Geolistrik: Arti, Konfigurasi, Metode, Cara Kerja, & Fungsi

Bagikan:
Geolistrik adalah salah satu metode geofisika untuk mengetahui kandungan bawah tanah sebelum pada akhirnya melalui tahap rekonstruksi demi mencari kandungan atau letak sumber air di bawah tanah. Terdapat 3 jenis konfigurasi geolistrik yaitu konfigurasi schumblerger, konfigurasi wenner dan konfigurasi wenner-schumblerger
Proses pengecekan kandungan fisik pada bawah permukaan tanah
Daftar Isi

Ketika membangun suatu bangunan seperti rumah, gedung perkantoran atau lainnya, terdapat beberapa hal yang perlu kita cek sebelum akhirnya memulai proses konstruksi bangunan. 

Dalam proses pembangunan di suatu daerah, harus memastikan beberapa komponen sebelum akhirnya menetapkan untuk membangun di lokasi tertentu. 

Salah satunya yang perlu dipastikan yaitu seberapa baik kandungan listrik dalam batu di bawah tanah yang mana akan menjadi tempat pilihan untuk proses pembangunan atau konstruksi itu sendiri.

Tujuannya untuk dapat melakukan pencarian sumber air dari tanah. Dengan ini akan membantu mencari sumber air tanah yang efisien. 

Melalui artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai proses pengecekan tersebut yang mana disebut juga dengan Geolistrik.

Berikut pembahasan lengkap mengenai pengertian, konfigurasi, cara kerja sampai pada apa saja metodologi geolistrik yang ada. 

Apa itu Geolistrik?

Geolistrik adalah sebuah metode geofisika yang bertujuan untuk mengecek dan mengetahui sifat kelistrikan pada lapisan batuan di bawah permukaan tanah.

Adapun caranya yaitu dengan menggali ke dalam tanah sampai pada dasar bebatuan ditemukan. Tahap pengecekan kandungan listrik penting demi memastikan kekuatan pada bagian bawah bangunan yang akan dipajaki. 

Tujuan utama proses geolistrik adalah untuk mencari resistivitas atau tahanan jenis dari batuan. Resistivitas merupakan parameter atau indikator yang menunjukkan tingkat hambatan listrik terhadap arus listrik.

Batuan yang mempunyai resisvitas semakin besar, maka batuan tersebut lebih sulit untuk dialiri oleh arus listrik.

Dengan menggunakan teknik geolistrik, berfungsi untuk menilai karakteristik kelistrikan media bawah permukaan atau formasi relief, termasuk kecenderungannya demi menghantarkan atau menahan listrik.

Baca Juga : Mengenal Sumber Daya Alam Mineral di Indonesia

Apa Saja Fungsi Geolistrik? 

Terdapat beberapa fungsi geolistrik yang perlu Anda ketahui dan pahami. Berikut beberapa fungsinya:

1. Mengetahui Kandungan Batubara 

Metode ini berfungsi untuk mengetahui kandungan geofisika pada batu bara yaitu metode geolistrik. Metode ini merujuk untuk melakukan eksplorasi pada kondisi batu bara. 

Proses tersebut berupa pengecekan apakah batu tersebut dalam kondisi lurus, tegak, atau miring atau bahkan ke arah lainnya. 

Tidak hanya itu, pross ini juga untuk mengetahui resistansi suatu batu dengan batu lainnya, seperti apakah mereka memiliki resistensi yang kuat atau tidaknya satu sama lain. 

2. Mengetahui Kandungan Mineral 

Fungsi geolistrik adalah untuk dapat melakukan eksplorasi pada kandungan mineral di bawah tanah atau dari batu ke batu.

Metode ini termasuk pada polarisasi air mineral. Pencarian sumber air berlangsung dengan teknik polarisasi yang mana mencari kandungan antara batu satu dengan lainnya. 

3. Mengetahui Kandungan Geothermal 

Selanjutnya, geolistrik berfungsi untuk menentukan daerah rekonstruktif untuk melakukan eksplorasi kandungan tahan panas di bawah tanah. Tujuannya adalah demi mengetahui kandungan reservoir panas bumi.

4. Identifikasi akuifer

Metode ini berfungsi untuk mengidentifikasi lapisan batuan yang memiliki kandungan air tanah atau biasa dikenal dengan akuifer.

Identifikasi tersebut dilakukan dengan cara melihat dari perbedaan resistivitas antara lapisan batuan yang mengandung air dengan yang tidak. Kemudian, akan bisa dipetakan lokasi akuifer di bawah tanah.

5. Evaluasi kapasitas air tanah

Berikutnya, geolistrik berfungsi untuk mengukur debit air serta pergerakan air tanah. Namun, proses ini harus menggabungkan data geolistrik dan hidrogeologi.

Konfigurasi Geolistrik

konfigurasi geolistrik
Konfigurasi Geolistrik (Foto: Pexels)

Terdapat beberapa jenis konfigurasi demi melakukan eksplorasi dalam kandungan fisika di bawah tanah. 

Jenis-jenis konfigurasi yang ada memiliki keunggulan serta kelemahan masing masing. Untuk lebih jelasnya simak tulisan berikut! 

