Semakin berkembangnya zaman, bahan bakar yang ramah lingkungan sangat diperlukan untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Salah satu bahan bakar ramah lingkungan adalah dimetil eter.
Nama lain dimetil eter adalah DME atau senyawa organik dengan nama kimia CH3OCH3. Dimetil eter rumusnya juga dapat disederhanakan menjadi C2H6O. Nama IUPAC dari DME adalah Methoxymethane.
Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai dimetil eter, mulai dari pengertian, sifat, hingga kegunaannya. Yuk simak sampai selesai!
Pengertian Dimetil Eter
Dimetil eter adalah senyawa organik yang didapat dari hasil pengolahan gas bumi. Selain gas bumi, DME merupakan hasil olahan hidrokarbon lain bermanfaat untuk bahan bakar. Senyawa ini dianggap sebagai bahan bakar dalam Permen ESDM No. 29 Tahun 2013.
Ciri dari dimetil eter adalah bentuknya yang berupa gas tidak berwarna, tidak beracun, tidak mengandung unsur Sulfur (S) dan nitrogen (N).
DME yang tidak mengandung sulfur dan nitrogen menyebabkan emisi SOx, NOx, particulate matter, dan jelaga lebih rendah dari solar.
DME adalah senyawa eter yang paling sederhana. Titik didih dimetil eter pada 1 atm, yaitu -24,7 ℃ dan titik bekunya pada -138,5 ℃.
Lebih lanjut, DME dibuat secara sintesis dengan proses dehidrasi metanol dengan katalisator asam sulfat atau silika alumina.
Sifat Fisika dan Kimia Dimetil Eter
Berikut ini adalah rumus fisika dan kimia dari Methoxymethane.
Rumus molekul: C2H6O (CH3OCH3)
Berat molekul: 46,07 g/mol
Densitas (pada 20℃): 668 kg/m3
SPGR: 1,59
Kelarutan dalam air: 328 g/ 100 ml (20℃)
Pelarut: metanol, etanol, toluena dan air
Titik lebur: -138,5℃
Titik didih: -24,9℃
Temperatur kritis: 400℃
Tekanan kritis: 52,4 atm
Tekanan uap (pada 20℃): 5,1 bar
∆Hf°(g): -184,18 kJ/kmol
∆Hf°(l): -113,002 kJ/kmol
Panas peleburan: 0,768 kkal/mol
Energi Gibbs (∆G°f)(g) : -26,99 kkal/mol
Kapasitas panas : 17,015 + 0,17907 T –5,233×10-5 T2 –1,918×10-9 T3
Baca Juga: Bioenergi: Pengertian, Manfaat, Macam dan Industri
Kegunaan Dimetil Eter
DME banyak digunakan pada berbagai bidang industri, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati sesuai pedoman keselamatan yang tempat. Berikut ini adalah fungsi dimetil eter.
1. Sebagai Bahan Bakar

DME bermanfaat sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. DME dimanfaatkan sebagai pengganti LPG, LNG, dan bahan bakar diesel.
Potensi DME dapat bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari biomassa atau gas alam.
2. Sebagai Pelarut Kimia
DME berfungsi sebagai pelarut yang efektif untuk beberapa senyawa organik. Hal ini karena sifat dimetil eter yang mudah menguap dan melarutkan berbagai zat organik sehingga senyawa ini banyak digunakan sebagai pelarut dalam laboratorium kimia.
3. Produksi Jenis Plastik
DME juga bermanfaat dalam industri plastik meskipun tidak digunakan secara langsung dalam produksi plastik. Beberapa jenis plastiknya, yaitu poliuretan, polietilen, dan polipropilena.
4. Pengharum
DME berguna sebagai bahan pengharum dikenal sebagai propellant dalam industri parfum, seperti pengharum ruangan, colognes, hair sprays, antiperspirants, fresheners, dan room air.
Selain itu, bahan bakar ini juga berfungsi sebagai obat pembasmi nyamuk, foam sabun pencukur kumis, dan personal care mouses.
Kelebihan Dimetil Eter
DME banyak bermanfaat bagi setiap bidang industri karena keunggulannya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari Methoxymethane.
- DME disimpan dalam bentuk cairan pada tekanan yang digunakan sebagai bahan bakar
- Infrastruktur yang dibutuhkan cukup sederhana, sehingga biayanya relatif terjangkau
- DME dapat membantu mengurangi dampak Gas Rumah Kaca sebanyak 68-101%
- DME yang berasal dari biogas adalah sumber bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan
- Sumber-sumber untuk produksi DME sangat beragam, termasuk batubara, biomassa, dan gas alam
- Penggunaan gas dalam DME lebih efisien hingga 60% dibandingkan dengan penggunaan LPG.
Kekurangan Dimetil Eter
DME juga memiliki kekurangan dan risiko yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa kekurangannya.
