4 Contoh Reaksi Hidrogenasi di Berbagai Industri

Bagikan:
Hidrogenasi adalah proses penting yang mengubah senyawa tak jenuh reaktif menjadi bahan bakar lebih stabil dan aman digunakan. Dalam industri energi dan maritim, hidrogenasi bukan sekadar reaksi kimia di laboratorium, melainkan pondasi penting yang memengaruhi performa mesin kapal, umur simpan bahan bakar, hingga kepatuhan terhadap regulasi emisi.
hidrogenasi
Daftar Isi

Memahami peran hidrogenasi menjadi langkah awal untuk melihat bagaimana kualitas bahan bakar dibentuk sebelum akhirnya digunakan dalam operasional sehari-hari. Artikel ini akan menjelaskan lebih jauh mengenai fungsi, proses reaksi, dan contoh penerapannya di sejumlah industri.

Apa Itu Hidrogenasi?

Hidrogenasi adalah proses penambahan hidrogen (H2) ke komponen lain untuk membuatnya bereaksi. Percampuran ini biasa dilakukan pada komponen-komponen senyawa tak jenuh, seperti katalis logam nikel, palladium, dan platinum. 

Tujuannya adalah untuk mendapatkan minyak dan lemak yang berwujud leleh atau stabilitas oksidatif dengan mengurangi ikatan rangkap tak jenih dalam sistem minyak. Secara sederhana, cara kerjanya berlangsung ketika hidrogen ditambahkan ke ikatan rangkap dua atau tiga yang otomatis mengubahnya menjadi ikatan tunggal. Selain itu, molekul pun menjadi lebih jenuh dan stabil. 

Reaksi ini dapat berjalan efektif dengan bantuan katalis yang memecah molekul hidrogen (H2) menjadi atom hidrogen aktif. Kemudian mempermudah hidrogen menempel pada ikatan rangkap, sehingga dapat mempercepat reaksi hidrogenasi.

Reaksi semacam ini banyak digunakan di berbagai industri, baik industri makanan, petrokimia dan farmasi, kimia, dan lain sebagainya. Beberapa produk hasil hidrogenasi ini seperti alkohol, amonia, margarin, hidrogen peroksida, hidrogen klorida, produk-produk farmasi, dan polyol.

Fungsi Hidrogenasi

Secara garis besar, proses hidrogenasi berfungsi untuk memadatkan, memurnikan, atau mengawetkan produk. Proses ini berlangsung melalui penambahan hidrogen ke senyawa tak jenuh, sehingga minyak nabati cair dapat berubah menjadi lemak padat (margarin) yang dapat meningkatkan stabilitas oksidatifnya.

Misalnya, hidrogenasi pada minyak sayur yang berubah menjadi lemak padat atau hampir padat. Di industri petrokimia, hidrokarbon pada minyak bumi mentah dipecah melalui proses hydrocracking, sehingga menjadi produk yang lebih ringan, seperti diesel, bahan bakar jet, dan gasoline. 

Reaksi Hidrogenasi

Untuk dapat menjalankan reaksi hidrogenasi, Anda membutuhkan tiga komponen utama, diantaranya zat tak jenuh, hidrogen, dan katalis. Zat tak jenuh menentukan sifat akhir produk, seperti tingkat kejenuhan, titik leleh, dan stabilitas. Hidrogen mengisi ikatan rangkap, sehingga berubah menjadi ikatan tunggal. Sementara katalis menentukan kecepatan dan efektivitas hidrogenasi. Berikut langkah-langkah terjadinya reaksi hidrogenasi.

1. Katalis Logam Menangkap Hidrogen

Pada tahap awal, molekul hidrogen (H2) menempel pada permukaan katalis logam (seperti nikel, palladium, atau platinum). Logam berperan sebagai permukaan aktif yang melemahkan ikatan H=H (terpisah), sehingga molekul hidrogen terdisosiasi menjadi dua atom hidrogen aktif.

2. Alkena Menempel ke Logam

Ketika hidrogen aktif, alkena (senyawa dengan ikatan rangkap C=C) menempel pada permukaan katalis. Katalis berperan sebagai tempat yang mempertemukan alkena dan atom hidrogen dalam jarak sangat dekat.

