Istilah kompresi mungkin masih asing bagi sebagian orang. Padahal, istilah ini adalah hal yang penting untuk dipahami, khususnya bagi pengguna kendaraan bermotor.
Beberapa orang juga mengira bahwa kompresi sama dengan rasio kompresi, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Lalu, apa itu kompresi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak artikel lengkap berikut ini sampai habis!
Apa itu Kompresi Mesin?
Kompresi adalah tekanan yang terbentuk di dalam silinder ketika piston bergerak naik dan memampatkan campuran udara dan bahan bakar. Tekanan inilah yang membuat campuran tersebut siap dibakar oleh percikan busi pada mesin bensin.
Kompresi adalah proses pemadatan ketika bahan bakar masuk ke dalam ruang bakar dan dipadatkan oleh piston menuju titik mati atas mesin. Sebaliknya, jarak yang terlalu longgar antara seher dan liner membuat tekanan bocor sehingga kompresi justru menurun.
Penyebab lain menurunnya kompresi adalah kondisi seher atau ring piston yang sudah lemah, sehingga tekanan di dalam silinder tidak lagi dapat terjaga maksimal.
Pengguna kendaraan bermotor harus melakukan pengecekan secara rutin agar tidak terjadi kebocoran kompresi mesin.
Jika tidak segera ditangani, maka akan terjadi kerusakan yang cukup parah sehingga mesin sama sekali tidak dapat dihidupkan.
Cara Menghitung Kompresi Motor
Kompresi adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, pengguna kendaraan bermotor harus mengetahui bagaimana cara menghitungnya agar tidak terjadi kebocoran mesin.
Alat yang dapat digunakan untuk mengukurnya adalah compression gauge. Melalui adaptor, alat tersebut dipasang pada lubang busi setelah businya dilepas. Setelah terpasang, buka gas sepenuhnya lalu putar mesin dengan starter beberapa kali sampai jarum berhenti naik. Mesin tidak dihidupkan selama pengujian berlangsung.

Compression Gauge (Freepik)
Beberapa komponen yang harus Anda perhatikan ketika melakukan pengecekan kompresi adalah sebagai berikut.
1. Besar Tekanan Silinder
Anda harus memastikan bahwa besar tekanan pada silinder sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut dapat dilihat dari jarum indikator yang terdapat pada compression gauge.
Nilai yang terbaca harus sesuai dengan spesifikasi pabrik, dan selisih antarsilinder sebaiknya kecil. Tekanan yang jauh di bawah spesifikasi menandakan adanya kebocoran, sedangkan tekanan yang jauh di atasnya biasanya menandakan penumpukan kerak karbon di ruang bakar.
2. Karbu dan Kopling
Karbu dan kopling juga merupakan komponen yang penting untuk diperhatikan saat pengecekan pemampatan.
Pengecekan karbu dan kopling biasanya dilakukan ketika mengalami kebocoran dan tidak bekerja maksimal, padahal tekanan silinder sudah cukup tinggi.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kompresi Hilang?
Ketika ring piston mulai melemah, kompresi pada mesin motor dapat hilang secara tiba-tiba. Hal tersebut mungkin dapat mengganggu Anda.
Biasanya, hal ini disebabkan karena kerak oli menempel pada dinding piston, sehingga membuatnya macet dan tidak dapat mengembang.
Hal-hal yang harus Anda lakukan ketika hilang kompresi adalah sebagai berikut.
- Carilah tempat yang cukup nyaman untuk memarkir motor Anda
- Lepas busi mesin dengan hati-hati
- Tetesi sedikit oli mesin pada lubang busi, tujuannya adalah untuk memancing ring piston agar dapat mengembang kembali
Perbedaan Kompresi dan Rasio Kompresi
Sebagian orang menganggap bahwa keduanya sama, padahal kompresi dan rasio kompresi adalah dua hal yang berbeda.
Rasio kompresi adalah perbandingan volume silinder ketika piston berada di titik mati bawah terhadap volumenya ketika piston berada di titik mati atas. Semakin tinggi rasionya, semakin efisien mesin mengubah bahan bakar menjadi tenaga, tetapi semakin tinggi pula angka oktan bahan bakar yang dibutuhkan agar tidak terjadi knocking.
