Joint venture adalah cara baru untuk mendapatkan keuntungan dan kesempatan mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Pemilik perusahaan yang bergerak di berbagai sektor industri, seperti pertambangan, energi, maupun sektor-sektor lainnya, umumnya memiliki keinginan untuk melakukan ekspansi, memperkuat posisi di pasar, serta menjangkau target pasar yang lebih besar.
Pengaruh globalisasi di lingkup ekonomi secara gamblang menghilangkan keterbatasan dalam bisnis terutama perusahaan yang ingin berkembang dan melebarkan sayap ke kancah internasional.
Globalisasi membuka kesempatan emas untuk bekerja sama dalam jangka waktu tertentu bagi perusahaan dalam negeri, seperti perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.
Salah satunya, PT Panca Mitra Limbah Indonesia (PMLI) yang dibentuk dari gabungan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengelola limbah yang terintegrasi. Perusahaan ini menjadi salah satu contoh kolaborasi empat BUMN dalam satu badan usaha bersama.
Lantas, apa itu joint venture? Berikut penjelasannya untuk Anda!
Apa itu Joint Venture?
Melansir Wiley Encyclopedia of Management tahun 2014, joint venture adalah bentuk kerja sama kooperatif yang diwadahi dalam satu badan hukum tersendiri, yang sengaja didirikan para pihak untuk menjamin keberlangsungan kerja sama di antara mereka.
Joint Venture adalah suatu kerja sama dalam bisnis yang bersifat mutualisme yang dikembangkan bersama dengan cara menggabungkan modal, sumber daya manusia, hingga membuat visi dan misi baru demi tujuan bersama.
Secara sederhana, joint venture adalah perusahaan gabungan yang memiliki proyek yang harus berjalan dalam jangka waktu yang disepakati bersama.
Bisnis di sektor apa saja bisa menerapkan kerja sama joint venture. Asalkan kegiatan menguntungkan ini memiliki tujuan yang jelas.
Kemudian, pembagian hasil untung-rugi yang seimbang, serta melakukan kinerja dan pertanggungjawaban secara profesional, maka jenis kerja sama ini sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak.
Baca juga: Penerapan Strategi Segmentasi Pasar Dalam Dunia Bisnis
Ciri-Ciri Joint Venture
Setiap perusahaan yang tergabung dalam kerja sama ini, bisa tetap mandiri dan mempertahankan identitas serta kepentingan bisnisnya sendiri.
Terdapat beberapa ciri utama dari joint venture ini, di antaranya sebagai berikut:
- Perusahaan yang didirikan oleh beberapa perusahaan lain secara bersama-sama dan tergolong masih baru.
- Di Indonesia, menjadi kerja sama antara perusahaan domestik dan asing.
- Modalnya berupa saham dari perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu setiap perusahaan.
- Risiko ditanggung secara bersama-sama.
- Bertujuan untuk mencapai keuntungan bisnis secara bersama-sama melalui kerja sama.
- Setiap perusahaan pendiri, terlibat dalam beberapa keputusan perihal proyek yang dijalankan.
Jenis-Jenis Joint Venture
Bentuk kerja sama ini, dibedakan menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut:
- Joint venture domestik, yaitu sebuah kerja sama antara perusahaan domestik atau dalam negeri.
- Joint venture internasional, yakni bentuk kerja sama yang dilakukan salah satu perusahaannya dari asing.
Berdasarkan pasal 8 ayat 1 SK Menteri Negara Penggerak Dana Investasi atau Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 15/SK/1994 tentang Ketentuan pelaksanaan Pemilihan Saham dalam Perusahaan yang didirikan dalam Rangka Penanaman Modal Asing, terdapat beberapa bidang usaha yang wajib mendirikan perusahaan Joint venture.
Perusahaan tersebut di antaranya:
- Pelabuhan
- Telekomunikasi
- Penerbangan
- Air minum
- Kereta api umum
- Pembangkit tenaga atom
- Media massa
- Produksi, transmisi, dan distribusi tenaga listrik umum
- Pelayaran
Keuntungan Joint Venture

Jika Anda memilih untuk melakukan kerja sama ini, maka secara tidak langsung dapat menjawab permasalahan perusahaan yang selama ini terjadi.
