Cara Menyimpan Solar & Biodiesel B50 di Tangki Industri agar Tidak Terkontaminasi

Bagikan:
Penyimpanan solar B50 di tangki industri membutuhkan pengelolaan yang lebih terkontrol. Kandungan FAME yang lebih tinggi dapat meningkatkan sensitivitas bahan bakar terhadap air, oksidasi, dan kontaminasi selama penyimpanan. Karena itu, kondisi tangki dan lingkungan penyimpanan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas bahan bakar.
cara menyimpan solar B50
Daftar Isi
2150440208

cara menyimpan solar B50 | Magnific

Tanpa pengelolaan yang tepat, kontaminasi dapat memicu pertumbuhan mikroba, pembentukan endapan, hingga penyumbatan filter. Kondisi ini berpotensi mengganggu operasional mesin dan armada.

Lalu, bagaimana cara menyimpan solar B50 di tangki industri dengan benar? Artikel ini membahas langkah penyimpanan, housekeeping, pemeriksaan kualitas, hingga penggunaan additive untuk membantu menjaga kualitas bahan bakar selama berada di dalam tangki.

Kenapa B50 Lebih Rentan Terkontaminasi Saat Disimpan? 

B50 mengandung FAME dalam proporsi lebih tinggi dibandingkan campuran biodiesel sebelumnya. Karakteristik FAME ini membuat bahan bakar lebih sensitif terhadap keberadaan air, oksigen, suhu, dan kontaminan selama penyimpanan. Jika tangki tidak mendapat pengelolaan yang baik, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas.

Air yang masuk ke dalam tangki dapat memicu pertumbuhan mikroba. Sementara itu, paparan oksigen dan suhu tinggi dapat mempercepat proses oksidasi. Selain itu, sifat pelarut FAME dapat melepaskan endapan yang sebelumnya menempel pada dinding atau dasar tangki.

Dengan karakteristik tersebut, cara menyimpan solar B50 yang tepat perlu mencakup pengendalian air, kebersihan tangki, rotasi stok, serta pemeriksaan kualitas secara berkala agar mutu bahan bakar tetap terjaga sebelum digunakan.

Empat Musuh Utama Penyimpanan Solar/B50 

Kualitas solar dan B50 selama penyimpanan dapat menurun akibat beberapa faktor yang berasal dari lingkungan maupun kondisi tangki. Empat faktor utama yang perlu dikendalikan adalah air, oksigen, suhu, dan kontaminasi mikroba.

Air dapat masuk melalui kondensasi, celah pada tangki, atau sistem ventilasi yang kurang terlindungi. Oksigen dan suhu tinggi dapat mempercepat oksidasi bahan bakar, sedangkan mikroba dapat berkembang ketika terdapat air dan membentuk endapan yang berpotensi menyumbat filter.

Pengendalian keempat faktor tersebut perlu dilakukan secara konsisten melalui inspeksi tangki, pengelolaan air, pengaturan kondisi penyimpanan, serta pemeriksaan kualitas bahan bakar secara berkala.

Cara Menyimpan Solar & B50 dengan Benar

man grabbing fuel nozzle refuel his vehicle

cara menyimpan solar B50 | Magnific

Penyimpanan solar dan B50 membutuhkan kondisi tangki yang bersih, tertutup, dan terlindung dari faktor yang dapat menurunkan kualitas bahan bakar. Pengelolaan yang tepat mencakup pengendalian air, oksidasi, suhu, serta pemilihan material tangki yang sesuai.

Selain kondisi fisik tangki, perusahaan juga perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala untuk mendeteksi kontaminasi sejak dini. Berikut beberapa langkah cara menyimpan solar B50 yang bisa diterapkan di tangki industri.

Kontrol Air: Drain Water Bottom, Water-Finding Paste, Desiccant Breather  

Lakukan pengurasan air (drain water bottom) secara rutin di dasar tangki, karena air yang mengendap memperburuk pertumbuhan mikroba dan proses oksidasi. Gunakan water-finding paste secara berkala untuk mendeteksi keberadaan air di dasar tangki sebelum jumlahnya signifikan, serta pasang desiccant breather pada ventilasi tangki untuk menyaring kelembapan udara yang masuk saat terjadi perubahan volume akibat suhu.

Minimalkan Oksidasi: Tangki Terisi Penuh, Tutup Rapat, Nitrogen Blanketing untuk Stok Lama 

Menjaga tangki tetap terisi penuh mengurangi ruang kosong (ullage) yang menjadi sumber oksigen pemicu oksidasi, sekaligus menekan risiko kondensasi air di malam hari. Pastikan seluruh tutup dan manhole tertutup rapat. Untuk stok yang harus disimpan lebih lama, pertimbangkan sistem nitrogen blanketing, yaitu mengisi ruang kosong tangki dengan gas nitrogen inert untuk menggantikan oksigen yang memicu oksidasi.

Kontrol Suhu & Cahaya: Hindari Panas/UV, Jaga di Atas Cloud Point

Tempatkan tangki di area yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan hujan untuk mencegah korosi sekaligus memperlambat laju oksidasi akibat panas. Perhatikan juga suhu penyimpanan agar tetap berada di atas cloud point B50, yaitu suhu saat kandungan lilin dalam biodiesel mulai mengkristal dan berpotensi menyumbat filter maupun jalur pipa.

