Abandon Ship adalah: Definisi, Cara, dan Isyaratnya

Bagikan :
Abandon ship merujuk pada perintah nakhoda untuk meninggalkan kapal saat mengalami situasi darurat.
Kapal yang sedang mengalami situasi darurat
Daftar Isi

Abandon ship adalah perintah untuk segera meninggalkan kapal. Perintah ini diberikan oleh nahkoda ketika sedang terjadi kondisi darurat di kapal dan sulit untuk diatasi.

Layaknya transportasi lainnya, kapal juga dapat mengalami keadaan darurat dan membahayakan semua penumpang. Mulai dari kapal tenggelam, terbakar, dan lain sebagainya.

Namun, pertolongan saat kondisi darurat di kapal tidak mungkin datang dalam waktu dekat. Apalagi, jika kapal sedang beroperasi dan berada di tengah laut saat keadaan darurat yang menimpa.

Sulitnya untuk mengatasi kondisi darurat di kapal, membuat nakhoda memerintahkan abandon ship. Hal ini tidak lepas demi keselamatan dan keamanan semua penumpang di kapal.

Maka dari itu, abandon ship menjadi salah satu aspek penting bagi semua crew yang ada di kapal. Tujuannya supaya paham langkah apa yang akan diambil ketika terjadi kondisi darurat di kapal.

Supaya lebih paham perihal abandon ship, artikel ini akan membahas pengertian dan tata cara melakukannya dengan lengkap untuk Anda. Simak informasinya di bawah, ya!

Contoh aktifitas Abandon ship
Contoh aktifitas Abandon ship (sumber : pexels)

Pengertian Abandon Ship

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, abandon ship adalah perintah dari nakhoda untuk meninggalkan kapal saat terjadi situasi darurat yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

Instruksi yang diberikan tersebut memang sedang berada dalam bahaya yang serius, seperti kebakaran, kapal akan tenggelam, kerusakan struktural, kehabisan bensin di kapal  dan lain sebagainya.

Tujuan diberikan perintah abandon ship adalah supaya penumpang bisa segera mencari perlindungan di kapal penyelamat atau perahu sekoci yang tersedia. Hal ini dilakukan demi meningkatkan peluang bertahan hidup.

Perintah tersebut juga menjadi alternatif terakhir dari nakhoda untuk menghindari atau meminimalisir korban jiwa. Apalagi, nakhoda dan crew memegang penuh atas kendali yang terjadi di kapal.

Anda akan diminta untuk meninggalkan kapal jika terdapat bunyi suling atau bel sebanyak 7 tiup pendek dan 1 tiup panjang. Ada pula alarm abandon ship yang terus berbunyi untuk memberikan instruksi pada awak kapal supaya segera mencari perlindungan.

Selain itu, isyarat lain abandon ship adalah terdengarnya pengumuman langsung dari pengeras suara, sehingga segeralah untuk menyelamatkan diri.

Adanya bunyi yang terus-menerus terdengar tersebut menjadi pertanda bahwa kapal sedang dalam kondisi darurat. Maka dari itu, semua penumpang dan awak kapal harus segera mencari perlindungan yang memungkinkan lebih aman.

blank
Contoh aktifitas penyelamatan dengan kapal sekoci (sumber : pexels)

Cara Abandon Ship

Perlu dipahami, terdapat beberapa cara atau prosedur untuk meninggalkan kapal saat terjadi situasi darurat, salah satunya akibat kehabisan bahan bakar.

Namun, cara ini pun juga tergantung pada kondisi dan fasilitas yang tersedia di kapal. Akan tetapi, secara umum ada beberapa langkah meninggalkan kapal yang bisa dilakukan. 

Sebelum melakukan langkah yang lebih lanjut, pastikan semua orang di dalam kapal tetap tenang dan jangan panik.

Cara abandon ship adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Pakaian Pelindung

Langkah pertama abandon ship adalah dengan menggunakan pakaian pelindung. Anda bisa mengenakan jaket pelampung dan helm keselamatan jika ingin meninggalkan kapal.

Tujuannya untuk melindungi diri dari cedera selama proses evakuasi serta meningkatkan peluang bertahan hidup. Apalagi, bantuan dari tim SAR juga tidak bisa secara langsung datang dengan cepat.

2. Melakukan Panggilan Darurat

Cara kedua saat terjadi abandon ship adalah melakukan panggilan darurat atau mengirimkan sinyal untuk meminta bantuan dengan menyertakan lokasi kapal.

Langkah ini penting untuk mempercepat tanggapan bantuan dan semua orang akan terselamatkan. Namun, ini hanya bisa dilakukan jika fasilitas komunikasi masih bisa digunakan dengan baik.

3. Meluncurkan Perahu Sekoci

Selanjutnya, untuk meninggalkan kapal saat berada situasi bahaya adalah dengan meluncurkan dan menggunakan perahu sekoci atau kapal penyelamat.

Namun, sebelum meluncurkannya harus dipastikan bahwa perahu sekoci masih dalam keadaan aman dan tidak rusak, sehingga layak untuk digunakan.

Kemudian, para crew bisa membantu untuk memindahkan semua penumpang dengan hati-hati dan cepat ke dalam perahu sekoci.

Pastikan pula, semua penumpang sudah mengenakan pakaian pelindung, seperti jaket pelampung dan helm keselamatan. 