Kedua entitas perusahaan yang melakukan sebuah joint venture berarti meminimalkan kekurangan sumber daya dan finansial perusahaan, sekaligus mengombinasikan kekuatan masing-masing.
Berikut adalah keuntungan melakukan kerja sama ini, antara lain:
1. Memaksimalkan Sumber Daya
Sumber daya adalah kekuatan utama untuk membangun perusahaan yang potensial. Cakupannya tidak hanya sumber daya manusia, tetapi juga modal, teknologi, fasilitas produksi, hingga akses pasar.
Sumber yang potensial ini tidak bisa meningkat secara instan, memang membutuhkan pelatihan, pengalaman, serta jam terbang yang tinggi untuk mampu bersaing di era sekarang.
Seiring perkembangan globalisasi, kemudahan untuk memaksimalkan sumber daya semakin terbukti nyata. Melakukan kolaborasi antartim di perusahaan memberikan dampak yang besar.
Salah satunya, dengan mengetahui kelemahan dan menggabungkan kekuatan sumber daya terkadang mampu menciptakan inovasi baru untuk mengembangkan strategi perusahaan.
2. Mengubah Persepsi Perusahaan Dalam Negeri
Budaya kerja perusahaan lokal dengan perusahaan asing sedikit banyak memiliki perbedaan. Dengan adanya joint venture maka perusahaan ini akan saling memahami kinerja dan pandangan akan memahami sesuatu dengan sudut pandang perbedaan.
Melalui pemahaman tersebut, akan menumbuhkan sikap profesional dan menjaga hubungan yang sehat antarperusahaan.
Hubungan yang sehat, tentu dapat mengubah persepsi perusahaan dalam negeri lainnya serta meningkatkan kerja sama atau kolaborasi.
3. Menghemat Biaya Perusahaan
Adapun keuntungan yang lebih terlihat dari segi bisnis. Hal ini karena kerja sama tersebut dapat memangkas biaya dan pengeluaran perusahaan.
Keuntungan ini bisa terjadi karena adanya keterlibatan bersama dari aspek finansial dan operasional. Biasanya, perusahaan dalam negeri merasa lebih untung karena kebutuhan dana bisa terpenuhi, sehingga membantu memperluas target pasar.
Penghematan biaya operasional bisa terjadi karena beban pendanaan produksi ditanggung bersama. Selain itu, memproduksi barang di dalam negeri melalui perusahaan patungan dapat menghindarkan produk dari bea masuk yang berlaku bagi barang impor.
4. Mempermudah Keberlangsungan Proses Produksi
Dengan adanya globalisasi, lalu lintas perdagangan internasional akan terbuka lebar. Hal ini mendorong adanya kerja sama antara perusahaan dalam negeri dengan asing.
Semakin banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Sebagai contoh, ketika melakukan kerja sama, maka mitra perusahaan akan mendapatkan informasi mengenai pasar lokal, rantai pasokan untuk keberlangsungan produksi hingga fasilitas produksi.
Baca juga: Apa Itu Supply Chain Management dan Penerapannya
Kelemahan Joint Venture
Tidak ada gading yang tak retak, kelemahan ini bisa timbul jika tidak ada antisipasi dan strategi yang komprehensif. Masalah umum yang terjadi adalah adanya keterbatasan dalam pergerakan.
Kontrak yang mengikat kedua perusahaan secara tidak langsung membuat mereka harus tunduk terhadap regulasi.
Kelemahan yang kedua adalah kedua perusahaan terkadang mengalami pergesekan budaya kerja. Hal ini bisa terjadi karena kolaborasi mempertemukan dua cara kerja yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Selain itu, politik dagang serta cara berpikir setiap personal dalam menghadapi sesuatu juga turut terkena dampak.
Ketiga, terdapat aspek permasalahan terkait struktur dan sistem kepegawaian. Persoalan bisa membesar apabila dalam struktur dan manajemen kepegawaian ditemukan praktik nepotisme.
