Pernahkah Anda mendengar istilah subsidi? Ya, istilah ini sudah sangat familiar dan tidak asing lagi di telinga kita. Sebab, sudah banyak dibicarakan oleh masyarakat.
Subsidi adalah jenis bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya adalah membantu masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Barang-barang yang telah disubsidi pemerintah biasanya akan memiliki harga yang lebih murah sesuai dengan tujuan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah subsidi BBM.
BBM menjadi salah satu contoh di Indonesia karena sering kali harga bahan bakar ini melonjak tinggi, sehingga menyulitkan masyarakat menengah ke bawah.
Maka dari itu, kehadiran BBM bersubsidi ini mempunyai peranan penting bagi masyarakat Indonesia. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai pengertian BBM subsidi beserta ciri-ciri dan perbedaannya dengan non-subsidi.
Yuk, simak pembahasannya di bawah ini, ya!
Apa itu BBM Subsidi?

Menurut KBBI, subsidi adalah bantuan yang dapat berupa uang dan sebagainya kepada yayasan, perkumpulan, dan lain-lain. Bantuan ini biasanya berasal dari pihak pemerintah.
Apabila suatu barang telah tersubsidi, maka harga barang tersebut akan turun atau rendah.
Definisi lain menyebutkan bahwa subsidi adalah pembayaran yang dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung kepada individu atau perusahaan dalam bentuk pembayaran tunai dari pemerintah.
Adanya bantuan ini bertujuan untuk mengimbangi kegagalan pasar dan eksternalitas dalam upaya mencapai efisiensi ekonomi.
Di sisi lain, bantuan yang berupa subsidi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari rencana pengeluaran pemerintah.
Jadi, BBM subsidi adalah bahan bakar yang telah disubsidi oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kepada perusahaan yang ditunjuk sebagai distributor.
Termasuk bahan bakar yang telah diberikan bantuan dari pemerintah, tentunya harga jenis BBM ini lebih rendah.
Biasanya, BBM tersebut secara khusus untuk masyarakat menengah ke bawah yang tidak mempunyai kemampuan untuk membeli bahan bakar dengan biaya tinggi atau kalangan tertentu.
Terdapat dua jenis BBM tersubsidi di Indonesia yang secara sah bisa digunakan, yakni bensin dengan nilai oktan 90 dan diesel dengan setana 48.
Namun, jenis tersebut biasanya lebih dikenal dengan sebutan bahan bakar bensin pertalite dan biosolar.
Ciri-ciri BBM Bersubsidi
Jika sudah mengetahui apa itu BBM bersubsidi, maka ketahuilah mengenai ciri-cirinya. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri BBM tersubsidi dari pemerintah:
1. Harganya terjangkau
Bantuan dana dari pemerintah, tentu membuat harga BBM jenis Pertalite dan Biosolar lebih terjangkau daripada jenis lainnya.
Hal inilah kenapa masyarakat lebih memilih bahan bakar bersubsidi karena memang harganya lebih terjangkau.
2. Nilai oktan rendah
Ciri kedua adalah bahan bakar bersubsidi mempunyai nilai oktan dan setana yang lebih rendah. Perlu dipahami, kedua angka ini bekerja berlawanan. Angka oktan pada bensin menunjukkan ketahanan terhadap penyalaan sendiri, sehingga oktan tinggi mencegah knocking pada mesin berkompresi tinggi. Angka setana pada solar menunjukkan kemudahan menyala, sehingga setana tinggi membuat pembakaran lebih cepat dan halus.
Biasanya, BBM tersubsidi ini memiliki nilai oktan 90 serta setana 48. Nilai seperti ini kurang cocok untuk kendaraan bermesin rasio kompresi tinggi, karena dapat memicu knocking dan menurunkan efisiensi pembakaran.
3. Jumlah terbatas
Terakhir, jumlah bahan bakar minyak yang telah tersubsidi jauh lebih sedikit daripada yang non-subsidi.
Hal ini tidak lepas karena memang BBM subsidi ditujukan bagi kalangan tertentu atau masyarakat menengah ke bawah saja.
