Mengenal Joint Venture, Contoh & Keuntungannya Bagi 2 Perusahaan

Bagikan :
Joint venture adalah perusahaan yang dibentuk oleh 2 perusahaan aau lebih dalam jangka waktu yang telah disepakati. Keuntungan dalam melakukan joint venture adalah dapat memaksimalkan sumber daya, menghemat biaya perusahaan serta memperluas jaringan perusahaan
Joint Venture
Daftar Isi

Joint venture adalah cara baru untuk mendapatkan keuntungan dan kesempatan mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik. Visi dan Misi dari pemilik perusahaan yang bergerak di sektor industri seperti pertambangan, energi, maupun sektor – sektor lainnya, tentunya memiliki keinginan untuk memperluas ekspansi, memperkuat authority, serta mendapatkan target market yang lebih besar. Pengaruh globalisasi di lingkup ekonomi secara gamblang menghilangkan keterbatasan dalam bisnis terutama perusahaan yang ingin berkembang dan melebarkan sayap ke kancah internasional. 

Globalisasi membuka kesempatan emas untuk bekerja sama dalam jangka waktu tertentu bagi perusahaan dalam negeri, seperti perusahaan yang bergerak di bidang FMCG, PT Indofood yang bekerja sama dengan PT Nestle yang merupakan perusahaan asing dan terkenal dengan nama baru yaitu PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Ini adalah contoh company yang sukses melaksanakan kerjasama ini. Lantas, apa itu joint venture?

Pengertian Joint Venture

Melansir Wiley Encyclopedia of Management tahun 2014, joint venture adalah bentuk kerja sama yang kooperatif dimana payung hukum perusahaan tersebut secara otomatis terbentuk guna menjamin akan keberlangsungan kerjasama dua perusahaan.

Joint Venture adalah suatu kerja sama dalam bisnis yang bersifat mutualisme yang dikembangkan bersama dengan cara menggabungkan modal,  sumber daya manusia, hingga membuat visi dan misi baru demi tujuan bersama. Joint venture adalah perusahaan gabungan yang memiliki proyek yang harus berjalan dalam jangka waktu yang disepakati bersama.

Bisnis di sektor apa saja bisa menerapkan kerjasama joint venture. Asalkan kegiatan menguntungkan ini memiliki tujuan yang jelas, pembagian hasil untung – rugi yang seimbang, serta melakukan kinerja dan pertanggungjawaban secara profesional, maka jenis kerja sama ini sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Baca juga: Penerapan Strategi Segmentasi Pasar Dalam Dunia Bisnis

Keuntungan Joint Venture

apa itu joint venture
Menghemat Dana Perusahaan © Pexels.com

Dengan memilih untuk melakukan kerjasama ini maka akan menjawab permasalahan perusahaan selama ini. Kedua entitas perusahaan yang melakukan sebuah joint venture berarti meminimalisir kekurangan sumber daya, finansial perusahaan dan mengkombinasikan kekuatan masing-masing.

Berikut adalah keuntungan melakukan kerjasama ini, antara lain:

1. Memaksimalkan Sumber Daya

Sumber daya adalah kekuatan yang utama untuk membangun perusahaan yang potensial. Hal ini bisa berupa sumber daya manusia. Sumber yang potensial ini tidak bisa meningkat secara instan, memang membutuhkan pelatihan , pengalaman, serta jam terbang yang tinggi untuk mampu bersaing di era sekarang. Seiring perkembangan globalisasi, kemudahan untuk memaksimalkan sumber daya semakin terbukti nyata.

Melakukan kolaborasi antar tim di perusahaan memberikan impact yang luar biasa. Mengetahui kelemahan dan menggabungkan kekuatan sumber daya terkadang mampu menciptakan inovasi baru untuk mengembangkan strategi perusahaan joint venture.

2. Mengubah Persepsi Perusahaan Dalam Negeri

Culture dan budaya perusahaan lokal dengan asing sedikit banyak memiliki beberapa perbedaan. Dengan adanya joint venture maka perusahaan ini akan saling memahami kinerja dan pandangan akan memahami sesuatu dengan sudut pandang perbedaan. Dengan pemahaman tersebut, akan menumbuhkan sikap profesional dan menjaga hubungan yang sehat antar perusahaan.

