Dimetil Eter: Pengertian, Kegunaan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Bagikan:
Dimetil eter adalah senyawa organik yang didapat dari hasil pengolahan gas bumi. Selain gas bumi, DME merupakan hasil olahan hidrokarbon lain bermanfaat untuk bahan bakar. Senyawa ini dianggap sebagai bahan bakar dalam Permen ESDM No. 29 Tahun 2023.
pom bensin tempat penggunaan bahan bakar dimetil eter
Daftar Isi

Semakin berkembangnya zaman, bahan bakar yang ramah lingkungan sangat diperlukan untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Salah satu bahan bakar ramah lingkungan adalah dimetil eter.

Nama lain dimetil eter adalah DME atau senyawa organik dengan nama kimia CH3OCH3. Dimetil eter rumusnya juga dapat disederhanakan menjadi C2H6O. Nama IUPAC dari DME adalah Methoxymethane.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai dimetil eter, mulai dari pengertian, sifat, hingga kegunaannya. Yuk simak sampai selesai!

Pengertian Dimetil Eter

Dimetil eter adalah senyawa organik yang didapat dari hasil pengolahan gas bumi. Selain gas bumi, DME merupakan hasil olahan hidrokarbon lain bermanfaat untuk bahan bakar. Senyawa ini dianggap sebagai bahan bakar dalam Permen ESDM No. 29 Tahun 2023.

Ciri dari dimetil eter adalah bentuknya yang berupa gas tidak berwarna, tidak beracun, tidak mengandung unsur Sulfur (S) dan nitrogen (N).

DME yang tidak mengandung sulfur dan nitrogen menyebabkan emisi SOx, NOx, particulate matter, dan jelaga lebih rendah dari solar.

DME adalah senyawa eter yang paling sederhana. Titik didih dimetil eter pada 1 atm, yaitu -24,7 ℃ dan titik bekunya pada -138,5 ℃.

Lebih lanjut, DME dibuat secara sintesis dengan proses dehidrasi metanol dengan katalisator asam sulfat atau silika alumina.

Sifat Fisika dan Kimia Dimetil Eter

Berikut ini adalah rumus fisika dan kimia dari Methoxymethane.

Rumus molekul: C2H6O (CH3OCH3)

Berat molekul: 46,07 g/mol

Densitas (pada 20℃): 668 kg/m3

SPGR: 1,59

Kelarutan dalam air: 328 g/ 100 ml (20℃)

Pelarut: metanol, etanol, toluena dan air

Titik lebur: 138,5℃

Titik didih: -24,9℃

Temperatur kritis: 400℃

Tekanan kritis: 52,4 atm

Tekanan uap (pada 20℃): 5,1 bar

∆Hf°(g): -184,18 kJ/kmol

∆Hf°(l): -113,002 kJ/kmol

Panas peleburan: 0,768 kkal/mol

Energi Gibbs (∆G°f)(g) : -26,99 kkal/mol

Kapasitas panas : 17,015 + 0,17907 T –5,233×10-5 T2 –1,918×10-9 T3

Baca Juga: Bioenergi: Pengertian, Manfaat, Macam dan Industri

Kegunaan Dimetil Eter

DME banyak digunakan pada berbagai bidang industri, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati sesuai pedoman keselamatan yang tempat. Berikut ini adalah fungsi dimetil eter.

1. Sebagai Bahan Bakar

rumus kimia LPG dari metanol menjadi dimetil eter dan air
Rumus Kimia LPG (From energibarudanterbarukan.blogspot.com)

DME bermanfaat sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. DME dimanfaatkan sebagai pengganti LPG, LNG, dan bahan bakar diesel.

Potensi DME dapat bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari biomassa atau gas alam.

2. Sebagai Pelarut Kimia

DME berfungsi sebagai pelarut yang efektif untuk beberapa senyawa organik. Hal ini karena sifat dimetil eter yang mudah menguap dan melarutkan berbagai zat organik sehingga senyawa ini banyak digunakan sebagai pelarut dalam laboratorium kimia.

3. Produksi Jenis Plastik

DME juga bermanfaat dalam industri plastik meskipun tidak digunakan secara langsung dalam produksi plastik. Beberapa jenis plastiknya, yaitu poliuretan, polietilen, dan polipropilena.

4. Pengharum

DME berguna sebagai bahan pengharum dikenal sebagai propellant dalam industri parfum, seperti pengharum ruangan, colognes, hair sprays, antiperspirants, fresheners, dan room air.

