Pada proses uji kualitas minyak goreng atau CPO, salah satu parameternya adalah berat jenis. Namun parameter tersebut juga berguna untuk uji kualitas pada beberapa produk lainnya. Mengapa demikian? Pengujian ini memang penting untuk sebuah produk sebelum produk tersebut berada di tangan konsumen.
Pada pembahasan kali ini kalian akan memahami satu persatu mengenai seluk beluk berat jenis? Manfaat pengujiannya? Serta bagaimana prosedur pengujiannya? Simak terus ya!
Pengertian Berat Jenis
Berat jenis adalah ukuran kerapatan relatif terhadap kerapatan suatu bahan referensi. Bahan rujukan atau referensi bisa berupa apa saja, tetapi rujukan yang paling umum adalah air murni. Jika suatu material memiliki nilai kurang dari 1, maka akan mengapung di atas air.
Berat jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku yang volumenya sama pada suhu yang sama dan bentuknya dalam desimal. Prinsip penggunaan parameter ini adalah menggunakan alat yang bernama piknometer. Piknometer memiliki prinsip kerja seperti hukum archimedes yaitu membandingkan nilai massa piknometer pada saat kosong dan pada saat berisi air dan kaca.
Tujuan uji perlakuan ini yaitu untuk menghitung nilai viskositas dari sediaan, karena parameter ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi viskositas minyak
Rumus Berat Jenis
Perhitungannya secara sederhana menggunakan piknometer. Satuan berat jenis adalah g/mL. Berikut adalah rumusnya yang wajib Anda ketahui sebagai berikut:

Perbedaan Massa Jenis dan Berat Jenis
Baik massa jenis (Density) maupun berat jenis (Specific Gravity) menggambarkan keadaan suatu massa zat dan berfungsi sebagai pembanding berbagai macam zat. Namun, tetap saja mereka bukanlah suatu yang sama.
Berat jenis adalah tingkat kerapatan terhadap kerapatan suatu standar atau referensi (biasanya air). Sedangkan massa jenis merupakan perbandingan massa dengan volume (kerapatan).
Baca juga: Memahami Rumus Massa Jenis, Alat Ukur & Penerapannya
Manfaat Uji Evaluasi
Penjagaan mutu atau kualitas produk adalah tanggung jawab seorang QC (Quality Control). Ini adalah salah satu metode analisa kuantitatif minyak yang berperan vital. Mengapa demikian?
Bagus tidaknya sampel minyak salah satunya adalah viskositas atau kekentalannya. Hasil yang bagus dan sesuai dengan nilai normal akan berdampak baik pula pada viskositas dalam mengetahui kemurnian minyak tersebut.
Prosedur Pengukuran
Prosedur ini bobot ada beragam tergantung metode yang ada. Cara menentukannya ada beberapa cara antara lain menggunakan piknometer, Mohr-Westphal, hidrometer dan sebagainya. Alat yang sesuai dengan hukum archimedes adalah piknometer.
Alat ini cocok untuk mengukur zat semifluida. Prosedur ini paling sering untuk pengujian minyak atau sampel sederhana adalah cara piknometer. Berikut adalah cara menentukan paramater ini menggunakan sampel minyak yang perlu Anda ketahui.
- Piknometer dibersihkan dan ditimbang untuk diketahui berat kosongnya.
- Piknometer kemudian diisi dengan minyak bersuhu 25°C. Pengisian dilakukan sampai minyak dalam botol meluap dan tidak ada gelembung udara di dalamnya.
- Setelah ditutup, botol direndam dalam bak air yang bersuhu 25°C selama 30 menit.
- Botol kemudian diangkat dari bak dan dikeringkan dengan kertas pengisap.
- Kemudian ditimbang berat botol dan isinya.
- Selanjutnya, untuk mengetahui berat jenis sampel minyak, seperti halnya air, digunakan pula piknometer.
Kesalahan Umum Penggunaan Piknometer
Kesalahan umum menggunakan piknometer antara lain pertama adalah pengambilan piknometer setelah penimbangan tidak menggunakan sarung tangan atau tissue. Mengapa harus ada pelindung? Karena telapak kita sedikit banyak mengandung air atau kotoran yang akan berdampak pada kenaikan massa piknometer. Padahal pengukuran ini harus akurat, salah penimbangan sedikit saja maka hasilnya tidak sesuai.
Yang kedua adalah saat penutupan tutup piknometer, lakukan secara hati-hati ketika hendak menutup lubang piknometer, menutupnya secara ceroboh akan membentuk gelembung udara di dalam piknometer. Jika ada gelembung maka, akan lakukan pengujian ulang.
Kesimpulan
- Berat jenis adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku yang volumenya sama pada suhu yang sama dan bentuknya dalam desimal.
- Parameter ini bisa diuji dengan beberapa metode pengujian. Namun, yang paling sering adalah menggunakan piknometer.
- Prosedur perlakuan pengukuran tersebut menggunakan piknometer ada beberapa langkah. Ikuti satu persatu secara berurutan agar mendapatkan nilai yang akurat.
- Beberapa kesalahan umum perlu diperhatikan saat penggunaan piknometer, seperti adanya gelembung udara dan pemegangan alat tidak menggunakan perantara.
Nah, itulah pembahasan mengenai berat jenis yang perlu Anda ketahui. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Solar industri menyediakan berbagai kebutuhan untuk pembelian biosolar B40, marine fuel oil, dan pembuatan tangki solar dengan berbagai ukuran. Cek harga dan penawaran pada halaman produk berikut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu berat jenis?
Berat jenis atau specific gravity adalah rasio bobot suatu zat terhadap bobot zat baku bervolume sama pada suhu yang sama, biasanya air murni. Zat dengan nilai kurang dari 1 akan mengapung di atas air.
Apa perbedaan berat jenis dan massa jenis?
Massa jenis atau density adalah perbandingan massa dengan volume suatu zat, sedangkan berat jenis adalah perbandingan kerapatan zat itu terhadap kerapatan bahan referensi, biasanya air.
Alat apa yang dipakai mengukur berat jenis minyak?
Yang paling umum adalah piknometer, botol kaca kecil yang ditimbang saat kosong dan saat berisi sampel. Alternatifnya adalah timbangan Mohr-Westphal dan hidrometer.
Bagaimana prosedur pengukuran dengan piknometer?
Piknometer dibersihkan dan ditimbang kosong, diisi minyak sampai meluap tanpa gelembung udara, direndam dalam bak air bersuhu 25 derajat Celsius selama 30 menit, dikeringkan, lalu ditimbang bersama isinya.
Mengapa berat jenis penting dalam uji kualitas minyak?
Parameter ini dipakai bagian quality control untuk menilai kemurnian minyak dan berkaitan erat dengan viskositas. Nilai yang menyimpang dari rentang normal menandakan kualitas sampel yang tidak sesuai.
Apa kesalahan umum saat memakai piknometer?
Memegang piknometer dengan tangan telanjang setelah penimbangan sehingga massanya bertambah oleh keringat atau kotoran, dan menutup piknometer secara ceroboh sehingga terbentuk gelembung udara di dalamnya.