1. Konfigurasi Schumblerger 

Pada konfigurasi jenis Schlumberger terdapat perbedaan jarak yang mana umumnya dirancang dengan jarak sekecil-kecilnya. Terdapat tujuan demi jarak MN tidak ada perubahan jika secara teoritis. 

Perbedaan jarak yang terjadi pada jarak MN tidak lebih besar dari setengah jarak AB. Pada konfigurasi jika jarak AB sudah termasuk besar pada umumnya maka jarak MN haruslah diubah. 

2. Konfigurasi Wenner 

Konfigurasi wenner berfokus kepada tegangan elektro MN dimana memiliki angka lebih besar. Hal ini terjadi karena adanya jarak tekanan elektroda MN yang dekat dengan elektro AB. 

Di sisi lain, Terdapat pengaruh kepada hasil perhitungan jika jenis homonegeitas batuan dimana terdapat dekat dengan permukaan. 

Data tersebut berasal dari konfigurasi jenis wenner. Hanya saja pada faktor non homogenitas untuk dihilangkan terbilang sulit mengingat hasil perhitungan akan kurang akurat. 

Kemudian, kekurangan pada jenis konfigurasi wenner ini yaitu kurangnya fungsi pendeteksian homogenitas batuan. Ini memiliki faktor pada pengukuran yang dilakukan dengan meletakkan masing-masing titik titik elektroda dengan jarak yang berbeda.

3. Konfigurasi Wenner- Schumblerger 

Sebenarnya konfigurasi wenner hanya terdapat perbedaan dimana terletak dalam sistem pengukurannya saja. 

Dimana itu merujuk kepada pengukuran dalam sistem konfigurasi terdapat jarak lebih besar antara elektro arus serta elektro potensial. Jadi, konfigurasi merupakan jenis konfigurasi gabungan antara wenner dengan schlumberger. 

Baca Juga : 17 Logam Tanah Jarang, Potensi & Pemanfaatan Untuk Komoditi

Bagaimana Cara Kerja Geolistrik?

Pada dunia arus listrik terdapat arus listrik searah atau DC (Direct Current). Cara kerja gelostirik adalah dengan melakukan injeksi terhadap arus listrik searah.

Setelah melakukan injeksi, kita akan melakukan pengukuran hasil melalui potensial yang ada pada elektroda

Geolistrik ini terbagi menjadi beberapa metode yang ramah lingkungan dan juga terjangkau mengingat hanya menggunakan bahan-bahan mengandung peledak. 

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan di atas, geolistrik pada tiap jenis nya memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode ini memiliki parameter dan sifat fisik yang mana saling berhubungan satu sama lainnya. 

Jika kita lihat perbandingan metode polarisasi dan metode geolistrik, terdapat perbedaan dalam penggunaan konduktivitas listriknya.

Jika metode polarisasi berfokus kepada penggunaan kapasitas listrik, maka metode geolistrik lebih berfokus kepada penggunaan konduktivitas listrik. 

Tidak hanya itu, dalam proses di lapangan pun, terdapat perbedaan dalam dua jenis itu. Metode geolistrik menggunakan konfigurasi wenner, schlumberger, dan konfigurasi gabungan antara wenner dan schlumberger

Metode Geolistrik

konstruksi geolistrik
Konstruksi Geolistrik (Foto: Pexels)

Terdapat beberapa metode untuk melakukan konfigurasi pada bawah tanah dan kandungan yang ada pada bebatuan di bawah permukaan tanah.

Tentunya pada metode-metode ini memiliki kegunaan dan tujuannya masing-masing. Untuk lebih lanjutnya lagi, kita akan bahas beberapa metode. 

Baca juga: Proses Gasifikasi Batubara Untuk Energi Masa Depan

1.  Metode Potensial diri 

Potensial diri merupakan metode yang menggunakan sifat tegangan alami pada suatu massa atau endapan di alam. Pada prosesnya, juga membutuhkan metode lapangan sehingga dapat menghasilkan hasil akhir yang maksimal. 

2. Metode IP (Induce Polarization)

Metode ini dilakukan untuk mencari polarisasi kandungan listrik di bawah tanah karena adanya arus induktif atau arus dalam di bawah permukaan tanah. 

Proses ini menyebabkan terjadinya reaksi transfer antara ion elektronik serta logam. Pada IP ini biasanya bertujuan mencari kandungan pada air mineral, geoteknik, atau studi lainnya dimana masih relevan.

3. Metode Resistivitas (Tahanan Jenis)

Penggunaan kekuatan tegangan massa dari atau endapan di dalam bumi merupakan suatu karakteristik pada metode ini. 

Dalam proses ini, aliran atau tegangan listrik diperoleh dari batu-batu dimana memiliki kandungan listrik. Batu-batu yang saling mempunyai kandungan listrik bersatu serta menghasilkan tegangan listrik dimana dapat digunakan sebagai sumber tenaga listrik. 

Baca Juga : Mengenal Bioenergi Sebagai Energi Alternatif Masa Depan

Dengan mengetahui kapasitas debit air tanah, maka bisa berguna untuk pengelolaan sumber daya air di masa mendatang.

Demikian artikel tentang Geolistrik yang harapannya dapat menambah pengetahuan untuk Anda. Selain itu, Anda dapat menggunakan layanan Bunker Service di Soalr Industri. Simak selengkapnya di halaman berikut ini.

Tags:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.