan deterjen.

Berbagai contoh petrokimia yang sering ditemukan termasuk etilena, propilena, butadiena, benzena, toluena, dan xilena. Bahan kimia ini umumnya dihasilkan melalui proses yang dikenal sebagai perengkahan, di mana molekul hidrokarbon yang lebih besar dipecah menjadi molekul yang lebih kecil.

Selain itu, bahan kimia ini memiliki peran penting dalam menyediakan bahan baku untuk berbagai produk yang kita gunakan setiap hari, mulai dari plastik hingga bahan bakar.

Sejarah Petrokimia

Sejarahnya dimulai pada awal abad ke-20, saat para ilmuwan dan insinyur mencari cara untuk mengubah senyawa kimia dari minyak bumi menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Pada tahun 1920-an, industri ini mulai tumbuh di Amerika Serikat, seiring dengan perusahaan-perusahaan seperti DuPont dan Standard Oil Company yang mulai memproduksi senyawa kimia berbasis minyak bumi. Pada dekade berikutnya, produksi petrokimia menyebar ke seluruh dunia, dan sektor ini menjadi semakin krusial dalam perekonomian global.

Selama Perang Dunia II, industri petrokimia mengalami perkembangan pesat karena tingginya permintaan untuk bahan kimia yang diperlukan dalam keperluan militer. Setelah perang berakhir, permintaan akan produk petrokimia terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi global.

Industri ini berkontribusi signifikan dalam membentuk dunia modern kita, menyediakan berbagai produk yang digunakan sehari-hari, seperti plastik, bahan bakar, pupuk, dan masih banyak lagi.

Industri Petrokimia

Di dalam ranah petrokimia, terdapat industri petrokimia itu sendiri. Industri petrokimia adalah  sebuah kegiatan yang mencakup proses pengolahan bahan kimia dari bahan baku hasil olahan minyak bumi dan gas bumi. Oleh karena itu, industri ini sangat terkait dengan sektor minyak dan gas.

Pertumbuhan industri petrokimia dipengaruhi oleh ketersediaan produk dari pengolahan minyak dan gas. Secara keseluruhan, industri petrokimia terbagi menjadi tiga komponen utama. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Produk Petrokimia Bagian Hulu

Berfungsi sebagai tahap awal dalam pengolahan bahan dasar atau bahan baku. Di tahap ini, bahan mentah dari pengolahan minyak bumi dan gas bumi diolah menjadi produk setengah jadi atau produk antara, yang selanjutnya bisa diproses menjadi produk akhir di sektor hilir.

Contoh dari produk hulu yang diubah menjadi produk setengah jadi meliputi propilena, benzena, toluena, etilena, methanol, dan sejenisnya.

2. Produk Petrokimia Bagian Antara

Produk antara dihasilkan dari pengolahan bahan baku di bagian hulu, dan bisa diolah menjadi produk yang siap digunakan atau diproses lebih lanjut pada tahap berikutnya. Contoh produk antara meliputi polietilena, ammonia, butena, dikloro etilen-vinil klorida, dan sejenisnya.

3. Produk Petrokimia Bagian Hilir

Bagian hilir industri petrokimia bertanggung jawab untuk mengolah produk antara menjadi produk jadi yang siap digunakan oleh masyarakat. Di tahap ini, beragam jenis produk akhir diproduksi, masing-masing dengan fungsinya, seperti pupuk, serat tekstil, alat kosmetik, bahan pelarut, cat, lilin, karet nylon, bahan peledak, dan berbagai jenis produk lainnya.

Bahan Dasar Petrokimia

Jadi bagaimana sekarang? Apakah Anda sudah cukup paham dengan topik yang kita bahas? Agar semakin paham, berikut ini adalah bahan petrokimia yang sering kita temui di lingkungan kita.

1. Agrochemical

Agrochemical memiliki sejumlah varian, termasuk TB-192 dan Tenac Sticker. TB-192 digunakan untuk menutupi luka gores pada pohon karet yang diakibatkan oleh proses penyadapan, sedangkan Tenac Sticker berfungsi untuk merekatkan larutan semprot pestisida pada permukaan daun atau bagian tanaman, guna meningkatkan efektivitas pestisida.

2. Aromatic

Produk aromatic mencakup benzena, yang menjadi bahan baku pembuatan nilon sekaligus turunan lain seperti cat, resin untuk rangka komputer, dan deterjen. Nilonnya sendiri banyak dipakai untuk pakaian dan tekstil. Selain Benzena, ada juga Paraxylene yang umum digunakan dalam pembuatan botol plastik, kemasan makanan, hingga produk kosmetik.

3. Bitumen

Bitumen, atau aspal, merupakan salah satu jenis produk. Aspal tidak hanya digunakan sebagai material untuk jalur yang kita lalui setiap hari, tetapi juga secara luas dimanfaatkan dalam pelapisan tanggul, sebagai bahan isolasi, serta campuran dalam pembuatan briket batubara.