Material Tangki Kompatibel: Stainless/Aluminium/Fiberglass

Gunakan tangki berbahan stainless steel, aluminium, atau fiberglass yang kompatibel dengan biodiesel. Hindari material seperti tembaga, kuningan, besi lunak tanpa lapisan, timah, dan seng, karena logam tersebut dapat bereaksi dengan biodiesel dan mempercepat kontaminasi bahan bakar. Tangki bekas B40 tetap bisa digunakan untuk B50 selama telah dibersihkan secara menyeluruh sebelum diisi ulang.

Housekeeping Rutin Tangki Industri 

Selain langkah penyimpanan di atas, housekeeping rutin berikut membantu menjaga kualitas B50 tetap terjaga dalam jangka panjang.

Inspeksi Berkala (Fitting, Seal, Vent, Breather) 

Lakukan pemeriksaan rutin pada sambungan pipa (fitting), seal, ventilasi, dan breather untuk memastikan tidak ada kebocoran atau celah yang memungkinkan udara lembap masuk ke dalam tangki.

Pembersihan Tangki & Fuel Polishing 

Jadwalkan pengurasan dan pembersihan tangki secara berkala, umumnya setiap 6-12 bulan tergantung intensitas pemakaian. Untuk kondisi bahan bakar yang sudah terkontaminasi namun masih ingin diselamatkan, fuel polishing atau proses filtrasi dan pemurnian ulang bisa jadi solusi sebelum bahan bakar benar-benar tidak layak pakai.

Rotasi Stok FIFO & Batas Umur Simpan 

Terapkan prinsip First In First Out (FIFO), memastikan stok yang lebih dulu masuk juga lebih dulu digunakan, agar tidak ada bahan bakar yang mengendap terlalu lama melewati batas umur simpan idealnya di kisaran 3-6 bulan.

Sampling & Uji Mutu Berkala (Kadar Air, Stabilitas Oksidasi) 

Lakukan pengambilan sampel dan uji mutu secara berkala, khususnya untuk parameter kadar air dan stabilitas oksidasi, agar penurunan kualitas bahan bakar bisa terdeteksi sebelum berdampak ke mesin atau operasional.

Kapan Perlu Additive? (Antioksidan, Biocide, Demulsifier)

Additive tambahan diperlukan terutama saat bahan bakar harus disimpan lebih lama dari batas ideal, atau saat kondisi lingkungan penyimpanan kurang mendukung (suhu tinggi, kelembapan tinggi, atau frekuensi penggunaan rendah). Tiga jenis additive yang umum dipakai:

  • Antioksidan, memperlambat proses oksidasi FAME sehingga mencegah pembentukan deposit dan asam selama penyimpanan.
  • Biocide, mencegah dan mengendalikan pertumbuhan mikroba atau bakteri penyebab diesel bug di dalam tangki.
  • Demulsifier, membantu memisahkan air dari bahan bakar agar bisa lebih mudah disaring lewat proses drain maupun filter.

Ketiganya idealnya bekerja bersamaan. Biocide tanpa demulsifier hanya membunuh mikroba, tapi tetap membiarkan air ada di tangki. Demulsifier tanpa biocide mengendapkan air namun tidak menghentikan pertumbuhan mikroba yang sudah mulai terjadi.

FAQ

Berapa lama B50 bisa disimpan dengan aman di tangki industri? Dengan mitigasi yang tepat seperti kontrol air, oksidasi, dan suhu, B50 idealnya dapat disimpan sekitar 3-6 bulan, tergantung kondisi tangki dan lingkungan penyimpanan.

Apakah tangki bekas B40 perlu diganti sebelum diisi B50? Tidak perlu diganti dengan tangki baru. Namun, tangki wajib mendapat pembersihan menyeluruh terlebih dahulu, karena sifat pelarut FAME dapat melunturkan kerak dan endapan lama yang tersisa.

Apa tanda-tanda B50 sudah terkontaminasi di dalam tangki? Tanda umum meliputi bahan bakar keruh, muncul lendir atau lapisan mengambang di permukaan, serta filter yang lebih cepat kotor dibanding kondisi normal.

Apakah semua tangki solar bisa dipakai untuk menyimpan B50? Tidak semua. Tangki berbahan tembaga, kuningan, timah, atau seng sebaiknya dihindari karena berisiko bereaksi dengan biodiesel; material yang direkomendasikan adalah stainless steel, aluminium, atau fiberglass yang kompatibel.

Apakah additive wajib digunakan untuk semua kondisi penyimpanan B50? Tidak selalu wajib, namun sangat disarankan untuk penyimpanan jangka lebih panjang atau kondisi lingkungan yang kurang ideal, guna menekan risiko oksidasi dan pertumbuhan mikroba.

Penutup

Kualitas solar dan B50 yang terjaga selama penyimpanan berpengaruh langsung pada performa mesin dan kelancaran operasional bisnis Anda. Sebaliknya, kontaminasi yang terlambat terdeteksi bisa berujung kerusakan mesin yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.

Solar Industri menyediakan tangki solar industri dengan material sesuai standar dan kompatibel untuk penyimpanan B50. Hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan penyimpanan bahan bakar industri Anda.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.