Shale Shaker: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Struktur

Bagikan:
Shale shaker adalah peralatan yang digunakan dalam industri minyak dan gas, khususnya dalam sistem operasi pengeboran.
Shake shaker sebagai alat proses pengeboran
Daftar Isi

Bahan bakar minyak berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari, baik untuk kebutuhan individu maupun operasional di industri berskala besar. Untuk memperoleh minyak dari dalam bumi, perlu melakukan beberapa proses penting, salah satunya adalah proses pengeboran.

Shale shaker berfungsi menyaring serpih batuan hasil pengeboran dari lumpur pengeboran. Dengan menggunakan alat ini, sirkulasi lumpur tetap lancar, peralatan terhindar dari sumbatan, dan kemungkinan kerusakan alat berkurang.

Lantas, apa itu shale shaker dan bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasan berikut yang telah kami rangkum!

Apa itu Shale Shaker?

Shale shaker adalah alat yang berfungsi untuk menyaring padatan besar dari cairan pengeboran. Alat ini merupakan komponen pertama dalam kontrol padatan pada rig pengeboran, dan di lapangan sering disebut singkat sebagai shaker.

Terdapat beberapa manfaat yang didapat dari penggunaan shale shaker, antara lain:

  • Kualitas lumpur yang digunakan terjaga.
  • Mencegah kerusakan pada peralatan.
  • Menjaga densitas dan sifat alir lumpur sehingga tekanan hidrostatik di dalam lubang tetap terkendali.
  • Mengurangi kebutuhan akan lumpur baru.
  • Membantu pengelolaan limbah melalui pemisahan material.

Mengingat manfaat yang ada, penting untuk kita mengetahui bagaimana alat tersebut dapat bekerja dengan baik. Berikut penjelasannya.

Jenis Shale Shaker

Pengelompokan jenis alat ini berdasarkan pada tipe gerakannya. Faktor-faktor utama yang membedakannya meliputi profil gerakan, komposisi dan arah gerakan, efektivitas dalam pemisahan cairan dan padatan, serta kondisi operasional dan aplikasi penggunaannya.

  • Circular Motion Shaker: Circular Motion Shaker menghasilkan gerakan melingkar menggunakan vibrator yang berada di pusat screen basket. Gerakan melingkar tersebut menjaga layar dalam posisi horizontal dan bersifat lembut, sehingga cocok untuk serpih yang lunak atau lengket di lubang bagian atas. Kelemahannya, daya angkut serpihnya paling rendah di antara semua jenis.
  • Elliptical Motion Shaker: Jenis ini menghasilkan gerakan elips dengan sumbu yang miring ke arah ujung pembuangan. Gerakan ini efektif dalam memisahkan partikel kasar, menangani lumpur pengeboran dengan viskositas tinggi, serta menyaring partikel besar.
  • Linear Motion Shaker: Tipe ini menghasilkan gerakan linier yang kuat menggunakan dua poros eksentrik yang berputar berlawanan arah. Gerakan linier memberikan daya angkut paling besar dan memungkinkan pemakaian saringan paling halus, sehingga jenis inilah yang menjadi pilihan umum industri untuk kondisi pengeboran yang berat.
  • Balanced Elliptical Motion Shaker: Balanced Elliptical Motion Shaker menghasilkan gerakan elips yang seimbang dan menggunakan poros yang terletak pada sudut tertentu terhadap layar. Balanced Elliptical Motion Shaker memiliki stabilitas dan efisiensi gerakan hasil yang lebih baik daripada Elliptical Motion Shaker.
  • Dual Motion Shaker Combined Linear Motion: Dual Motion Shaker Combined Linear Motion menggabungkan gerakan linier dan gerakan elips seimbang dalam satu mesin. Operator dapat memilih gerakan terbaik sesuai kondisi. Kombinasi tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam proses pengeboran.

Cara Kerja Shale Shaker

Shale shaker bekerja melalui 3 proses utama, yaitu:

  • Pemasukan Cairan: Cairan pengeboran mengalir di atas layar kawat yang bergetar.
  • Pemisahan Padatan: Cairan dan padatan yang lebih kecil dari lubang kawat melewati layar, sedangkan padatan yang lebih besar tertahan di atas layar.
  • Pembuangan Padatan: Padatan yang lebih besar terangkut ke ujung layar lalu jatuh ke penampungan di belakang alat.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan efektif, harus memperhatikan beberapa hal saat mengoperasikan alat ini, yaitu:

  • Pemilihan Jaring yang Tepat: Memilih ukuran jaring yang tepat sangat penting untuk efisiensi pemisahan. Jaring yang lebih halus dapat menangkap lebih banyak padatan, tetapi dapat mengurangi laju aliran.
  • Pengaturan Multi Jaring: Rig modern sering menggunakan beberapa shale shaker untuk meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas dalam pemisahan padatan.
  • Pengaruh Sifat Cairan Pengeboran: Sifat cairan pengeboran (seperti kekentalan dan jenis padatan) memengaruhi kinerja alat ini.
  • Pengawasan dan Pemeliharaan: Pemantauan secara teratur dan pemeliharaan jaring penting untuk memastikan kinerja optimal dan mencegah penyumbatan.