3. Menghemat Biaya Perusahaan

Ini adalah keuntungan yang lebih terlihat dari segi bisnis. Dengan melakukan kerjasama ini akan memangkas biaya dan pengeluaran perusahaan. Keuntungan ini bisa terjadi karena adanya keterlibatan bersama dari aspek finansial dan operasional. Perusahaan dalam negeri akan merasa untung di sini, karena biasanya perusahaan dalam negeri membutuhkan dana yang memadai untuk memperluas target pasar dan pengenalan produk perusahaan.

Penghematan biaya operasional bisa terjadi karena adanya bantuan dana untuk produksi. Tentunya, memperdagangkan pajak akan mengenai produk perusahaan, maka pajak hasil produksi yang masuk ke negara tersebut bisa lebih murah.

4. Mempermudah Keberlangsungan Proses Produksi

Dengan adanya globalisasi, lalu lintas perdagangan secara Internasional akan terbuka lebar. Adanya perusahaan dalam negeri dengan asing melakukan kerjasama. Semakin banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Sebagai contoh, ketika melakukan kerjasama. Maka partner perusahaan akan mendapatkan informasi mengenai pasar lokal, rantai pasokan untuk keberlangsungan produksi hingga fasilitas produksi. 

Baca juga: Apa Itu Supply Chain Management dan Penerapannya

Kelemahan Joint Venture

Tidak ada gading yang tak retak, kelemahan ini bisa timbul jika tidak ada antisipasi dan strategi yang komprehensif. Masalah umum yang terjadi adalah adanya keterbatasan dalam pergerakkan. Kontrak yang mengikat kedua perusahaan maka secara tidak langsung membuat mereka harus tunduk terhadap regulasi. 

Kelemahan yang kedua adalah, kedua perusahaan terkadang memiliki pergesekan antara budaya dan culture. Memang biasanya terjadinya kolaborasi berpeluang memunculkan pergesekkan  budaya perusahaan , politik dagang, serta cara berpikir setiap personal dalam menghadapi sesuatu. Ketiga, terdapat aspek permasalahan terkait struktur dan sistem kepegawaian.

Apalagi jika struktur dan manajemen kepegawaian perusahaan menemukan adanya sistem nepotisme. Meningkatkan kualitas dan performa kinerja adalah cara terbai untuk permasalahan ini. Yang terakhir adalah hal yang penting, yaitu perbedaan visi dan misi. 

Perbedaan visi dan misi memang harus diselaraskan untuk membuat perusahaan ini bisa berkembang dengan baik, karena pada dasarnya visi dan misi ini adalah poin yang paling fundamental untuk berdirinya suatu perusahaan ini agar tetap berjalan.  

Contoh Perusahaan Joint Venture

Sudah banyak perusahaan raksasa yang melakukan sistem joint venture dengan perusahaan lainnya yang potensial.  Contohnya adalah:

  • Nestle dengan Indofood.
  • Samsung dengan Gigabyte
  • Sony dengan Shrarp
  • PT Pusri dengan National Petrochemical Company of Iran
  • PT. Kino Indonesia dengan Malee Capital Company Ltd. 

Kesimpulan

Setelah mendapatkan informasi mengenai kerjasama ini, maka kesimpulannya adalah

  1. Globalisasi memudahkan bisnis untuk berkembang.
  2. Joint Venture adalah kerjasama yang potensial untuk memperkenalkan dan memperluas pangsa pasar agar dikenal di kancah Internasional sesuai dengan tujuan bersama.
  3. Keuntungan yang didapat jika melakukan joint venture adalah memangkas pendanaan, memperkuat sumber daya, saling memahami produk dan pasokan bahan baku untuk keberhasilan suatu produksi.
  4. Kekurangannya adalah terjadi keterbatasan dalam melakukan eksekusi hingga pergesekan mengenai sudut pandang terhadap memahami sesuatu.

Solar Industri menawarkan pembelian Bio Solar B30 dan Marine Fuel Oil non subsidi resmi Pertamina. Silakan cek penawaran kami melalui halaman produk kami.

Tags

Berita Terpopuler

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.