Kendaraan yang Berhak Menggunakan BBM Subsidi
Menurut Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, terdapat beberapa kriteria kendaraan yang boleh menggunakan BBM bersubsidi. Peraturan ini sudah beberapa kali diubah, sehingga sebaiknya diperiksa terhadap ketentuan terbaru sebelum dijadikan pegangan.
Berikut di antaranya:
1. Transportasi darat
- Kendaraan pribadi
- Kendaraan umum berpelat kuning
- Kendaraan angkutan barang, kecuali pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan roda di atas 6
- Mobil layanan umum, seperti ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran, dan lainnya.
2. Transportasi air
- Transportasi air dengan motor tempel
- Transportasi laut dengan bendera Indonesia
- Kapal pelayaran rakyat atau perintis
3. Layanan umum / pemerintah
- Krematorium dan tempat ibadah yang digunakan untuk kegiatan penerangan sesuai verifikasi serta rekomendasi SKPD
- Panti asuhan dan panti jompo yang digunakan untuk kegiatan penerangan sesuai verifikasi serta rekomendasi SKPD
- Rumah sakit tipe C dan D
Perbedaan BBM Subsidi dan Non-Subsidi
Terdapat beberapa perbedaan antara BBM tersubsidi dan non-subsidi. BBM non-subsidi berarti harganya tidak ditanggung APBN, meski pemerintah tetap mengatur formula dan batas atas harga jualnya.
Nah, berikut beberapa perbedaannya:
1. Harga
Dari segi harga, BBM bersubsidi lebih terjangkau daripada yang tidak disubsidi. Harga eceran keduanya berubah mengikuti kebijakan pemerintah dan pergerakan harga minyak dunia, sehingga angka pastinya perlu diperiksa pada pengumuman resmi terbaru.
Selisih antara keduanya biasanya cukup besar. Itulah sebabnya BBM bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok yang berhak, sementara konsumen di luar kriteria tersebut diarahkan memakai BBM non-subsidi.
2. Kualitas
Jika dilihat dari segi kualitasnya, maka BBM tersubsidi mempunyai kualitas lebih rendah karena nilai oktan dan setana-nya juga rendah.
Sebab, untuk BBM subsidi nilai oktannya berada di angka 90. Sedangkan untuk yang non-subsidi, angkanya mulai RON 92 hingga RON 98.
Sementara itu, untuk nilai setana yang telah tersubsidi hanya 48. Kemudian, untuk yang tidak disubsidi berkisar antara 51 sampai 53.
3. Target pasar
Selanjutnya, dari segi target pasar juga sangat berbeda. Sebab, sasaran pemberian subsidi adalah masyarakat menengah ke bawah atau kurang mampu.
Sementara itu, untuk BBM tidak tersubsidi adalah seluruh masyarakat Indonesia yang mempunyai kendaraan bermotor.
Manfaat Subsidi
Perlu Anda ketahui, arti subsidi adalah bantuan yang tentunya sangat memberikan dampak baik bagi masyarakat.
Adapun manfaat yang dapat masyarakat rasakan dengan adanya bantuan ini, antara lain:
- Dapat membantu dalam mengurangi kemiskinan karena harga bahan pokok turun
- Dapat menjaga daya beli masyarakat karena harga barang-barang sudah terjangkau sehingga masyarakat akan dengan mudah melakukan transaksi jual-beli
- Mampu meningkatkan produksi barang dan jasa yang dapat bersaing di kancah internasional karena bahan pokok mulai turun sehingga pabrik dapat membeli bahan pokok untuk membuat produk dengan mudah
- Membantu para pelaku usaha kecil atau UMKM dalam kelangsungan bisnisnya karena dapat membantu dalam menutupi kerugian yang sebelumnya dialami
Dampak Negatif Subsidi
Dari berbagai macam manfaat yang dapat timbul di atas, terdapat pula beberapa dampak negatif sebagai akibat dari adanya subsidi ini, antara lain:
- Dapat menyebabkan ketersediaan sumber daya cepat habis karena harga barang turun sehingga banyak masyarakat yang menggunakan sumber daya tersebut secara tidak efisien
- Dapat menimbulkan budaya konsumtif di kalangan masyarakat karena barang sudah terjangkau sehingga masyarakat dapat memiliki perilaku konsumtif, yaitu membeli barang tanpa pertimbangan matang
- Dapat mengganggu pasar dan menimbulkan masalah biaya ekonomi yang cukup besar.
Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai apa itu BBM subsidi beserta dengan ciri-ciri, kriteria kendaraan, perbedaan dengan tidak tersubsidi, hingga manfaat dan dampaknya.
Pada dasarnya, subsidi adalah bantuan dari pemerintah kepada seorang individu atau sekelompok orang yang dapat disalurkan secara langsung atau tidak langsung.
Sementara itu, BBM subsidi adalah bantuan berupa dana dari pemerintah kepada perusahaan penyedia bahan bakar supaya harga yang diberikan kepada masyarakat lebih terjangkau.
Namun, tidak semua masyarakat bisa menikmati BBM tersebut karena mempunyai kriteria tertentu yang harus dipatuhi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Kendati demikian, Anda yang tidak termasuk ke dalam kriteria penerima BBM subsidi, maka bisa menggunakan bahan bakar non-subsidi, seperti Biodiesel B40.
Sebab, Biodiesel (B40) merupakan bahan bakar mesin diesel yang mengikuti mandat nasional terbaru, dengan komposisi campuran 40% biodiesel FAME dan 60% solar.
Tentu, Anda bisa menggunakan bahan bakar tersebut dengan harga lebih terjangkau dari PT Megah Anugerah Energi.
Jika tertarik menggunakannya, segera hubungi kami dan konsultasikan semua kebutuhan Anda!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu BBM subsidi?
BBM subsidi adalah bahan bakar yang sebagian harganya ditanggung negara melalui APBN, sehingga harga jual eceran kepada konsumen lebih rendah daripada harga keekonomiannya. Penyalurannya dilakukan badan usaha yang ditugaskan pemerintah dan dibatasi bagi kelompok konsumen tertentu.
Apa saja BBM subsidi di Indonesia?
Yang lazim disebut adalah bensin RON 90 yang dikenal sebagai Pertalite, serta solar bersubsidi berangka setana 48 yang dikenal sebagai Biosolar. Keduanya berbeda status: Pertalite tergolong jenis BBM khusus penugasan, sedangkan solar bersubsidi tergolong jenis BBM tertentu yang menerima subsidi langsung.
Siapa yang berhak membeli BBM subsidi?
Kriterianya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 beserta perubahannya, mencakup antara lain kendaraan angkutan umum, angkutan barang tertentu, kendaraan layanan umum seperti ambulans dan pemadam kebakaran, nelayan kecil, serta usaha mikro. Karena ketentuannya beberapa kali diubah, sebaiknya periksa aturan terbaru sebelum dijadikan pegangan.
Apa beda angka oktan dan angka setana?
Keduanya justru bekerja berlawanan. Angka oktan pada bensin menunjukkan ketahanan bahan bakar terhadap penyalaan sendiri, sehingga makin tinggi oktan makin sulit terbakar tanpa dipicu busi, dan itulah yang mencegah knocking pada mesin berkompresi tinggi. Angka setana pada solar menunjukkan kemudahan bahan bakar menyala sendiri saat terkena udara panas terkompresi, sehingga makin tinggi setana makin cepat menyala.
Apa beda B30, B35, dan B40?
Angka di belakang huruf B menunjukkan persentase FAME atau biodiesel nabati dalam campuran, sisanya solar dari minyak bumi. Mandat nasional Indonesia naik bertahap, dari B30 pada 2020, B35 pada 2023, hingga B40 mulai 2025. Makin tinggi angkanya, makin besar porsi bahan bakar nabatinya.
Apa dampak negatif subsidi BBM?
Subsidi membebani anggaran negara dan sering kali tidak tepat sasaran, karena kelompok berpenghasilan tinggi yang memakai kendaraan lebih banyak justru menikmati porsi terbesarnya. Harga yang murah juga mendorong pemakaian berlebih, memperlambat peralihan ke energi bersih, serta membuka peluang penyelundupan ke sektor yang tidak berhak.