- DME adalah cairan yang sangat mudah terbakar, bahkan pada suhu rendah
- DME dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan jika terpapar dalam jumlah besar atau terlalu lama
- Paparan berulang atau jangka panjang terhadap DME dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal
- Efek samping DME, seperti iritasi dan risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan agen anestesi modern
Baca juga: Biodiesel: Pengertian, Manfaat, dan Proses Pembuatannya
Proses Pembuatan Dimetil Eter
Terdapat tiga metode yang dilakukan untuk memproses DME. Pada umumnya, sintesis senyawa gugus eter dilakukan dengan dehidrasi senyawa dari golongan alkohol.
Berikut ini adalah macam-macam dari proses pembuatan Methoxymethane.
1. Proses Pembuatan Dimetil Eter dengan Campuran CO dan H2

DME diproduksi dengan cara mencampur CO dan H2 ke dalam reaktor yang berisikan katalis sintesis metanol.
Katalis tersebut terdiri dari kombinasi Tembaga Oksida – Seng Oksida, Seng Oksida – Kromium Oksida, dan Tembaga Oksida – Seng Oksida/Kromium Oksida.
Katalis dehidrasi metanol yang digunakan adalah katalis asam basa, seperti alumina, silika-alumina, dan zeolit.
Metanol yang dihasilkan berperan sebagai zat perantara yang kemudian diubah menjadi DME dengan suhu operasi sekitar 200 ℃ – 310 ℃
2. Proses Dehidrasi Metanol dengan Menggunakan Katalis Asam Sulfat
Pada proses ini, katalis yang digunakan adalah asam sulfat dan alumina. DME dihasilkan dengan cara dehidrasi metanol di dalam reaktor.
Proses dehidrasi metanol menggunakan katalis asam sulfat yang dilakukan dengan menguapkan metanol.
Kemudian, dialirkan melalui reaktor yang telah diisi dengan katalis H2SO4 pada suhu 125 ℃ -140 ℃ dan tekanan 2 atm.
Hasil yang dikeluarkan berupa reaktor terdiri dari DME, air, dan metanol yang kemudian akan menjalani proses distilasi untuk memperoleh DME dengan konsentrasi yang tinggi.
Baca Juga: bioetanol: Definisi, Karakteristik, Fungsi, dan Proses Pembuatan
Itulah penjelasan mengenai dimetil eter mulai dari pengertian, kegunaan, kelebihan, kekurangan, dan proses pembuatannya.
Intinya, DME telah ditetapkan pada pada Permen ESDM No. 29 Tahun 2013. Penggunaan utama dari DME adalah sebagai bahan bakar penggantian LPG.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dimetil eter termasuk salah satu bahan bakar ramah lingkungan.
Selain DME, bahan bakar ramah lingkungan lain yang dapat Anda jadikan pilihan untuk kendaraan adalah biosolar.
Berkenaan dengan hal tersebut, Solar Industri menyediakan Bio Solar (B40) yang ramah lingkungan dan murah.
Bahan bakar mesin diesel yang disediakan Solar Industri menggunakan komposisi dengan campuran 40% biodiesel dan 60% solar.
Yuk, kunjungi website Solar Industri untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk!
FAQ
Apa itu dimetil eter?
Dimetil eter atau DME adalah senyawa organik hasil pengolahan gas bumi dan hidrokarbon lain dengan rumus kimia CH3OCH3 atau C2H6O. Nama IUPAC-nya methoxymethane, dan senyawa ini merupakan senyawa eter yang paling sederhana.
Apa ciri dan sifat dimetil eter?
Berupa gas tidak berwarna, tidak beracun, serta tidak mengandung unsur sulfur dan nitrogen sehingga emisi SOx, NOx, particulate matter, dan jelaganya lebih rendah dibanding solar. Berat molekulnya 46,07 g/mol dengan titik didih sekitar minus 24,9 derajat Celsius pada tekanan 1 atm.
Apa kegunaan dimetil eter?
Sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG, LNG, dan bahan bakar diesel, sebagai pelarut kimia untuk senyawa organik di laboratorium, sebagai pendukung industri plastik seperti poliuretan, polietilen, dan polipropilena, serta sebagai propellant pada produk pengharum ruangan, cologne, hair spray, dan antiperspirant.
Apa kelebihan dimetil eter?
Dapat disimpan dalam bentuk cair pada tekanan operasional bahan bakar, infrastrukturnya sederhana sehingga biayanya relatif terjangkau, mampu mengurangi dampak gas rumah kaca, dapat diproduksi dari sumber beragam mulai dari batubara, biomassa, hingga gas alam, dan DME dari biogas termasuk bahan bakar terbarukan.
Bagaimana proses pembuatan dimetil eter?
Umumnya lewat dehidrasi senyawa alkohol. Satu cara adalah mencampur CO dan H2 ke dalam reaktor berisi katalis sintesis metanol sehingga metanol yang terbentuk diubah menjadi DME pada suhu sekitar 200 sampai 310 derajat Celsius. Cara lain adalah dehidrasi metanol dengan katalis asam sulfat pada suhu 125 sampai 140 derajat Celsius dan tekanan 2 atm, lalu hasilnya didistilasi.





