5 Kawasan Industri di Indonesia dan Perusahaan di Dalamnya

Bagikan:
Kawasan industri menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Keberadaannya tidak hanya berperan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang stabil dan kondusif, tetapi juga menyediakan lapangan pekerjaan dan potensi bisnis lain di sekitarnya.
kawasan industri
Daftar Isi

Pembangunannya mendukung pertumbuhan sektor lain seperti perdagangan, perbankan, dan jasa lainnya. Dengan demikian, hal ini juga mendorong pemerataan pembangunan, sehingga tidak terkonsentrasi di satu tempat saja. 

Apa Itu Kawasan Industri?

Kawasan industri adalah wilayah yang dirancang khusus untuk kegiatan industri berbagai sektor. Mulai dari otomotif, logistik, elektronik, bahan kimia, tekstil, logam, dan lain sebagainya.

Kawasan ini juga sering disebut sebagai industrial park atau industrial estate. Areanya tidak hanya terdiri dari lahan-lahan yang siap digunakan untuk pabrik, tetapi juga fasilitas umum. Seperti rumah sakit, hotel, alun-alun, pengisian bahan bakar, tempat makan, sekolah, masjid, hingga pusat olahraga.

Kawasan ini menawarkan daya tarik lebih unggul dibanding kawasan non-industri. Memungkinkan pelaku industri lebih mudah mengurus operasional dan administrasi.

Perusahaan yang Beroperasi di Kawasan Industri

Kawasan industri telah dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan dari berbagai sektor. Mulai dari perusahaan nasional hingga multinasional. Berikut beberapa perusahaan yang beroperasi di daerah industri berdasarkan lokasi industrinya.

  • Kawasan Industri MM2100 Cikarang: PT Tirta Alam Segar, PT Sayap Mas Utama, PT Argo Pantes, PT Enomoto Srikandi, PT JFE Shoji Steel Indonesia, PT Wira Logitama Saksama, CV Bakti.
  • Karawang International Industrial City (KIIC): PT AT Indonesia, PT Horiguchi Engineering Indonesia, PT Koyama Indonesia, PT Suncall Indonesia, PT Dai-Ichi Kimia.
  • Kawasan GIIC Deltamas: PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Futaba Industrial Indonesia, PT Mossi Metal One Steel Service Indonesia.
  • Bintang Industrial Park II: PT Duomax Solar Indonesia, PT Royce Enterprise Company, PT Meituo Metal Resources, PT First Filter, PT. Mitra Karya Sarana.
  • Kawasan Industri Wiraraja: PT Atelier Solar Indonesia, PT Energy Tech Indonesia, PT Quantum Luminous Indonesia, PT Essence Global Indonesia, PT Galang Bumi Industri.

Contoh Kawasan Industri di Indonesia

1. Kawasan Industri MM2100 Cikarang

Salah satu kawasan industri yang bisa ditemui di Indonesia adalah MM2100 Cikarang. Kawasan ini menampung perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai sektor. Mulai dari logistik, otomotif, elektronik, hingga makanan dan minuman.

Titik lokasi yang dekat dengan tol, pusat kota, bandara, dan pelabuhan, menjadikan kawasan ini mudah diakses. Jalan internal didesain lebar dua arah memungkinkan mobilitas kendaraan bebas hambatan. MM2100 juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum yang menunjang kebutuhan pelaku industri di kawasan ini.

2. Karawang International Industrial City (KIIC)

KIIC adalah area industri yang sudah beroperasi sejak 1993. Kawasan ini menawarkan layanan sewa properti komersial untuk pabrik, kantor, gedung serbaguna. KIIC dilengkapi dengan fasilitas, sarana, dan infrastruktur yang dikembangkan dan dirancang oleh perusahaan konsultasi Jepang.

Saat ini, KIIC dihuni oleh sekitar 160 perusahaan ternama dari berbagai sektor seluruh dunia. Mulai dari otomotif dan motor, produk harian, kimia, tekstil, makanan, hingga elektronik. Beberapa perusahaan penyewa itu seperti Toyota, Daihatsu, P&G, Ajinomoto, Sharp, Arisu Graphic, dan lain sebagainya.

3. Kawasan GIIC Deltamas

Daerah industri lainnya adalah GIIC Deltamas yang berada di Cikarang Pusat, Jawa Barat. Daerah ini tidak hanya memiliki area industri saja, tetapi juga terintegrasi dengan area komersial dan perumahan Kota Deltamas.

Tata ruang GIIC dirancang modern berkonsep ramah lingkungan. Setiap sudut dan jalan internal dipenuhi dengan pepohonan teduh dan menyejukkan. Pengelolaan limbah, penggunaan air, dan penggunaan listrik dikontrol untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

4. Bintang Industrial Park II

Bintang Industrial Park II adalah daerah Industri yang berada di Batam. Saat ini, daerah seluas 75 hektar sebagian besar dipadati oleh investor asing. Mulai dari Singapura, Taiwan, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Korea, Myanmar, Cina, Belanda, Australia, dan India.

Daerah industri ini berada di lokasi yang strategis. Cocok untuk industri ringan, menengah, hingga berat. Tersedia tujuh lahan bangunan dengan luas yang bervariasi. Pelaku industri dapat menyewa tanah hingga 30 atau 80 tahun.