Cara menghitung rasio kompresi adalah dengan menjumlahkan volume langkah silinder dan volume ruang bakar, kemudian membaginya dengan volume ruang bakar.
Namun, nilai rasio tersebut biasanya sudah terdapat pada informasi pabrik ketika Anda membelinya, sehingga Anda tak perlu repot untuk menghitungnya sendiri.
Jenis Bahan Bakar beserta Nilai Oktan dan Rasio Kompresinya

Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (Freepik)
Pemilihan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dapat memengaruhi performa mesin Anda. Jenis yang tepat dapat membuat mesin kendaraan Anda lebih awet dan tarikannya lebih ringan.
Cara menentukan bahan bakar yang sesuai dengan motor Anda yaitu berdasarkan rasio perbandingan dan juga nilai oktan.
Nilai oktan adalah nilai yang menunjukkan besar tekanan sebelum bensin terbakar dengan spontan. Semakin tinggi nilai oktan, maka tekanan yang dibutuhkan akan semakin besar.
Oleh karena itu, hal yang harus Anda perhatikan adalah menyesuaikan bahan bakar yang sesuai dengan nilai oktan kendaraan Anda.
Berikut adalah tabel kompresi dan oktan sebagai pedoman untuk menentukan jenis bahan bakar yang sesuai dengan kendaraan Anda. Perlu dicatat bahwa Premium sudah tidak lagi dipasarkan secara umum, sedangkan Pertamax Plus dihentikan pada 2016 dan digantikan Pertamax Turbo dengan RON 98, sehingga tabel berikut lebih tepat dibaca sebagai gambaran hubungan antara rasio kompresi dan angka oktan.
| Rasio Kompresi | Nilai Oktan | Bahan Bakar yang Sesuai |
|---|---|---|
| 7:1 ; 8:1 ; 9:1 | 88 | Premium |
| 9:1 – 10:1 | 90 | Pertalite |
| 10:1 – 11:1 | 92 | Pertamax |
| 11:1 – 12:1 | 95 | Pertamax Plus |
| 10:1 – 11:1 | 92 | Shell Super |
| 11:1 – 12:1 | 95 | Shell V-Power |
| 10:1 – 11:1 | 92 | Performance 92 |
| 11:1 – 12:1 | 95 | Performance 95 |
1. Premium
Premium adalah bahan bakar berwarna kuning yang digunakan pada mesin dengan nilai oktan minimum 88. Rasio yang sesuai dengan Premium adalah 7:1, 8:1, dan 9:1.
Kendaraan yang menggunakan Premium biasanya memiliki kecepatan yang lebih rendah dan menghasilkan emisi yang lebih tinggi.
2. Pertalite
Jika mesin kendaraan Anda memiliki nilai oktan 90, maka Pertalite mungkin cocok untuk Anda gunakan. Rasio yang sesuai dengan Pertalite adalah 9:1 dan 10:1.
Berbeda dengan Premium, cairan Pertalite biasanya berwarna hijau kebiruan. Tarikan mesin dari bahan bakar Pertalite juga biasanya lebih ringan daripada Premium.
3. Pertamax
Pertamax adalah bahan bakar yang umum digunakan pada kendaraan, khususnya pada mobil. Kendaraan yang menggunakan Pertamax biasanya memiliki nilai oktan 92 dan rasio kompresi 10:1 atau 11:1. Jenis ini biasanya berupa cairan berwarna biru terang.
4. Pertamax Plus
Biasanya, Pertamax Plus digunakan untuk kendaraan yang berkecepatan tinggi. Kendaraan yang cocok menggunakan jenis bahan bakar ini adalah kendaraan dengan nilai oktan di 95 dengan perbandingan rasio kompresinya 11:1 hingga 12:1.
5. Solar
Solar adalah bahan bakar dengan cairan berwarna kekuningan. Jika beberapa jenis sebelumnya ditentukan dengan nilai oktan dari Research Octane Number (RON), maka solar ditentukan dengan Cetane Number (CN).
Mutu solar diukur dengan angka setana atau CN, bukan angka oktan, dan CN minimum untuk solar di Indonesia adalah 48. Selain itu, rasio perbandingan kompresi yang sesuai dengan solar adalah 15:1 hingga 22:1.
