Aglomerasi Industri: Pengertian, Tujuan, Penyebab, dan Contoh di Indonesia

Bagikan:
Aglomerasi industri adalah pemusatan industri di wilayah tertentu untuk mencapai optimalisasi dan efisiensi industri. Pada praktiknya, pengelompokan ini tidak hanya berdampak positif pada industri, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.
aglomerasi industri
Daftar Isi

Aktivitas ini membuka peluang pemerataan pendapatan melalui ketersediaan lapangan kerja hingga potensi bisnis yang dapat dikembangkan oleh masyarakat sekitar industri. Dengan begitu, kelompok industri dan penduduk sekitar menjadi kluster yang memiliki hubungan timbal-balik saling menguntungkan.

Apa Itu Aglomerasi Industri?

Aglomerasi industri merupakan pengelompokan perusahaan dalam suatu wilayah untuk memperoleh kepentingan bersama dan saling melengkapi. Aglomerasi tidak terjadi secara kebetulan, tetapi terbentuk melalui kesepakatan. 

Adanya kepentingan dan potensi manfaat yang besar, menumbuhkan kesepahaman ekonomi diantara pelaku industri. Di Indonesia, aglomerasi diwujudkan dalam bentuk kawasan industri. Seperti Kawasan Industri MM2100 Cikarang, Karawang International Industrial City (KIIC), Kawasan GIIC Deltamas, dan masih banyak lagi.

Tujuan Aglomerasi Industri

  • Mencapai skala ekonomi lebih rendah dan efisiensi – mewujudkan biaya produksi lebih rendah dan kegiatan bisnis berjalan lebih cepat melalui kedekatan jarak dengan pihak-pihak pendukung, seperti pemasok, konsumen, dan infrastruktur.
  • Memudahkan pertukaran pengetahuan dan inovasi – meningkatkan kemudahan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi antar perusahaan.
  • Meningkatkan daya saing – memperkuat posisi perusahaan dalam lingkungan industri dan memperluas jaringan bisnis.
  • Mengkonsentrasikan pasar tenaga kerja – membentuk lapangan kerja secara terpusat untuk memudahkan industri menemukan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pekerja menemukan pekerjaannya.
  • Mengembangkan infrastruktur – menyediakan fasilitas pendukung memadai, seperti transportasi, jalan internal, pasokan energi, dan penanganan limbah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Penyebab Terjadinya Aglomerasi Industri

Secara garis besar, ada tiga hal yang mendorong adanya aglomerasi industri. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Keberadaan Industri

Aglomerasi bermula dari keberadaan beberapa industri yang berdiri di wilayah berdekatan. Seiring berjalannya waktu, industri-industri ini menyadari adanya kebutuhan infrastruktur yang lebih memadai, pasokan bahan baku terus-menerus, dan jasa pendukung yang dapat diandalkan.

Kondisi ini mendorong terbentuknya pemusatan industri yang kemudian dilihat investor sebagai peluang ekonomi baru. Hal ini kemudian menggerakkan aglomerasi, lapangan kerja baru, dan bisnis untuk masyarakat sekitar. 

2. Urbanisasi

Kawasan industri umumnya terpusat di kota-kota besar. Hal ini disebabkan oleh tingginya ketersediaan tenaga kerja di kota, kedekatan dengan konsumen, dan infrastruktur lebih memadai yang mampu menggerakkan roda pertumbuhan industri.

3. Perdagangan 

Terbukanya akses perdagangan juga memicu berkumpulnya industri di wilayah tersebut. Aktivitas perdagangan yang tinggi, memungkinkan perusahaan menjangkau pasar domestik maupun internasional lebih efisien. Hal ini juga mempercepat distribusi produk ke tangan konsumen dan menurunkan biaya logistik perusahaan.

Keuntungan Aglomerasi Industri

Aglomerasi industri tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku industri, tetapi juga kawasan dan penduduk di sekitarnya. 

  • Kemudahan berbagi sumber daya – perusahaan dapat berbagi infrastruktur jalan, gudang, penerangan, pemasok bahan baku, tenaga kerja, dan lain sebagainya. 
  • Menciptakan pasar tenaga kerja yang terkonsentrasi – perusahaan dapat menemukan tenaga kerja yang cocok dan kompeten dengan lebih mudah. Sementara masyarakat bisa menemukan pekerjaan dalam satu tempat.
  • Kemudahan berbagi informasi, pengetahuan, dan keterampilan – kedekatan lokasi mendorong interaksi antar perusahaan dan pertukaran informasi, pengetahuan, maupun keterampilan.
  • Menciptakan sumber ekonomi baru – masyarakat sekitar memiliki peluang bisnis baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti buka toko laundry, warung kopi, alat tulis kantor, dan warung makan.

Contoh Aglomerasi Industri di Indonesia

Aglomerasi industri di Indonesia rata-rata terpusat di Pulau Jawa. Namun, ada beberapa kawasan industri lainnya yang bisa ditemukan di daerah lain. 

1. PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER)

SIER mengelola 3 kawasan industri, yakni di Kawasan Industri Rungkut, Kawasan Industri Berbek, dan Kawasan Industri PIER Pasuruan. Kelompok industri ini terpusat untuk bisnis manufaktur dan produksi, logistik dan ekspedisi, dan pergudangan.

2. Kawasan Industri Cikarang

Cikarang juga menjadi contoh nyata adanya aglomerasi besar-besaran. Di daerah ini, terdapat beberapa kawasan industri yang bisa termui. Seperti Kawasan Industri Jabeka, Delta Silicon, BIIE (Kawasan Industri Hyundai), EJIP, MM2100, dan masih banyak lagi.

Masing-masing kawasan terdiri dari jumlah kavling industri berbeda-beda. Bahkan tak sedikit kawasan industri di Cikarang dipadati oleh perusahaan nasional hingga multinasional dari berbagai sektor. Mulai dari otomotif, manufaktur, pergudangan, hingga tekstil.

3. Kawasan Industri Pulogadung (KIP) Jakarta

Kawasan industri di Pulogadung Jakarta terbentuk dari SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 1969. SK tersebut menunjuk tanah seluas 433 hektare sebagai upaya penataan kota khusus untuk Industri di Jakarta.

Hingga saat ini, KIP dipercaya oleh lebih dari 400 perusahaan sebagai tempat operasional perusahaan. Mulai dari perusahaan makanan dan minuman, tekstil dan garmen, kimia dan farmasi, otomotif dan komponen, serta logistik dan pergudangan.

4. Kawasan Industri di Batam

Selain di Jawa, aglomerasi itu juga terjadi di Batam yang terbentuk menjadi kawasan-kawasan industri. Misalnya, Batamindo industrial Park, Kabil Integrated Industrial Estate, Citra Buana Industrial Park I, II, III, hingga Bintang Industrial Park I dan II.

Kawasan ini menjadi pusat industri bagi perusahaan dengan berbagai sektor. Seperti elektronik, mesin, otomotif, hingga manufaktur. 

Dampak Negatif Aglomerasi Industri

Aglomerasi industri memang berperan penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. Namun, dampak negatif yang ditimbulkan juga perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

1. Overpopulasi

Aglomerasi yang cenderung berdiri di daerah perkotaan, memicu urbanisasi yang berakibat pada ketidakseimbangan penduduk. Urbanisasi ini terjadi sebagai upaya penduduk untuk menggerakkan ekonomi kehidupannya dengan mencari kerja atau mendirikan bisnis baru di lingkungan industri.

Pada akhirnya, hal ini memicu kepadatan penduduk yang hanya terpusat di satu wilayah saja. Kepadatan ini berpotensi memicu berbagai masalah lanjutan, seperti kemacetan, pemukiman tidak layak huni, hingga tekanan berlebih terhadap fasilitas umum.

2. Meningkatkan Potensi Kriminalitas

Tingginya jumlah penduduk di suatu wilayah yang melebihi batas wajar juga meningkatkan potensi kriminalitas. Hal ini mendorong pemerintah, pihak berwenang, maupun pihak dari kawasan industri terkait untuk melakukan pengawasan lebih ketat.

3. Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

Meskipun aglomerasi industri mampu menciptakan banyak peluang ekonomi, tetapi akses terhadap peluang tersebut seringkali tidak merata. Misalnya, ketersediaan tenaga kerja di lingkungan sekitar industri tidak cocok dengan kriteria yang diminta perusahaan, sehingga lebih banyak pekerja yang terserap dari luar daerah. 

4. Degradasi Lingkungan

Aktivitas industri yang tinggi seringkali juga memicu adanya pencemaran lingkungan, baik air, udara, dan tanah. Kondisi ini tidak hanya berdampak buruk bagi reputasi kawasan industri, tetapi juga kesehatan penduduk sekitar.

5. Kenaikan Biaya Hidup

Terkonsentrasinya sumber ekonomi pada wilayah tertentu juga membuat biaya hidup semakin tinggi. Laju pertumbuhan yang cepat tampak sebagai kesempatan emas bagi pemilik bisnis. Akibatnya, biaya transportasi, perumahan, hingga kebutuhan pokok dapat meningkat dengan cepat.

Penutup

Aglomerasi industri dapat menjadi jalan bagi pertumbuhan ekonomi lebih luas, stabil, dan berkelanjutan. Dengan memperhatikan dampak-dampak kecil yang berisiko terjadi, kawasan industri mampu berperan sebagai roda penggerak perekonomian negara yang strategis.

Untuk mendukung kelancaran operasional industri, PT Megah Anugerah Energi siap mendukung kebutuhan kebutuhan bahan bakar ramah lingkungan, legal, dan berkualitas untuk sektor di seluruh Indonesia.

Produk-produk unggulan kami:

Hubungi kontak PT Megah Anugerah Energi untuk informasi lebih lanjut dan dapatkan penawaran harga terbaik dari tim kami.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.