Oil Water Separator: Arti, Jenis, Komponen, & Cara Kerja

Bagikan:
Oil Water Separator adalah alat yang memiliki fungsi untuk memisahkan air dan minyak sebelum menjadi limbah.
Oil Water Separator yang ada pada kapal
Daftar Isi

Perlu Anda ketahui, jika proses operasi kapal juga bisa menghasilkan limbah. Tentu, limbah ini nantinya harus melewati proses secara khusus sebelum dibuang ke laut.

Tujuannya adalah untuk memisahkan kandungan bahan berbahaya, sehingga air limbah tidak mencemari lingkungan hidup, terutama di laut.

Apalagi, menurut peraturan dari MARPOl, telah dibatasi kandungan minyak dalam air lambung kapal yang boleh dibuang ke laut

Maka dari itu, terdapat peralatan khusus yang digunakan untuk memisahkan air limbah tersebut yang dinamakan Oil Water Separator (OWS).

Sederhananya, Oil Water Separator adalah sebuah alat yang memang dirancang khusus untuk memisahkan minyak dengan padatan yang tersuspensi dari air limbah.

Apa itu Oil Water Separator?

Oil Water Separator adalah peralatan yang digunakan oleh kapal untuk memisahkan antara air dan minyak sebelum nantinya dibuang ke laut.

Alat ini diperlukan oleh kapal untuk mencegah pembuangan minyak ke laut saat memompa keluar lambung kapal atau ketika membersihkan tangki minyak.

Kemudian, Oily Water Separator system akan memisahkan minyak dan air sampai hasil pemisahnya mencapai kurang dari 15 ppm, sehingga saat dibuang ke laut tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Air yang dipisahkan tersebut berasal dari bilga yang mana masih bercampur dengan minyak. Sebab, air yang masih mengandung minyak akan menjadi salah satu limbah berbahaya bagi biota laut.

Berikut ini contoh Oil Water Separator diagram:

Terdapat diagram yang merupakan cara kerja dari Oil Water Separator
Diagram Oily Water Separator (Sumber: Wikipedia.com)

Dengan kata lain, tujuan dari penggunaan OWS adalah untuk memisahkan minyak yang bisa berbahaya bagi lautan.

Sesuai dengan peraturan maritim yang dilansir dari situs marineinsight, kandungan minyak dalam air yang diproses oleh OWS harus kurang dari 15 bagian per juta minyak.

Artinya, Oil Water Separator merupakan salah satu peralatan penting bagi kapal untuk membantu mengurangi pencemaran limbah berbahaya di laut.

Selain itu, terdapat pula Oil Water Separator monitoring system yang mana bertanggung jawab untuk memastikan bahwa jumlah minyak di dalam air tidak melebihi 15 ppm, sehingga bisa dicegah supaya tidak dibuang ke laut.

Jenis Oil Water Separator

Terdapat dua jenis peralatan pemisah minyak dan air yang bisa Anda gunakan, yakni API dan CPI. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kedua jenis Oily Water Separator:

1. American Petroleum Institute (API)

Pertama, ada jenis OWS yang distandarkan oleh American Petroleum Institute (API) yang bertujuan untuk mengolah air yang mengandung minyak maupun bahan pengotor padat lainnya.

Alat ini dirancang dengan menggunakan prinsip Hukum Stokes yang mana lebih memanfaatkan gaya gravitasi serta perbedaan berat jenis untuk memisahkan antara air dengan minyak.

Prinsip tersebut membuat pengotor padat menjadi tersuspensi di bagian bawah alat pemisah, serta minyak akan terapung di atas air.

Tingkat pemisahan pada API OWS mencapai 150 ppm serta bisa digunakan untuk area luas dengan konstruksi sederhana. Bahkan, jenis ini juga tidak memerlukan perawatan khusus dan biaya perawatannya cenderung lebih rendah.

2. Corrugated Plate Interceptors (CPI)

Kedua, ada Corrugated Plate Interceptors (CPI) yang memiliki cara kerja sama dengan API, yakni menggunakan prinsip Hukum Stokes. 

Namun, yang membedakannya adalah CPI menambahkan media plate yang tersusun dari paralel dengan kemiringan antara 45 – 60 derajat.

Media plate tersebut memiliki fungsi untuk menambah luas penampang dari aliran di dalam kapal. Bahkan, media ini juga berfungsi untuk mempersingkat jarak tempuh partikel minyak di dalam air.