Baca juga: Kompresi Bensin: Definisi, Rasio, & Cara Menghitungnya
Efek Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahan bakar kendaraan harus disesuaikan dengan nilai oktan dan rasio kompresi. Tentu saja, memilih jenis yang tidak sesuai akan menimbulkan dampak negatif bagi mesin kendaraan.
Mesin dengan kompresi yang tinggi akan mengalami pemanasan busi jika menggunakan bahan bakar untuk mesin kompresi rendah.
Jika terus dipaksakan, maka akan mengakibatkan knocking atau pre-ignition, yaitu campuran di ruang bakar yang menyala sebelum waktunya.
Selain itu, akan terjadi penumpukan karbon dan karat pada klep dan ruang bakar, sehingga dalam jangka panjang akan menimbulkan penyempitan ruang.
Akibatnya, mesin akan semakin panas dan menyebabkan terjadinya kebocoran kompresi. Hal ini membuat mesin menjadi rusak.
Sebaliknya, memakai bahan bakar beroktan jauh lebih tinggi daripada kebutuhan mesin tidak menambah tenaga, karena pembakarannya justru menjadi kurang optimal pada mesin berkompresi rendah.
Selain itu, Anda juga akan lebih boros karena jenis yang lebih tinggi memiliki harga yang lebih mahal. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan Anda.
Bagi Anda yang membutuhkan bahan bakar Bio Solar (B40) atau Marine Fuel Oil, Megah Anugerah Energi menawarkan produk yang sesuai untuk Anda. Selain itu, kami juga menyediakan layanan jasa pembuatan dan sewa tangki solar.
Tertarik? Kunjungi website kami dan segera hubungi kontak yang tersedia untuk informasi lebih lanjut!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kompresi mesin?
Kompresi mesin adalah tekanan yang terbentuk di dalam silinder ketika piston bergerak naik dan memampatkan campuran udara atau campuran udara dengan bahan bakar. Besarnya tekanan ini menunjukkan seberapa rapat ruang bakar tertutup dan menjadi indikator kesehatan mesin.
Apa bedanya kompresi dan rasio kompresi?
Kompresi adalah tekanan hasil pengukuran, dinyatakan dalam psi atau bar, dan nilainya berubah seiring kondisi mesin. Rasio kompresi adalah angka rancangan pabrik, yaitu perbandingan volume silinder ketika piston berada di titik mati bawah terhadap volumenya ketika piston di titik mati atas. Rasio kompresi tidak berubah kecuali mesin dimodifikasi.
Bagaimana cara mengukur kompresi mesin?
Panaskan mesin lebih dahulu, matikan, lalu lepas busi. Pasang compression gauge pada lubang busi, buka gas sepenuhnya agar udara masuk bebas, kemudian putar mesin dengan starter beberapa kali sampai jarum berhenti naik. Mesin tidak dihidupkan selama pengujian, dan hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi pabrik.
Apa tanda kompresi mesin bocor?
Gejalanya berupa mesin sulit dihidupkan, tenaga menurun terutama saat menanjak, konsumsi oli meningkat, dan asap knalpot menjadi lebih pekat. Penyebab yang paling umum adalah ring piston yang aus, klep yang tidak menutup rapat, serta gasket kepala silinder yang rusak.
Mengapa rasio kompresi menentukan pilihan oktan bahan bakar?
Rasio kompresi yang tinggi membuat suhu dan tekanan campuran di akhir langkah kompresi ikut tinggi. Bensin beroktan rendah pada kondisi tersebut dapat terbakar sendiri sebelum busi memercik, dan gejala inilah yang disebut knocking. Karena itu mesin berkompresi tinggi memerlukan bensin beroktan tinggi yang lebih tahan terbakar sendiri.
Mengapa rasio kompresi mesin diesel jauh lebih tinggi?
Mesin diesel tidak memakai busi. Bahan bakar dinyalakan oleh panas udara yang dimampatkan, sehingga rasio kompresinya perlu jauh lebih tinggi, umumnya sekitar 15:1 hingga 22:1, dibanding mesin bensin yang berkisar 9:1 hingga 12:1. Karena itu pula mutu solar diukur dengan angka setana, bukan angka oktan.