Struktur dari Shale Shaker

Shale shaker terdiri dari beberapa komponen, antara lain:

  • Penyesuaian Sudut Dek (Deck Angle Adjustment): Deck Angle Adjustment memungkinkan operator mengatur sudut dek tempat layar terpasang. Sudut tersebut harus disesuaikan agar sesuai dengan berbagai laju aliran fluida pengeboran. Pemasangan sudut yang tepat akan membuat layar tidak mudah rusak, mudah dioperasikan, dan bekerja dengan optimal.
  • Motor Getar (Vibration Motor): Motor getar menghasilkan getaran untuk memisahkan partikel padat dari lumpur. Kekuatan getaran harus cukup besar agar proses pemisahan berjalan optimal. Motor getar juga harus dirancang untuk tahan terhadap kondisi lapangan yang berat dan dilengkapi dengan fitur anti-ledakan.
  • Baffle Box: Komponen ini berfungsi untuk mengatur aliran lumpur ke layar shaker dengan mengurangi turbulensi, sehingga partikel padat lebih mudah dipisahkan dari cairan. Dengan adanya baffle box, lumpur dapat didistribusikan secara merata di atas layar.
  • Peredam Kejut (Shock Absorber): Peredam kejut berfungsi menyerap getaran dari motor getar untuk menjaga stabilitas shale shaker. Peredam kejut yang baik harus memiliki pegas yang kuat, kinerja yang stabil, tingkat kebisingan rendah, dan efisiensi yang baik.
  • Panel Kontrol (Control Cabinet): Panel kontrol berfungsi untuk mengendalikan berbagai komponen elektronik dari shale shaker, termasuk pengoperasian motor getar dan perangkat lainnya. Dengan panel kontrol, operator dapat mengendalikan dan memantau fungsi dari shale shaker secara efisien.
Struktur Shale Shaker
Sumber: Solids Control System

Kesimpulan

Shale shaker berperan penting dalam proses pengeboran minyak bumi yang kita gunakan dalam bahan bakar kendaraan. Terdapat beberapa jenis shale shaker yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan proses pengeboran.

Solar Industri menyediakan produk Biosolar dan Marine Fuel Oil dengan kualitas terbaik untuk proses operasional perusahaan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa fungsi shale shaker pada rig pengeboran?

Shale shaker adalah alat kontrol padatan tahap pertama yang memisahkan serpih batuan hasil pengeboran dari lumpur pengeboran. Lumpur yang sudah bersih dapat dipompa kembali ke lubang bor, sedangkan serpihnya dibuang ke sistem penanganan limbah.

Shale shaker bekerja pada aliran apa, minyak atau lumpur?

Pada aliran lumpur pengeboran, bukan aliran minyak. Saat pengeboran berlangsung sumur belum berproduksi. Lumpur dipompa turun lewat rangkaian pipa bor, keluar di mata bor, lalu naik kembali ke permukaan membawa serpih batuan, dan di situlah shale shaker menyaringnya.

Apa akibatnya bila shale shaker tidak bekerja dengan baik?

Padatan halus akan menumpuk di dalam lumpur. Akibatnya lumpur menjadi abrasif dan mempercepat keausan pompa, rangkaian bor, dan mata bor, densitas serta viskositasnya naik di luar rencana, laju penembusan turun, dan biaya bertambah karena lumpur baru harus terus ditambahkan.

Apa beda linear, circular, dan elliptical motion shaker?

Linear motion shaker memakai dua poros eksentrik berlawanan arah, daya angkutnya paling besar, dan memungkinkan pemakaian saringan paling halus sehingga menjadi pilihan umum industri. Circular motion bergerak lebih lembut dan cocok untuk serpih yang lunak atau lengket, tetapi daya angkutnya rendah. Elliptical dan balanced elliptical berada di antara keduanya dan biasanya dipasang miring ke arah pembuangan.

Bagaimana memilih ukuran saringan shale shaker?

Saringan yang lebih halus menyingkirkan lebih banyak padatan, tetapi kapasitas alirnya turun dan lumpur berisiko meluap melewati saringan. Pemilihan dilakukan dengan menyeimbangkan laju sirkulasi lumpur, jenis formasi, dan ukuran padatan yang perlu dibuang. Penandaan ukuran saringan mengacu pada standar API RP 13C agar dapat dibandingkan antarmerek.

Ke mana serpih hasil pengeboran dibuang?

Serpih yang tertahan di atas saringan jatuh ke penampungan dan masuk ke sistem penanganan limbah pengeboran. Serpih yang masih basah oleh lumpur biasanya dikeringkan lebih dulu agar cairannya dapat dipulihkan, lalu ditangani sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku, terlebih bila lumpur yang dipakai berbahan dasar minyak.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.