Biasanya, CPI OWS ini cenderung digunakan untuk memisahkan minyak dan air dengan ukuran lebih kecil dari 150 mikron.

Kendati demikian, alat pemisah ini sudah digunakan oleh berbagai industri karena hemat tempat, biayanya lebih murah, serta perawatannya juga cukup mudah.

Komponen Oil Water Separator

Terdapat salah satu jenis oily water separator.
Salah satu jenis Oil Water Separator (Sumber: wikimedia commons)

Selain jenis-jenis di atas, terdapat pula beberapa komponen yang mendukung proses kerja dari Oil Water Separator. Komponen ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Bilge pump

Pertama, ada bilge pump atau pompa got adalah salah satu pompa yang memiliki fungsi untuk membuang air berminyak yang ada di got kamar mesin kapal.

Pompa ini wajib dilengkapi dengan OWS supaya cairan yang dibuang ke laut tidak mengandung minyak lebih dari 15 ppm.

2. Bilge separator (stage 1)

Kedua, ada bilge separator yang menjadi komponen untuk memisahkan antara air got dan minyak. Komponen ini pun menjadi bagian penting untuk proses pemisahan.

3. Coalescer (stage 2)

Selanjutnya adalah coalescer yang berfungsi sebagai tempat penampungan air yang mana telah dipisahkan oleh bilge separator dari endapan minyak.

4. Oil level sensor

Komponen berikutnya ada oil level sensor yang mempunyai fungsi untuk mendeteksi kandungan minyak saat proses pemisahan.

5. Valve

Kelima, ada komponen valve atau katup dengan fungsi untuk mengalirkan air hisap yang mana minyak air kotor masuk ke sludge tank.

6. Solenoid valve

Berikutnya, terdapat solenoid valve yang berfungsi untuk mengatur aliran air got dan melakukan proses kerja setelah mendapatkan kiriman sinyal dari sentra unit.

7. Sludge oil tank (tangki minyak kotor)

Ketujuh, ada sludge oil tank yang berfungsi sebagai tempat atau tangki penampung minyak kotor. Minyak kotor ini berasal dari hasil pemisahan air got.

8. Filter

Terakhir, ada komponen filter yang berfungsi sebagai alat penyaringan di soalescer. Filter sendiri adalah sebuah lapisan penyaring dan berfungsi untuk memisahkan antara air dan minyak.

Cara Kerja Oil Water Separator

Setelah Anda mengetahui mengenai komponen OWS, maka saatnya untuk memahami bagaimana cara kerja peralatan ini.

Terdapat tiga tahapan yang perlu dilalui pada cara kerja peralatan ini, yakni pemisahan tabung pertama, kedua, hingga pengeluaran minyak dari ruang pengumpul.

Pemisahan tabung pertama dilakukan supaya lumpur-lumpur tidak ikut masuk ke dalam ruang pengumpul. Tahapan ini juga melewati proses pemisahan sesuai dengan berat jenis cairan.

Selanjutnya, pemisahan tabung kedua yang mana kandungan minyak dari air yang telah berkurang akan memasuki tahap penyaringan melalui coalescer. 

Tujuannya supaya partikel minyak yang masih ada akan berkumpul di ruang pengumpul pada tabung kedua, sehingga airnya menjadi lebih bersih.

Terakhir, setelah melewati proses pemisahan antara air dan minyak, maka selanjutnya adalah proses pengeluaran minyak dari ruang pengumpul di tabung pemisah sebelumnya.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu Oil Water Separator (OWS) beserta dengan jenis, komponen, dan cara kerjanya.

Pada dasarnya, Oil Water Separator adalah sebuah peralatan khusus untuk memisahkan antara air dan minyak di dalam kapal sebelum membuangnya ke laut, sehingga tidak menambah kerusakan pada ekosistem laut.

Menjadi peralatan yang penting, pastikan Oil Water Separator services dilakukan pemeliharaan dan perawatan yang baik supaya fungsi berjalan sebagaimana mestinya.

Tidak hanya peralatan saja yang penting dalam operasi kapal. Sebab, terdapat aspek lain yang juga cukup penting peranannya, yakni bahan bakar kapal laut.

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan bahan bakar kapal sesuai standar yang berlaku untuk mendukung operasionalnya. Salah satunya adalah biosolar (B30) yang bisa Anda beli di PT Megah Anugerah Energi.

Sebab, perusahaan tersebut menyediakan beragam bahan bakar kapal yang sudah memenuhi standar kelautan.

Tertarik menggunakannya? Segera hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan Anda secara gratis!

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.