4. Cokes

Cokes atau kokas, meski namanya terdengar mirip minuman bersoda, adalah produk yang sangat penting dalam proses peleburan timah dan pengolahan aluminium.

5. Olefin

Masyarakat banyak menggunakan barang seperti kantong plastik, karung plastik, film, produk cetakan (moulding), dan tali rafia. Sebagian besar produk tersebut dibuat dari resin olefin seperti polipropilena dan polietilena.

6. Processing Oil

Processing Oil, termasuk Minarex–B serta Paraffinic Oil 60 dan 95, berperan penting dalam mendukung industri ban, sepatu, karet, dan berbagai produk lainnya.

7. Solvent

Berbagai jenis solvent, seperti LAWS 2&5, sering digunakan oleh industri percetakan, pembuatan pernis, cat, insektisida, pestisida, dan resin. Sementara itu, industri ban, karet, dan perekat memanfaatkan SBP-XX 2.

8. Specialty Chemical

Beragam produk Specialty Chemical sangat sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, industri karet, ban kendaraan, dan pupuk memanfaatkan sulfur.

Selain itu, slack wax menjadi bahan baku lilin, baik lilin penerangan saat listrik padam maupun lilin hias pada kue ulang tahun. Selain itu, slack wax dapat berfungsi sebagai pelapis kertas dan bahan baku semir, serta mendukung berbagai industri.

Dampak Negatif Petrokimia

Contoh polusi udara
Polusi Udara (sumber: pexels.com)

Setelah membaca sekilas pastinya aktivitas pengolahan dan pemurnian petrokimia dapat menyebabkan polusi yang berdampak negatif pada lingkungan, yang mencakup pencemaran tanah, udara, air, dan manusia.

Pembuangan limbah petrokimia dapat menyebabkan kontaminasi tanah oleh unsur-unsur berbahaya seperti Cd, Cr, Cu, Ni, Pb, V dan Zn, di antara kontaminan lainnya yang mungkin bersifat racun.

Selain itu, uap bensin dan uap petrokimia lainnya menyebabkan polusi udara, sedangkan pencemaran air merusak ekosistem perairan dan semua makhluk hidup di dalamnya. Manusia juga dapat merasakan dampak yang lebih serius.

Polusi petrokimia dapat bersifat karsinogenik dan meningkatkan risiko kanker. Untuk mengurangi polusi tersebut, perlunya penerapan teknologi pengolahan limbah yang efisien sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Kesimpulan

Demikianlah artikel kali ini, dapat kita simpulkan bahwa petrokimia adalah sebuah senyawa kimia yang dihasilkan dari minyak bumi atau gas alam dan digunakan dalam berbagai produk. Selain itu penggunaan petrokimia juga menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar kita.

Demi menjaga lingkungan kita tetap terjaga dan terhindar dari polusi terutama penggunaan bahan bakar, Anda dapat mempercayakan PT Megah Anugerah Energi. Kami menyediakan berbagai bahan bakar dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Segera lakukan pemesanan atau sekadar bertanya tentang kebutuhan Anda melalui kontak kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu petrokimia?

Petrokimia adalah senyawa kimia yang dibuat dari minyak bumi atau gas alam. Senyawa ini menjadi bahan baku beragam produk sehari-hari seperti plastik, serat sintetis, karet, pelarut, dan deterjen.

Apa saja produk petrokimia yang umum?

Yang paling banyak dijumpai adalah etilena, propilena, butadiena, benzena, toluena, dan xilena. Semuanya dihasilkan lewat proses perengkahan yang memecah molekul hidrokarbon besar menjadi molekul yang lebih kecil.

Apa saja tahapan industri petrokimia?

Ada tiga komponen. Bagian hulu mengolah bahan mentah menjadi produk dasar seperti etilena, propilena, dan metanol. Bagian antara mengolahnya menjadi produk seperti polietilena, amonia, dan butena. Bagian hilir mengubahnya menjadi produk jadi seperti pupuk, serat tekstil, cat, dan bahan peledak.

Apa saja kelompok bahan dasar petrokimia?

Delapan kelompok yang umum adalah agrochemical, aromatic, bitumen, cokes, olefin, processing oil, solvent, dan specialty chemical.

Apa dampak negatif industri petrokimia?

Pengolahan dan pemurnian petrokimia dapat mencemari tanah dengan logam berat seperti kadmium, kromium, timbal, dan seng, mencemari udara lewat uap hidrokarbon, serta merusak ekosistem perairan. Sebagian polutannya bersifat karsinogenik.

Bagaimana sejarah industri petrokimia?

Industri ini mulai tumbuh pada awal abad ke-20 dan berkembang pesat di Amerika Serikat pada 1920-an lewat perusahaan seperti DuPont dan Standard Oil. Permintaan melonjak selama Perang Dunia II dan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi global setelahnya.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.