4. Menunggu Bantuan Tiba

Cara terakhir untuk abandon ship adalah menunggu bantuan tiba, baik dari tim SAR maupun relawan lainnya. Namun, bantuan ini biasanya sedikit lama karena jarak dari darat ke laut yang cukup jauh.

Meski begitu, penumpang dan awak kapal tetap diharapkan untuk tenang dan tidak panik. Apalagi, mereka semua sudah menggunakan perahu sekoci dan menghindar dari kapal yang sedang bermasalah.

Isyarat Abandon Ship

Ketika kapal sedang dalam kondisi yang berbahaya, maka harus ada isyarat untuk memberikan informasi kepada awak kapal dan semua penumpang.

Tujuannya supaya mereka bisa bersiap-siap untuk menyelamatkan diri. Namun, isyarat seperti ini biasanya dilakukan tergantung pada situasi dan fasilitas yang tersedia.

Jika dalam kondisi abandon ship, maka terdapat beberapa isyarat untuk meninggalkan kapal yang bisa diberikan kepada seluruh penumpang.

Isyarat abandon ship adalah langkah yang wajib diberikan dan diumumkan segera mungkin kepada seluruh penumpang di kapal.

Secara umum, berikut ini beberapa isyarat abandon ship yang biasa dilakukan:

  1. Pengumuman verbal oleh kapten kapal melalui sistem pengeras suara
  2. Menggunakan alarm darurat
  3. Menginformasikan situasi abandon ship melalui sistem komunikasi internal kapal, seperti radio atau intercom
  4. Membunyikan sirine, bel, atau suara peringatan darurat lainnya
  5. Penyebaran sinyal visual, seperti penggunaan lampu sinyal darurat yang berkedip
  6. Penggunaan isyarat visual standar, seperti bendera merah atau putih yang dikibarkan di atas kapal.

Beberapa isyarat yang dilakukan di atas harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada. Hal ini karena menyangkut keselamatan banyak orang.

Penting juga untuk memberikan isyarat yang memungkinkan semua awak kapal bisa bereaksi dengan cepat untuk menyelamatkan diri.

Macam-Macam Safety Drills

Mengingat pentingnya pengetahuan tentang cara meninggalkan kapal jika dalam kondisi yang berbahaya, maka wajib dilakukan latihan bagi semua crew. 

Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana langkah tepat yang harus diambil ketika kapal sedang berada di situasi darurat.

Berikut ini terdapat macam-macam latihan keselamatan atau safety drill yang bisa dilakukan oleh crew kapal:

1. Abandon Ship Drill

Pertama, ada abandon ship drill atau latihan meninggalkan kapal jika terjadi suatu insiden. Semua crew harus mempunyai pengetahuan untuk menyelamatkan diri jika terjadi situasi darurat.

Secara umum, setiap crew harus mengikuti abandon ship drill setidaknya minimal 1 bulan sekali. Tujuannya untuk melatih diri supaya tahu langkah tepat yang harus diambil ketika dalam kondisi bahaya.

2. Fire Drill Kapal

Fire drill ini adalah latihan yang dilakukan supaya crew bisa bersiap untuk menghadapi bencana kebakaran di kapal. Tujuannya agar meningkatkan kesiapan crew untuk mencegah dan menangani kebakaran.

3. Man Overboard Drill

Bukan suatu yang mustahil jika penumpang atau crew bisa jatuh ke laut karena beberapa alasan. Apabila ini terjadi, maka crew harus bisa menyelamatkan diri atau penumpang.

Itulah kenapa diperlukan latihan man overboard di kapal untuk semua crew yang bertugas. Hal ini supaya crew bisa menyelamatkan seseorang yang jatuh ke laut sesuai prosedur yang ada.

Nah, itulah pembahasan mengenai abandon ship, tata cara melakukannya, hingga safety drill sebagai persiapan jika terjadi kondisi berbahaya di kapal.

Jika ditarik garis besar, abandon ship adalah perintah bagi semua penumpang dan crew dari nakhoda untuk segera meninggalkan kapal. Hal ini karena terjadi situasi darurat di kapal yang tidak bisa di atasi.

Melalui pembahasan di atas, tentu abandon ship drill sangat penting dilakukan oleh semua crew atau awak kapal. Tujuannya supaya siap apabila terjadi insiden berbahaya yang mengharuskan meninggalkan kapal.

Dari situ, mereka sudah mengetahui prosedur untuk meninggalkan kapal dengan tepat. Oleh karena itu, dapat meminimalisir korban jiwa di saat insiden genting semacam ini.

Selain itu, abandon ship adalah salah satu permasalahan cukup besar yang terjadi di kapal. Apalagi, saat kapal sedang beroperasi hingga ke tengah laut.

Namun, jika permasalahan pada kapal berupa kekurangan atau kehabisan bahan bakar, maka PT Megah Anugerah Energi siap memberikan bunker service sesuai standar Dirjen Migas.

Bunker service sendiri diartikan sebagai proses pemuatan minyak dari truk tangki menuju ke kapal. Oleh sebab itu, service ini menjadi solusi terbaik bagi kapal saat membutuhkan bahan bakar.

Jika tertarik untuk memanfaatkan layanan tersebut, maka silakan untuk segera hubungi kami dan konsultasikan sesuai kebutuhan Anda!

Tags:

Artikel Terbaru

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.