5. Kawasan Industri Wiraraja

Daerah Industri Wiraraja juga menjadi daerah industri yang yang berpusat di Kota Batam, Kepulauan Riau. didirikan pada 1998 dan bergerak di bidang industri, manufaktur, pertambangan, dan energi terbarukan.

Daerah ini tidak hanya menjadi area industri bagi beberapa perusahaan energi, tetapi juga menjadi salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029. Letaknya yang berada di wilayah Free Trade Zone (FTZ) dan memiliki akses yang baik, menjadikannya unggul dalam aspek logistik dan infrastruktur.

Kawasan Industri Terbesar di Indonesia

Indonesia memiliki sejumlah kawasan industri yang tersebar di beberapa wilayah. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tengah, hingga Kepulauan Riau. Daerah industri paling besar adalah Kawasan Industri Jabeka yang berada di Cikarang, Jawa Barat.

Daerah ini memiliki luas mencapai 5.600 hektar dengan 1.700 perusahaan dari 30 negara di dalamnya. Untuk mendukung kegiatan industri para investor, Jabeka dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari pendidikan, perumahan, rumah sakit, hingga pusat bisnis.

Keunggulan Kawasan Industri Dibanding Lokasi Non-Kawasan

1. Infrastruktur dan Fasilitas Lengkap

Daerah industri tidak hanya menyediakan lahan siap bangun untuk bisnis, tetapi juga infrastruktur dan fasilitas memadai. Seperti aliran listrik, gas, air, dan jalan internal. Dengan adanya fasilitas ini, investor bisa menghemat biaya dan fokus untuk menjalankan bisnisnya.

2. Tidak Perlu Lisensi Konstruksi

Pengurusan lisensi konstruksi untuk mendirikan pabrik, seperti IMB, AMDAL, UKL-UPL, seringkali membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Dengan membangun pabrik di kawasan industri, Anda tidak perlu memikirkannya dari nol. Sebab, daerah industri telah memperoleh izin-izin terkait.

3. Lahan Siap Bangun

Selain pengurusan izin, mencari lahan yang cocok untuk membuat pabrik juga menjadi bagian tersulit. Terutama jika berurusan dengan birokrasi panjang yang rumit. Belum lagi izin dengan penduduk pabrik sekitar apabila operasi pabrik menyebabkan gangguan.

Oleh karena itu, daerah industri menjadi lingkungan yang cocok untuk memulai bisnis. Lahan siap bangun, kawasan kondusif, dan infrastruktur terjamin.

4. Dukungan Insentif Pemerintah

Mendirikan pabrik di daerah industri, juga akan meringankan beban biaya yang harus Anda tanggung. Sebab, perusahaan yang berdiri di kawasan industri akan mendapat insentif perpajakan dari pemerintah sebagaimana yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri Pasal 41. Besaran insentif pajaknya didasarkan pada pengelompokan Kawasan Pengembangan Industri (WPI).

Peluang Bisnis di Kawasan Industri

Kawasan industri tidak hanya memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi pelaku industri, tetapi juga peluang bisnis yang layak dikembangkan. 

  • Galon isi ulang – kebutuhan primer yang dibutuhkan banyak orang, seperti karyawan maupun penduduk sekitar. 
  • Warung kopi dan gorengan – tempat istirahat yang nyaman dan ekonomis. Anda bisa menyediakan berbagai minuman kopi, aneka gorengan, kursi dan meja yang nyaman, hingga jaringan wifi.
  • Warung makan – kebutuhan primer yang diperlukan mulai pagi hingga malam hari. Jika buka dengan durasi lebih panjang, warung Anda bisa menjadi tujuan utama untuk mengisi perut dan istirahat saat malam hari.
  • Laundry – layanan laundry juga patut dipertimbangkan. Layanan ini banyak dicari ketika di sekitar daerah industri terdapat kos-kosan karyawan.
  • Toko ATK – kebutuhan pokok pabrik atau industri. Bisnis strategis dengan target pasar yang jelas.

Penutup

Kawasan industri bukan lagi sekadar kawasan industri yang cocok untuk berbisnis. Namun menjadi kebutuhan bagi pelaku industri untuk mewujudkan operasional yang stabil dan kondusif. Pasokan energi dapat diandalkan, infrastruktur memadai, dan urusan perizinan lebih mudah.

Dengan begitu, Anda bisa fokus untuk menjalankan bisnis dan menyusun strategi lainnya, seperti ketersediaan dan kesiapan armada. Untuk memaksimalkan operasional bisnis, kendaraan yang prima dan pasokan bahan bakar stabil-terukur menjadi hal krusial yang harus dipikirkan.

Guna memastikan pasokan energi yang stabil, PT Megah Anugerah Energi menghadirkan solusi pasokan bahan bakar yang dapat diandalkan.Kami menyediakan biodiesel B40 yang cocok untuk kendaraan diesel dan layanan Bunker Service Resmi Pertamina untuk kebutuhan industri pelayaran. Untuk pemesanan dan konsultasi, hubungi tim kami melalui kontak PT Megah Anugerah Energi.

Artikel Terkait

Butuh Supplier Solar Industri dengan Pengiriman Cepat?
Kami siap melayani distribusi solar ke seluruh wilayah Indonesia dengan armada tepercaya dan tangki standar industri.

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Apabila anda tertarik dengan penawaran kami, konsultasikan segera kebutuhan anda dengan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait produk perusahaan.