Maka dari itu, cara untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan kualitas dan performa kinerja.
Kelemahan terakhir adalah perbedaan visi dan misi. Perbedaan ini harus diselaraskan untuk membuat perusahaan bisa berkembang dengan baik.
Kondisi tersebut karena pada dasarnya visi dan misi ini adalah poin yang paling fundamental untuk berdirinya suatu perusahaan ini agar tetap berjalan.
Perusahaan Joint Venture di Bidang Pertambangan
Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa contoh perusahaan di bidang pertambangan yang turut membentuk joint venture.
Terdapat empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan memutuskan untuk berkolaborasi dan membentuk perusahaan patungan.
Perusahaan tersebut bernama PT Panca Mitra Limbah Indonesia (PMLI) yang dibentuk untuk mengelola limbah yang terintegrasi.
Pembentukan perusahaan patungan ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Tujuannya untuk menyediakan pengelola limbah hasil usaha minyak dan gas bumi. Hal ini tentunya dapat membantu untuk mengurangi limbah pertambangan dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Keempat badan usaha tersebut yaitu PT Antam Tbk., PT Timah Tbk., PT Inalum, PT Bukit Asam Tbk.
Kesimpulan
Pada dasarnya, joint venture adalah perusahaan baru yang didirikan oleh dua atau lebih entitas bisnis dengan tujuan menyelenggarakan bisnis bersama dalam jangka waktu tertentu.
Melalui kerja sama atau kolaborasi ini, tentu dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan pendirinya. Salah satunya bisa memperkuat sumber daya manusia serta memangkas pendanaan.
Namun, terdapat pula kekurangannya, yakni keterbatasan dalam melakukan eksekusi hingga pergesekan mengenai sudut pandang terhadap memahami sesuatu.
Solar Industri menawarkan pembelian Bio Solar B40 dan Marine Fuel Oil non subsidi resmi Pertamina. Silakan cek penawaran kami melalui halaman produk kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu joint venture?
Joint venture atau perusahaan patungan adalah badan usaha baru yang didirikan oleh dua pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan bisnis tertentu. Modal, risiko, kendali, dan hasil usaha dibagi menurut porsi yang disepakati dalam perjanjian.
Apa perbedaan joint venture dengan merger dan akuisisi?
Pada joint venture, perusahaan induk tetap berdiri sendiri dan hanya menyatukan sebagian sumber daya ke dalam entitas baru. Pada merger, dua perusahaan melebur menjadi satu, sedangkan pada akuisisi kepemilikan satu perusahaan diambil alih perusahaan lain. Joint venture karena itu bersifat lebih terbatas dan dapat diakhiri tanpa membubarkan perusahaan induk.
Apa saja jenis joint venture?
Berdasarkan asal pesertanya dikenal joint venture domestik, yaitu kerja sama antarperusahaan dalam negeri, dan joint venture internasional, yaitu kerja sama yang salah satu pihaknya adalah perusahaan asing.
Berapa lama joint venture berlangsung?
Jangka waktunya ditentukan dalam perjanjian pendirian. Ada yang dibatasi sampai satu proyek selesai, ada pula yang berjalan jangka panjang. Kerja sama berakhir bila tujuannya tercapai, masa perjanjian habis, atau para pihak sepakat membubarkannya.
Apa keuntungan mendirikan joint venture?
Keuntungan utamanya adalah berbagi modal dan risiko, memperoleh akses ke teknologi, pasar, dan jaringan distribusi mitra, serta mempercepat masuk ke pasar baru. Bagi penanaman modal asing, skema ini juga menjadi jalan untuk memenuhi ketentuan kepemilikan lokal pada bidang usaha tertentu.
Apa risiko dan kelemahan joint venture?
Risiko yang paling sering muncul adalah perbedaan visi dan budaya kerja antarperusahaan induk, pembagian kewenangan yang tidak jelas, serta ketergantungan pada kinerja mitra. Karena itu perjanjian yang merinci porsi modal, tata kelola, penyelesaian sengketa, dan mekanisme keluar perlu disusun sejak awal.