3. Hidrogen Pertama Pindah ke Alkena

Kemudian, salah satu atom hidrogen aktif berpindah dari katalis ke salah satu atom karbon pada ikatan rangkap. Hal ini membuat ikatan rangkap C=C mulai terbuka dan struktur molekul menjadi lebih reaktif sementara. Pada tahap inilah perubahan struktur kimia alkena dimulai.

4. Hidrogen Kedua Pindah ke Alkena

Atom hidrogen kedua berpindah ke atom karbon yang satunya. Kondisi ini membuat alkena berubah menjadi ikatan tunggal (alkana) yang lebih jenuh dan stabil.

5. Katalis Logam dapat Digunakan Kembali

Ketika reaksi selesai, molekul hasil (alkana) lepas dari permukaan katalis. Katalis kembali ke kondisi awal dan siap menangkap molekul H2 berikutnya. Jadi, katalis dapat digunakan kembali untuk reaksi hidrogenasi selanjutnya.

Contoh Penerapan Hidrogenasi dalam Industri

Proses hidrogenasi banyak digunakan di berbagai cabang industri untuk berbagai tujuan. Diantaranya sebagai berikut.

1. Industri Makanan

Di industri makanan, hidrogenasi digunakan untuk mengubah minyak nabati cair menjadi lemak padat atau semi-padat. Lemak trans terutama datang dari proses hidrogenasi parsial, bukan dari hidrogenasi secara keseluruhan. Biasa ditemukan dalam produk margarin, shortening (mentega putih), dan lemak untuk biskuit dan roti.

Namun saat ini, proses hidrogenasi parsial yang menghasilkan lemak trans sudah jarang digunakan. Hal ini dikarenakan lemak trans meningkatkan risiko kolesterol hingga jantung.

2. Industri Petrokimia

Di industri petrokimia, hidrogenasi digunakan untuk mengubah hidrokarbon tak jenuh (seperti olefin) menjadi hidrokarbon jenuh atau mengubah alkena menjadi alkana. 

Di industri ini, hidrogenasi juga berperan dalam pemurnian bahan bakar melalui proses hydrotreating. Proses ini mampu meningkatkan kualitas bahan bakar, memperpanjang umur simpan pelumas, dan mengurangi emisi berbahaya yang dihasilkan selama pembakaran.

3. Industri Farmasi

Selain itu, hidrogenasi juga dilakukan di industri farmasi untuk memodifikasi struktur molekul secara selektif. Proses ini memungkinkan reduksi berbagai gugus fungsional, seperti alkena, alkuna, serta gugus nitro yang dapat diubah menjadi amina.

Di industri ini, hidrogenasi dapat mengontrol stereokimia atau molekul obat. Dengan demikian, molekul obat dapat menjadi lebih stabil di dalam tubuh, memiliki tingkat toksisitas yang lebih rendah, serta lebih mudah diserap oleh sistem biologis.

4. Industri Kimia

Di industri kimia, hidrogenasi digunakan dalam produksi amonia untuk menghasilkan pupuk, bahan peledak, dan berbagai bahan kimia industri lainnya. Proses produksinya melibatkan reaksi antara nitrogen dan hidrogen yang menghasilkan amonia. 

Tidak hanya itu, hidrogenasi juga digunakan dalam produksi polimer, seperti karet sintetis dan plastik. Tujuannya adalah untuk menstabilkan rantai polimer dan mengurangi keberadaan ikatan rangkap yang tidak diinginkan. Dengan demikian, kualitas dan ketahanan produk meningkat.

Hidrogenasi juga digunakan dalam pembuatan berbagai bahan kimia industri lain, seperti alkohol, aldehida, asam lemak, dan pelarut industri, yang menjadi komponen penting dalam berbagai proses manufaktur.

Penutup

Bagi pelaku industri energi dan maritim, memahami peran hidrogenasi membantu menyadari bahwa kualitas bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh proses pengolahan di baliknya. Untuk mendapatkan bahan bakar berkualitas tinggi, Anda tidak perlu repot menangani proses produksi. Sebagai sektor yang berkomitmen memberikan layanan distribusi BBM non-subsidi yang terpercaya, kami menghadirkan layanan:

Hubungi kontak PT Megah Anugerah Energi untuk mendapatkan penawaran dan harga terbaik.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.