Selain itu, bahan bakar ini juga berfungsi sebagai obat pembasmi nyamuk, foam sabun pencukur kumis, dan personal care mouses.

Kelebihan Dimetil Eter

DME banyak bermanfaat bagi setiap bidang industri karena keunggulannya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari Methoxymethane.

  • DME disimpan dalam bentuk cairan pada tekanan yang digunakan sebagai bahan bakar
  • Infrastruktur yang dibutuhkan cukup sederhana, sehingga biayanya relatif terjangkau
  • DME dapat membantu mengurangi dampak Gas Rumah Kaca sebanyak 68-101%
  • DME yang berasal dari biogas adalah sumber bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan
  • Sumber-sumber untuk produksi DME sangat beragam, termasuk batubara, biomassa, dan gas alam
  • Penggunaan gas dalam DME lebih efisien hingga 60% dibandingkan dengan penggunaan LPG.

Kekurangan Dimetil Eter

DME juga memiliki kekurangan dan risiko yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa kekurangannya.

  • DME adalah cairan yang sangat mudah terbakar, bahkan pada suhu rendah
  • DME dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan jika terpapar dalam jumlah besar atau terlalu lama
  • Paparan berulang atau jangka panjang terhadap DME dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal
  • Efek samping DME, seperti iritasi dan risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan agen anestesi modern

Baca juga: Biodiesel: Pengertian, Manfaat, dan Proses Pembuatannya

Proses Pembuatan Dimetil Eter

Terdapat tiga metode yang dilakukan untuk memproses DME. Pada umumnya, sintesis senyawa gugus eter dilakukan dengan dehidrasi senyawa dari golongan alkohol.

Berikut ini adalah macam-macam dari proses pembuatan Methoxymethane.

1. Proses Pembuatan Dimetil Eter dengan Campuran CO dan H2

gas lpg merek Bright Gas ukuran 12 kg menggantikan dimetil eter
Gas LPG (Mufid Majnun/Unsplash)

DME diproduksi dengan cara mencampur CO dan H2 ke dalam reaktor yang berisikan katalis sintesis metanol.

Katalis tersebut terdiri dari kombinasi Tembaga Oksida – Seng Oksida, Seng Oksida – Kromium Oksida, dan Tembaga Oksida – Seng Oksida/Kromium Oksida.

Katalis dehidrasi metanol yang digunakan adalah katalis asam basa, seperti alumina, silika-alumina, dan zeolit.

Metanol yang dihasilkan berperan sebagai zat perantara yang kemudian diubah menjadi DME dengan suhu operasi sekitar 200 ℃ – 310 ℃

2. Proses Dehidrasi Metanol dengan Menggunakan Katalis Asam Sulfat

Pada proses ini, katalis yang digunakan adalah asam sulfat dan alumina. DME dihasilkan dengan cara dehidrasi metanol di dalam reaktor.

Proses dehidrasi metanol menggunakan katalis asam sulfat yang dilakukan dengan menguapkan metanol.

Kemudian, dialirkan melalui reaktor yang telah diisi dengan katalis H2SO4 pada suhu 125 ℃ -140 ℃ dan tekanan 2 atm.

Hasil yang dikeluarkan berupa reaktor terdiri dari DME, air, dan metanol yang kemudian akan menjalani proses distilasi untuk memperoleh DME dengan konsentrasi yang tinggi.

Baca Juga: bioetanol: Definisi, Karakteristik, Fungsi, dan Proses Pembuatan

Itulah penjelasan mengenai dimetil eter mulai dari pengertian, kegunaan, kelebihan, kekurangan, dan proses pembuatannya.

Intinya, DME telah ditetapkan pada pada Permen ESDM No. 29 Tahun 2013. Penggunaan utama dari DME adalah sebagai bahan bakar penggantian LPG.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dimetil eter termasuk salah satu bahan bakar ramah lingkungan.

Selain DME, bahan bakar ramah lingkungan lain yang dapat Anda jadikan pilihan untuk kendaraan adalah biosolar.

Berkenaan dengan hal tersebut, Solar Industri menyediakan Bio Solar (B30) yang ramah lingkungan dan murah.

Bahan bakar mesin diesel yang disediakan Solar Industri menggunakan komposisi dengan campuran 30% biodiesel dan 70% solar.

Yuk, kunjungi website Solar Industri untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk!

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.